Jul 26
IGOS adalah singkatan dari Indonesia Goes Open Source. Saya yakin hampir seluruh onliner di Indonesia pernah dengar istilah ini. Istilah barunya malah AGOS (Asean Goes Open Source). Suatu inisiasi bersama pemerintah regional untuk mengajak masyarakat pelaku/pengguna/pemerintah meng-endorse penggunaan produk Open Source. Tapi saya juga yakin seyakin-yakinnya, hampir seluruh masyarakat non-IT, dan pelaku bisnis tidak pernah dengar/tidak perduli dengan istilah Open Source let alone mau mikirin ngurusin bagaimana membantu (dirinya sendiri), dan pemerintah dalam keberhasilan program ini.
Jujur aja, yakin banyak sekali yang perduli abis sampe dibawa tidur ga nyenyak soal IGOS. Yang saya tau paling tidak ada Pak Koswara (Deputi Menristek) yang woro-wiri ngusung IGOS kesana kemari, dan Pak KK (Kusmayanto) sendiri. Dan tim teknisnya tentunya. Dan puluhan (mungkin ratusan) aktifis Open Source/Linux di Indo, Made, Pri, dan rekan-rekan lain yang kenal ga kenal tapi tau lah pada ngusung Linux. Kalo di list satu-satu disini yakin ga cukup buat satu halaman. Masalahnya kemana upaya pemerintah yang lainnya?
Apasih pentingnya IGOS? Hmm bayangin aja belasan tahun make produk si boss paling banter jadi Certified Windows Installer. Kalo crashed? virus? not responsive? hmm mau ga mau solusi paling gampang ya re-install ulang. Dan dari awal dan akhir dan dari pojok kiri dan kanan atas bawah elu bakal liat logo familiar tersebut dan ada pesan hipnotis “Pakelah produk ….”. Not that I’m against any commercial companies or this company. Tapi IGOS (baca: Open Source) memberikan kesempatan besar buat generasi muda kita untuk belajar banyak dari cara suatu sistem operasi, dan/atau aplikasi bekerja, dan kita ga sekedar jadi pengguna akhir yang terus dicekoki produk-produk yang harus ditelen mentah-mentah (ironisnya dengan jalan membajak pula). 
Indonesia itu negara besar bung. Show some nationalism a little bit lah. Di negara ini juga banyak orang pinternya. Mau google dikit aja prestasi anak bangsa ini yang udah levelnya t-o-p b-g-t di dunia international juga ga diragukan. Ada Damt yang main-main dengan Nokia N70, ada si A, si B, si C yang ga ada abisnya kalo dilisting sekali lagi. Masalahnya pemerintah kok ya adem-adem aja ga pernah mikirin mau dibawa kemana sih strategi pemercepatan kemakmuran bangsa ini (minimal sumbangsih lewat pendidikan via penyediaan sarana teknologi dengan adanya bandwidth aja sampe sekarang blon juga
… capek jadi fakir bandwidth).
Pertanyaannya ujung-ujungnya bagaimana nasib IGOS? Apakah cuma jadi sekedar lentera yang akan padam sebentar lagi, seperti halnya ribut-ribut soal sweeping lisensi program bajakan yang awalnya heboh itu?
From : macnoto’s blog
Jul 18
Beberapa teman sungguh terkagum-kagum melihat kemampuan iBook G4 yang membutuhkan waktu singkat untuk “tidur” dan “terjaga” kembali. Hanya dengan menutup layar laptop, si iBook ini segera tertidur lelap dan menyalakan indikator led-nya yang menandakan kalau ia tertidur nyenyak. Untuk bangun kembali, si iBook butuh waktu yang tergolong singkat, nggak sampai 4 detik dan hebatnya lagi, semua aplikasi masih berada di tempatnya tanpa harus logout. Istimewanya juga, transfer data via wi-fi antar iBook akan terus berjalan saat satu diantara iBook yang ada tertidur (ini sudah saya buktikan dengan “pak guru” saya yang pertama kali memperkenalkan Apple ke saya, Bapak Bimo Sunarfri Hantono). Ternyata, Mac OS X menyimpan segudang hints (basa jermannya : trik dan tips, hehehehe …) yang mesti banyak-banyak kita gali. Salah satu yang paling anyar adalah meniduri, eh .., menidurkan iBook kita dalam waktu dua detik saja. Cukup pencet command+option+F12 (eject button) dan zzzzzzzzzz …….
Guten Nacht mein iBook !
Jul 15
Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami kepanikan. Saat itu tiba-tiba DVD combo yang terinclude di iBook G4 saya macet, ngga’ mau baca file dari CD yang saya masukkan. Di sisi lain, CD yang saya masukan selalu saja “dimuntahkan” beberapa detik setelah drive DVD saya tidak mampu membaca data dalam CD atau DVD yang saya masukkan. Berbagai macam jenis merk CD sudah saya coba masukkan, bahkan tak luput DVD installer Mac OS X yang datang bersama iBook ini juga saya coba masukkan. Tak urung, perlakuan yang sama didapat oleh CD dan DVD yang saya masukkan. Mereka dipaksa keluar kembali setelah si DVD combo ngambek baca data. Bahkan beberapa diantaranya malah ngga’ mau keluar lagi dan saya terpaksa harus me-restart iBook sambil memencet trackpad pas booting supaya si CD yang ngendon dalam drive DVD combo saya segera keluar.
Bingung dan pusing tujuh keliling, saya mencoba dengan setengah putus asa untuk memasukkan CD blank siap bakar yang ada di sisa-sisa tumpukan CD saya. Dengan setengah berharap, saya mencoba mengetes optik yang ada di drive DVD combo saya. “Barangkali hanya kotor, semoga tidak rusak …”, saya berujar dalam hati. Alhamdulillah, ternyata CD blank yang saya masukkan terbaca, sebagaimana default-nya ketika kita akan mem-“bakar” CD-R dengan iBook. Segera saya mencoba mem-burn beberapa data saya, sekedar untuk percobaan. Proses burning berjalan normal, dilanjutkan dengan verify data hasil burning. Huff, sukses juga akhirnya. Artinya, fungsi record di DVD combo masih normal. Tiba saatnya saya mencoba mengeluarkan dan memasukkan kembali CD hasil burning-an tadi.Sret ! DVD combo saya menghisap dan langsung berjalan normal tanpa suara-suara bising yang sebelumnya saya temui saat si combo ini ngadat. Muncul ikon CD di desktop dan data yang ada di dalamnya bisa saya baca…..
Saya mencoba kembali memasukkan beberapa CD yang tadi “dimuntahkan” si combo. Alhamdulillah sekali lagi, si combo mau membaca kembali setelah saya training kejar paket B (baca : paket BURNING) dan ia lulus dari UAN (Ujian Akhir Ngadat). Beberapa CD lain (isi mp3, gambar) saya coba masukkan juga, dan sukses juga. Saya jadi kepikiran, apakah ini adalah salah satu treatment yang non-official bagi DVD combo yang mungkin saja kotor karena debu atau yang sejenisnya ? Wallahu a’lam (situs apple.com ngga’ pernah cerita juga masalah yang beginian). Yang jelas, saya jadi lebih kenal dengan si combo yang sangat sensi dengan CD atau DVD yang nggak berasa lezat baginya. Satu kali saja kita kurang berhati-hati memasukkan CD atau DVD yang kotor (berdebu, ada bekas jari tangan di piringan yang mengkilap) atau sekedar tergores saja, si combo bakalan ngadat. Dan ini akan berakibat fatal kalau tidak segera tertangani dengan baik.
Semoga yang sedikit ini bermanfaat buat temen-temen yang mengalami masalah yang sama. Oya, saran saya coba sekali-sekali kita baca lagi manual dari Mac OS X, terutama yang terkait dengan drive DVD combo dan perawatannya. Caranya gampang koq, cukup pencet “command+?” dan ketikkan kata kunci “eject disc” atau “disc” saja dan halaman manual akan muncul memandu kita, termasuk penanganan pertama ketika CD kita ngadat di dalam drive ngga’ mau keluar. Saran yang lain, jangan terlalu sering memakai DVD combo kalo ngga’ perlu banget (iyalah, tiap barang kan juga ada umur pakainya). Bisa juga pakai drive eksternal yang terkoneksi ke USB supaya DVD combo di iBook tetep awet. So, jangan panik cepet-cepet deh. Tetep nyantai dan yakin kalo setiap masalah pasti ada jalan keluarnya ….
Jul 07
Setelah berkelana dengan berbagai macam alat-alat messenger yang belum terlalu pas buat iBook-ku, akhirnya Yahoo mengerti apa yang pengguna Mac inginkan. Di-Launching-nya Yahoo!Messenger versi 3.0 (beta) seolah-olah memberikan jawaban yang diinginkan oleh para Mac OS-ers, sebuah tools messenger yang punya tampilan khas Tiger, dengan grafis yang tidak kalah menawan dengan aplikasi bawaan Mac, iChat. Fasilitas yang ditawarkan pun jauh lebih beragam, dan satu hal yang paling mencolok adalah sharing foto / avatar yang tidak terdapat di versi YM sebelumnya. Selain sharing foto, pengaturan preferences pun nampak lebih mudah, sehingga user ndak perlu bingung atau kesulitan mengatur preferences yang sesuai dengan keinginan mereka.
Dibandingkan Adium (yang GAIM-oriented) atau YM 2 (versi sebelumnya), komponen khas YM untuk memanggil lawan bicara (buzz!!) sudah tersedia secara grafical dan user tidak perlu kesusahan untuk menekan CMD(command)+G atau bahkan menuliskkan ‘/buzz’ di prompt messenger. Asiknya lagi, tampilan menarik khas Adium yang di Mix dengan desktop Aqua-nya Mac OS 10.4 sudah menunggu dan siap menemani bincang-bincang kita. Yang jelas, perkembangan ini tidak lepas dari di luncurkannya produk-produk hibrida Mac berprosesor Intel. Beberapa vendor software besar saat ini tengah getol-getolnya untuk membuat aplikasi installer dengan binary yang berjalan di dua sistem operasi (Windows dan Mac), dan ini tentu berpengaruh besar apabila langkah ini diikuti oleh vendor perangkat lunak 3rd party.
Yah, Mac akan melaju dan semakin melaju meninggalkan Windows, yang masih berkutat pada masalah sistem ngambek (hang), virus, malware, trojan, dst, dst, dst …yang mengurangi produktivitas jam kerja.
So, let’s think different, try Mac now, or dissapointed later ……
Jul 02
(MacWorld.com)-Suka sepakbola ? Atau cuman nonton aja ? …. Hm, ada teknologi yang luar biasa di balik even yang sekarang sedang ditunggu-tunggu hampir separuh kaum adam di dunia, World Cup 2006 (dan sekarang sedang dalam perjalanan ke semifinal ….). Hampir sebagian besar highlight piala dunia dikerjakan dengan teknologi dan produk dari Apple Inc.
Jaringan televisi terbesar yang menggunakan produk Apple adalah Host Broadcast Service (HBS), yang terdiri dari sekumpulan grup produksi yang didedikasikan untuk piala dunia 2006. Dari kontrol pusat sampai dengan ratusan kamera yang digunakan pada tiap-tiap pertandingan, tim produksi bertanggung jawab terhadap segala sesuatunya, mulai dari mengatur feedback ke markas pusat di Munich untuk mendistribusikan highlights, sampai dengan telepon mobile yang menginformasikan peristiwa yang terjadi di lapangan.
HBS mendistribusikan clip-clip highlight ke lebih dari 50 jaringan di seluruh dunia sementara pertandingan sedang berlangsung. Untuk memenuhi kebutuhan ini, grup ini menggunakan empat buah Power Mac G5 (woooow …), perangkat lunak PictureReady dan AJA Kona cards to DVCPRO HD 1080i50. Input dari pertandingan direkam ke dalam sebuah 20TB Apple Xsan (walah – walah …). Salah satu teknologi lain yang digunakan adalah QuickTime yang dipergunakan untuk mengedit dan mengeksport gambar clip yang ada.
Televisi Jepang NHK pun ndak mau kalah, mereka juga menggunakan teknologi dan produk dari Apple Inc. untuk mengolah data-data piala dunia 2006. Dengan menggunakan setting yang sama dengan setting yang digunakan untuk menyiarkan Olimpiade Torini, NHK menggunakan Power Mac G5 dan PictureReady. Lima input-an kemudian direkam ke DVCProHD 1080i50 yang dibypass langsung ke sebuah sistem 36TB Xsan.
Sebuah Power Mac digunakan bersama dengan Final Cut Pro untuk membuat potongan-potongan siaran dan paket-paket slide yang siap untuk ditayangkan.
Terakhir, salah satu perusahaan televisi terbesar kedua di Mexico, TV Azteca, telah mengadopsi teknologi yang sedikit berbeda dengan menggunakan MacBook Pro dengan Matrox MXOs dan HDV untuk mendistribusikan paket-paket data dari seantero Jerman.
Editor dari TV Azteca membidik dan melakukan shooting di lokasi, kemudian mengedit hasilnya menggunakan Final Cut Pro dan menghubungkan Matrox MXO ke sebuah link satelit SDI atau HDSDI yang akan mengirimkan hasil editing finak mereka ke operator pusar TV Azteca. Langkah terakhir adalah saat operator mengeluarkan data-datanya ke VTR lokal untuk pengarsipan dan penayangan.
Luar Biasa ….
Recent Comments