Diposting pada July 2, 2006 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.
KKN, Kuliah Lapangan, Kuliah Kerja Nyata ….sebuah kata-kata yang terkadang terlihat menjemukan bagi sebagian kita. Bukan karena diri kita yang mungkin belum terbiasa dengan apa-apa yang menyangkut hajat hidup masyarakat. Bukan pula karena waktu yang tersita dan lokasi yang terkadang terlalu primitif untuk diri kita yang ‘ngota banget’, tapi lebih karena sebuah konsekuensi besar yang harus kita jalani.
Bagi sebagian orang, mungkin terlalu berlebih-lebihan ketika kita mencoba membanding-bandingkan kadar kelelahan dan produktivitas kita sebelum dan saat KKN. Namun hal itu bukanlah sesuatu yang memalukan, bukan pula sesuatu yang bisa dijadikan bahan untuk ngeledek dan ngomong sok-sokan. Realitasnya, KKN adalah ajang pembuktian produktivitas yang tak kunjung mencapai tujuan dan visinya. Berbagai macam program dan kegiatan yang dirancang, terkadang tak juga memenuhi apa yang seharusnya menjadi tujuan diadakannya program itu, dan ujung-ujungnya adalah manipulasi waktu kerja untuk menunjukkan kepada dosen-dosen penilai bahwa kita adalah orang yang bermanfaat bagi masyarakat. Sangat boleh jadi, aktivitas kita tatkala kita tidak sedang KKN lebih produktif dibanding saat KKN.
Huff ….se-absurd itukah KKN ? ndak tau lah, yang jelas manakala KKN kita sekedar menjadi ‘sama’ dengan apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita, kakak-kakak angkatan , maka hanya nilai dan nilai saja yang akan kita pikirkan. Dan itulah yang akan kita dapat selepas kegiatan ini selesai.
Ada yang lebih baik dari sekedar kebiasaan yang sudah-sudah. Ber-KKN tanpa mengurangi porsi aktivitas ruhiyah (berorientasi pada ruhani) dan da’awiyah (perbaikan ummat) menjadi sebuah pilihan yang menarik bagi mereka yang menyadari kadar kompensasi amanah yang harus mereka bayar karena mereka meninggalkannya dengan alasan KKN. Tanpa kegiatan-kegiatan dengan visi da’awiy (visi untuk melakukan perbaikan di masyarakat), hambar sudah kegiatan kita. Bermanfaat bagi masyarakat memang bukan perkara mudah, namun menjadi manusia yang bermanfaat untuk masyarakat tanpa meninggalkan visi-visi perbaikan diri dan ummat jauh lebih sulit namun menjanjikan kepuasan dan balasan yang lebih besar. Dari sinilah sebenarnya visi kita tentang KKN yang membosankan dan menjemukan bisa diubah dengan cara-cara yang nikmat dan lebih bermartabat …..
» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini: