Diposting pada February 17, 2006 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.
Kasus kartun Muhammad SAW betul-betul membuat hubungan antara kaum muslimin dengan bangsa Eropa, terutama Denmark menjadi sangat buruk.Kartun yang tadinya dilombakan dengan kategori tokoh agama ini ternyata juga melombakan gambar Nabi Muhammad SAW.Celakanya lagi, image Muhammad di mata orang Eropa sedemikian buruknya, sehingga yang terbayangkan oleh mereka adalah seorang arab bengis dengan kepala bom, atau gambar-gambar tak “senonoh” lainnya …
Kalo kita mau jujur, ada banyak cara untuk mengekspresikan kebebasan berpendapat, sebagaimana alasan mereka menggambarkan Muhammad SAW dalam kartun-kartun mereka.Tapi kebebasan ini bukanlah kebebasan yang mutlak, karena di AS maupun negara-negara barat, anak-anak kecil pun dilindungi oleh hukum, sehingga orang tua mereka tidak bisa sebebas-bebasnya memperlakukan mereka layaknya binatang piaraan.Bahkan di sebagian besar negara Eropa, orang yang meragukan kebenaran Holocaust (kasus pembantaian bangsa Yahudi oleh Nazi) akan mendapat hukuman yang lumayan berat. Kebebasan berpendapat tidak sama dengan kebebasan untuk menghina.Kebebasan berpendapat tidak sama dengan memperlakukan bangsa lainnya layaknya binatang, sebagaimana yang terjadi di Guantanamo dan Abu Ghraib.Kebebasan berpendapat bukanlah suatu penghinaan terencana terhadap nabi agama tertentu (baca:Islam) yang disucikan dari berbagai macam bentuk penggambaran.
Lalu, kenapa harus Rasulullah SAW yang menjadi korban ? Islam adalah agama yang membuat Eropa mengalami kemajuan seperti saat ini karena di saat orang Eropa masih telanjang dan bodoh, orang Islam sudah menemukan aljabar , dan masih banyak lagi …(meskipun secara realitas, Eropa saat ini lebih maju dari bangsa-bangsa Islam), meskipun Eropa mendapatkan rampokan ilmu dengan kekerasan (sejarah perang salib…masih ingat ? )
Kalopun sampai saat ini tidak ada itikad baik untuk meminta maaf, benturan peradaban akan semakin runyam.Bagi ummat Islam, ini bukan hal baru yang harus dikhawatirkan.Pembelaan terhadap akidah adalah sesuatu yang lebih urgent daripada sekedar menghamba pada pelecehan agama berkedok HAM ….
» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:
April 10th, 2006 at 7:31 am
walah..kalau saya nggak salah inget, romawi dan yunani sudah ada ratusan tahun sebelum masehi, dan islam datang 500 tahun sesuda masehi..kalau saya nggak salah (pastinya benar) Kebudayaan Romawi dan Yunani itu adannya di Eropa..hehehehehe..penanggalan,psikoanalasia,sastra, astronomi, sudha ada sejak Islam belum ada..Memang sih, saya setuju, ada banyak kontribusi besar tokoh tokoh islam terhadap perputaran sejarah dunia, tetapi kalau boleh menyarankan, sebelum mengquote suatu pernyataan (seperti ‘aljabar sudah ada pada saat orang eropa belum pakai baju…)sebaikanya melakukan sedikit melakukan research sederhana..supaya tidak jadi bahan tertawaan dan dianggap ngawur..
April 11th, 2006 at 7:38 am
hehehehee …
makasi komentarnya. Tapi saya juga ndak ngawur dalam mengutip artikel tentang Muhammad itu. Kalo ndak salah (dan pastinya benar), bangsa Eropa pada tahun 600-an masehi sedang berada dalam abad kegelapan karena ketidakpercayaan akan otoritas gereja, dan salah satu dampak dari abad kegelapan itu adalah : mundurnya moral, munculnya agama protestan (ingat, marthin luther …) de el el, dan larinya sebagian kaum protestan dan katholik liberal ke daratan india (baca: indian) yang “dijajah” dan direbut dari penduduk aselinya oleh mereka (saat ini menjadi :Amerika, baca aja sejarah pelayaran columbus,versi orang Eropa ).
Ungkapan ‘…..Eropa mengalami kemajuan seperti saat ini karena di saat orang Eropa masih telanjang dan bodoh, orang Islam sudah menemukan aljabar…’ , adalah ungkapan sarkartis saya untuk menggambarkan bagaimana kondisi Eropa dan Dunia Islam yang saat itu berbeda jauh keadaannya. Bahkan istilah aljabar sendiri adalah nama orang yang menemukan perhitungan dengan angka (arab), yang pada perkembangan selanjutnya banyak dipake oleh orang Romawi sesudah ditemukannya aljabar (kitanya yang ndak tahu kalie ..). Dan tanpa Al Khawarizmi, perhitungan angka nggak bakalan mencapai sempurna, karena Al Khawarizmi-lah yang menemukan angka ‘ 0 ‘ (angka yang dipake bangsa romawi sebelumnya tidak melibatkan nol..). Kalo Anda muslim(ah), mesthinya sedikit banyak bangga dengan hal tersebut, karena kebanggan terhadap Islam dan kejayaannya adalah salah satu syarat kesempurnaan keislaman kita (iya, dong.Karena syahadat tanpa pengakuan dan kebanggaan akan Islam di dalam hati tidak akan menyempurnakan syahadat qta…gitu, loch).
Btw, kalo Anda bukan muslim, ya saya ndak maksa gitu ……
So, don’t prejudice without belief ….