RSS ? Apa sich ….

IT 1 Comment »

RSS singkatan dari RDF Simple Summary/Rich Site Summary/Really Simple Summary, sebuah fitur baru yang ditawarkan di dunia web programming. RSS sangat memudahkan pembaca (pengunjung) sebuah web,terutama dalam menyeleksi berita-berita yang akan ia baca. Secara sederhana, RSS akan mengambil data-data pokok (apa yah istilahnya, metadata kali yha ?) yang terdapat dalam sebuah halaman web dan akan menampilkannya menjadi sebuah list yang teratur. Gampangnya, RSS akan menyajikan ringkasan (summary) tentang berita atau artikel website yang sedang kita tampilin. Salah satu data yang sering diambil dan diaplikasikan dalam pemanfaatan teknologi RSS misalnya judul berita. Seperti yang Anda lihat di situs ini (ciee..), kami mengaplikasikan RSS untuk mencomot berita dari apple.com dan antara.co.id

 

Bagan dari cara kerja RSS bisa dilihat sebagaimana gambar di bawah ini :

RSS diagram

File RSS termasuk dalam tipe metadata. Metadata adalah unit-unit informasi tentang informasi yang biasa digunakan untuk menyediakan informasi deskriptif tentang content, context dan karakteristik dari data. Metatags keywords dan description di HTML merupakan contoh metadata, yang digunakan untuk menyediakan informasi tentang web pages. RSS menggunakan aplikasi XML sebagai formatnya. Sebuah file RSS menerangkan isi dari sebuah saluran informasi (channel) yang berisi logo/image, site link, input box dan items. Items pada file RSS sering disebut sebagai “news items”. Web site tertentu dapat menyalin dan menggunakan RSS yang dimiliki web site lain untuk menginformasikan sebuah berita atau artikel, hal ini sering disebut dengan RSS feeds. RSS di internet digambarkan dengan icon xml

Menurut wikipedia.org, beberapa advantage yang diperoleh user dari RSS antara lain :

  • User bisa mengupdate content web tanpa harus secara aktif melakukan checking untuk itu.
  • Informasi yang ditampilkan lebih simpel dan lebih enak dibaca. Hal ini akan memudahkan user dalam melakukan searching dan data mining (pencarian data) dari website yang dimaksud. Selain itu, waktu yang dibutuhkan user untuk menyelesaikan pekerjaannya menjadi jauh lebih cepat
  • File-file media (audio dan video) dapat secara otomatis di download tanpa intervensi user.

Untuk lebih jauhnya, silahken melongok resource berikut ini :

http://ilmukomputer.com/populer/edwin-rss.php

http://en.wikipedia.org/wiki/RSS_%28file_format%29

Kalo kurang jelas, sampeyan bisa kirim message ke email saya, PM (private message) aja yah !

Ilmu Di Internet : A Brief Tutorial for Us ….

IT, Internet 8 Comments »

Bismillah, in the name of Allah …..
Internet, terlepas dari pengaruh baik ataupun pengaruh buruk yang ditimbulkan sebenarnya adalah gudang ilmu yang luar biasa, baik bagi mereka yang berkecimpung di dunia eksakta, dunia komunikasi, maupun dunia sosial dan politik yang lainnya. Ada banyak cara untuk memanfaatkan internet sedemikian rupa sehingga apa yang ada di dunia maya yang tak terhingga luasnya ini bisa kita serap sesuai dengan kafa’ah (keterampilan) yang kita dalami. Want to know how to optimize your brain with internet connection ? Check this out :

1. Pastikan Anda terbiasa dengan search engine (mesin pencari) dan pastikan Anda mampu menggunakannya secara optimal. Gunakan search engine semacam google.com dan pastikan Anda mampu memanfaatkan fitur-fitur pencarian yang ada pada google. Kalau masih belum jelas, bisa lihat di artikel saya yang lalu

2. Just open your mind ! Don’t prejudice without belief, jangan menghakimi sebelum tabayun (cek ‘n ricek). Sebuah situs tidak selalu seperti yang ditampilkan atau diberitakan. Serap yang baik buang yang buruk, jangan dimakan keduanya (’amar ma’ruf nyambi mungkar) atau malah kebalikannya (walah, musibah itu namanya, hehehehe…). Pokoknya, merasa nyaman aja ketika surfing or browsing.

3. Rajin ngikutin berita-berita terbaru. Situs-situs seperti www.detik.com, www.eramuslim.com, dan situs-situs berita lain, seperti antara, BBC, islamonline adalah makanan harian mereka yang gak mau dibilang ketinggalan berita (oya, ada sisi-sisi jurnalisme yang kadang nggak berimbang diberitakan, terutama apabila terkait dengan dunia Islam. So becareful, jangan baca BBC sebelum baca eramuslim, jangan buka CNN sebelum buka hidayatullah.com). Situasi dunia, peluang kerja dan sebagainya bisa didapat di sini.

4. Ikutan mailing list yang bermanfaat. Oya, syaratnya Anda punya email, maka buatlah email terlebih dahulu (pakai aja plasa.com, atau yahoo.com. Bisa juga gmail.com, tapi yang terakhir ini harus melalui rekomendasi temen kita yang meng-invite / mengundang kita dengan email juga). Untuk memudahkan dalam mensortir email privat (pribadi) dan email mailing list, buatlah folder tersendiri (add folder) dalam email anda. Anda pun bisa membuat filter atas email yang masuk dengan menambahkan filter melalui fitur “option” yang ada di opsi email Anda (yang ini diambil dari fitur-fiturnya yahoo.com yang menyediakan filter email, artinya yahoo akan mengenali email yang mempunyai header / awalan tertentu kemudian memasukkannya ke folder yang Anda tentukan).

5. Ikutan forum diskusi yang sesuai dengan spesialisasi Anda. Dan jangan lupa, proaktiflah, jangan pasif aja. Berkontribusilah kepada forum, maka mereka akan memberikan manfaat juga kepada kita. Insya Allah, via forum diskusi kita bisa memperdalam apa yang jadi masalah kita, bahkan dari sanalah kita bisa memperoleh koneksi kerja secara tidak langsung.

6. Cintai apa yang Anda tekuni dan tularkanlah ilmu Anda kepada orang lain. Dengan membagikan apa yang Anda miliki, Allh SWT akan menambahkan ilmu Anda. That’s right, artinya Anda harus rajin-rajin research terhadap apa yang sedang Anda geluti dan jangan lupa membagikan ilmu Anda kepada orang lain. Internet gak hanya buat orang IT, semua orang sangat bisa dan sangat mampu memanfaatkan internet untuk pengembangan dirinya. Salah satu cara buat share ilmu Anda ke orang adalah dengan membuat blog (www.wordpress.com , www.blogspot.com). Cukup daftarin diri Anda dan Anda akan memperoleh account gratis layaknya email gratisan. Anda pun akan memiliki blog pribadi dengan struktur www.namaanda.wordpress.com atau www.namaanda.blogspot.com . Simpel kan ? Manfaat blog ? Hmmm, ikuti artikel saya yang kemaren

7. Download resource-resource yang bisa dibaca secara offline, kayak ebook, artikel-artikel dan seterusnya. Anda bisa gunakan google untuk mencari file yang sesuai dengan apa yang Anda gunakan, berikut jenis filenya sekalian (pdf, doc, ppt, apapun itu).
Oya, ada juga situs-situs tertentu yang menyediakan layanan pengiriman majalah atau jurnal gratis sampai ke rumah kita via pos (saya udah berkali-kali dikirimi, tentu kita harus ngisi form dengan nama dan alamat sesungguhnya). Jurnal ini biasanya berisi hasil research ilmuwan-ilmuwan luar yang dishare secara gratis ke kita. Carane piye ? Usaha dunks ! Masukin aja keyword di google.com : “free journal copy related with [isikan dengan bidang ilmu yang Anda cari]” atau “free shipping journal copy related with [isikan dengan bidang ilmu yang Anda cari]”. Hasil akan bervariasi, tapi setidaknya Anda sudah mencoba kan ? Hehehehe …..

8. Dokumentasikan artikel-artikel dan file mailing list yang Anda anggap perlu. Caranya ? Save As aja..mudah kan ? Situs-situs tertentu menyediakan fasilitas download yang memungkinkan pengunjungnya mendownload file-file mailing list yang lama (tahun-tahun sebelumnya).

9. Ada sebuah situs yang menyediakan pengetahuan secara umum, layaknya sebuah ensiklopedia. Situs itu adalah http://wikia.com (versi Indonesia) atau http://wikipedia.com (internasional). Anda cukup memasukkan kata kunci yang ingin Anda cari di situs tersebut dan sreettt, keluarlah berbagai macam info related with your keyword. Ada juga situs komunitas Indonesia yang cukup ramai dikunjungi http://www.kaskus.com . Kunjungi aja dan sekali lagi, pastikan Anda nyerep yang baik-baik aja ya ….. (jangan nakal lho, malaikat Atid udah siap-siap megang penanya tuh ! Hehehehehe…).

10. Perluas komunitas, ajak teman-teman Anda dan berikan penjelasan yang benar tentang manfaat positif dari Internet. Jangan sampai ada fatwa “Internet Haram” karena kebodohan kita dalam memanfaatkan internet ataupun fatwa yang tidak dilandasi pengetahuan atas ‘manhaj’ (metode) yang benar memanfaatkan internet.

11. Last but not least, ikutan aja friendster (friendster.com) dan tulis semua bacaan dan hobi Anda. Anda akan menemukan orang-orang yang se-”fikrah” (baca : sepaham) dengan Anda. Tinggal klik link di profil Anda dan friendster akan menampilkan list orang-orang yang sehobi dengan Anda. Yakin ! Oya, kalau ndak mau pasang foto aseli Anda di sini, pasang aja foto doraemon atau hello kitty sebagai foto samaran (hehehehe…). Yang penting ‘open your mind’ aja dan jangan ragu begaul (tentu sesuai syar’i yha, aja neka-neka lah…).

Huff…. oke deh. Itu dulu aja. Semoga bermanfaat buwat ente yang sedang melototin tulisan ini. Ada kurangnya saya mohon maaf. Kalau ada lebihnya, ambil aja deh, bawa pulang sekaliyan …hehehehehe ……..

“….yarfa’illahulladziina amanu minkum walladziina uutul ‘ilma darajah….” (Al Mujadilah:11)

Barrier Mental

Umum, qalbu No Comments »

Pernah denger ungkapan di atas ? Yup, kira-kira ini adalah sebuah ungkapan yang muncul ketika seseorang disemati predikat-predikat tertentu, yang justru menghambat kreativitasnya dalam bertindak. Yah, ada sih kebanggaan ketika menerima gelar itu, tapi itu berarti kita harus-setidaknya- setara dengan apa yang membuat orang lain berpikir bahwa kita seperti yang mereka gambarkan. Inilah yang dinamakan barrier mental, sesuatu yang kadang tidak kita sadari telah menggerogoti kita dalam berkreativitas.

Banyak orang yang mengeluh kepada saya, mengapa mereka seolah-olah mandheg dari riset mereka yang dulu setelah mereka menerima predikat-predikat baru yang disematkan orang lain padanya. Padahal, hal itu sebenarnya tidak boleh mempengaruhi semangat kerja dan risetnya, serta semangatnya untuk memperbaiki keadaan di sekelilingnya. Salah ketika gelar yang disematkan menghambat produktivitasnya, bukan gelarnya maksud saya, tapi penyikapan orang tersebut terhadap apa yang ia terima.

Whatever lah kata orang, bagi saya, apa yang saya lakukan selama ini adalah pilihan dan jalan hidup saya. Ingat kisah katak yang memenangkan lomba panjat menara ? Ya, saat katak-katak lain kalah, karena semangatnya dikikis oleh katak-katak penonton yang mencerca mereka, seekor katak kecil justru menjadi pemenang lomba panjat menara. Semua bertanya-tanya, apa sih rahasia katak kecil tadi ? Ternyata simpel, si katak kecil tadi TULI alias gak bisa denger. Alhasil, semangatnya tetap terjaga karena pikiran-pikiran negatif tidak menyerangnya. However, kita bukanlah orang tuli ansich, yang menolak pikiran positif maupun negatif. Pastikan, kita hanya TULI saat ada yang mencoba menggoyahkan semangat kita dengan teriakan-teriakan negatif …

Masalahnya bagi kita, predikat yang kita terima itu disejajarakan dengan teriakan positif ataukah negatif ? Hanya kita yang bisa menyikapinya, bukan orang lain, bukan ortu kita, bukan bapak kita, ibu kita. Dan cita-cita membara itulah yang membuat kita tetap hidup. Kalau bukan karena jannah dan ridho Allah atas perbuatan kita, buat apa kita capek-capek beribadah dan beramal ?

Jangan Cuma Kerja Doang Dong ! Tombok terus nich …

Mazjid No Comments »

Itulah sebuah keluhan yang pernah saya dengar, tak lama setelah teman-teman masjid saya menggarap sebuah acara pengajian, yang menurut mereka terlalu menguras tenaga, pikiran dan waktu. Maklum, mereka bukanlah orang-orang yang pernah mencicipi nikmatnya tarbiyah Islamiyah, mencicipi nikmatnya ukhuwah, sebagaimana selama ini sering digembar-gemborkan para aktivis da’wah, yang justru kadang kehilangan rasa ‘humanis’nya manakala mereka telah bergabung di komunitas da’wah.

Ya benar, logika kerja dan amal memang sedikit demi sedikit harus kita perkenalkan kepada mereka manakala kita mengampu amanah di ranah publik yang memerlukan banyak tenaga, pikiran bahkan uang. Namun, logika kerja dan amal yang kita kenal selama ini tidaklah selalu sama dengan apa yang ada di otak saudara-saudara remaja masjid kita, ataupun adik-adik kita yang dalam kesehariannya masih mengenal budaya-budaya begadang, tetek di pinggir jalan dan malu-malu kalau ada undangan tadarusan di masjidnya. Jangankan lancar membaca qur’an, ada salah satu di antara mereka yang bahkan belum bisa mengaji sama sekali, namun kita menyamaratakan mereka seolah-olah logika yang kita gunakan sama dengan logika mereka.

Alhasil, keluarlah keluhan yang sebenarnya mereka sendiri pun enggan mengatakannya kepada kita, entah karena sungkan atau karena takut dimarahi, wallahu a’lam. Yang jelas, ini adalah masalah serius yang mesti ditanggapi, kalau da’wah kita nggak mau bubar atau jalan di tempat (emange pitulasan ?). Bener, memang kadang harus ada pola-pola reward (penghargaan) yang kita terapkan manakala teman-teman kita berprestasi, setidaknya (kalau anak masjid nih..) ditraktir makan (bahasa gaulnya : disirukke) atau minimal diberi ucapan selamat atau hadiah secara khusus. Memang gak harus semua sih, tapi kalau cerdas kita bisa bikin acara pembubaran panitia ramadhan misalnya, hanya dengan uang Rp.50.000 rupiah saja, dan sudah mengena ke semua segmen anak masjid. Nggak percaya ? Ajak aja mereka jalan-jalan ke pantai Parangtritis atau naik ke Gunung Kidul. Urusan makan besar dan motor, suruh bawa sendiri-sendiri. Ntar di sana kita bikin acara tukar kado atau kado silang, dan uang Rp.50.000 tadi cukup kita jadiin snack kecil aja, atau aqua yang menemani perjalanan kita. Beres kan ?
Itu yang pertama. Yang kedua, jangan cuma menguras potensi tanpa memperhatikan masalah mereka. Omong kosong, kalau da’wah yang kita kenalkan kepada mereka adalah beban dan beban (baca : amanah dan amanah). Omong kosong, karena Rasulullah SAW tidak membebani shahabat kecuali sesuai dengan kemampuan mereka. Omong kosong, kalau da’wah kita tidak sesuai dengan “bahasa” yang mereka kenal. Mereka (teman-teman masjid kita, adik-adik kita) adalah aset yang harus kita jaga dan kita pupuk keterikatannya dengan da’wah, sejauh dan semampu kita. Konsep “semampu kita” bukannya ikhtiar tanpa rencana. “Mastatho’tum” (sesuai dengan kemampuan) yang dimaksud Allah SWT adalah mastatho’tum dengan pertimbangan manusiawi dan perencanaan ke depan yang matang. Ora wathon nggasruk, lempar amanah ke sana dan lempar beban ke sini.
Dan kadang, akhi dan ukhti aktivis da’wah ini sudah kehilangan rasa humanisnya, sampai-sampai nggak tahu kalo temannya juga mempunyai masalah yang cukup berat. Masalah bayar sekolah, masalah indeks prestasi kuliah yang cuma NASAKOM (nasib satu koma), masalah keluarga, masalah skripsi yang terus tertunda (ups!), masalah beban mencari penghasilan supaya mandiri, beban karena nilai di sekolah yang tidak kunjung membaik, beban karena mereka harus putus sekolah dan bekerja, beban karena mereka kehilangan panutan dan muncul masalah baru karena kakak-kakak atau bapak mereka yang tidak kunjung bertaubat dari kemaksiatan yang mereka lakukan, dan masih banyak lagi. Dan ini adalah masalah da’wah juga …..

Da’wah tidak hanya ngajak pengajian, tidak hanya ngajak tadarusan, tapi juga ngajak ngobrol di angkringan, menemani adik-adik main sepak bola di sore hari, atau sekedar duduk-duduk di serambi masjid untuk mendengar mereka mengeluh dan curhat kepada kita. Ketahuilah, kepercayaan mereka kepada kita timbul tidak dari banyaknya mereka mengisi presensi pengajian, atau banyaknya peserta tadarusan kita. Kepercayaan adalah ketika kita mau mendengar keluhan orang lain di saat kita pun harus mengeluh. Di sanalah timbul Tsiqoh (percaya) nya seorang adik kepada kakak, timbul tsiqohnya mad’u (objek da’wah) kepada da’i dan seterusnya. Sulit memang, bahkan sangat sulit. Tapi tidak ada jalan lain sepertinya. Ketika kita tidak bersama mereka, tidak memperhatikan masalah-masalah mereka juga, maka kita akan berhadap-hadapan dengan mereka dan sangat boleh jadi akan merugikan kerja-kerja da’wah kita ke depan.

Simpelnya, proporsional dalam mencapai target. Bukan hanya target kualitas amanah yang layak kita laporkan dalam sesi qodhoya dalam ‘lingkaran’ kita masing-masing, namun juga berapakah mad’u yang masih bertahan, berapa jumlah remaja masjid yang datang ke masjid kita minggu ini, bagaimana hubungan remaja masjid dengan takmir, bagaimana hubungan remaja masjid kita dengan mereka yang belum ke masjid, dengan cah-cah prapatan, dengan lik-lik kita yang ‘dodholan’ angkringan, dengan cah-cah ‘ndhlogok’ yang tiap malem ‘nglotce’ meminum minuman yang mempererat ‘ukhuwah’ mereka (vodka, connecting people…), dengan cah-cah pos rondha. So ? Nggak banyak biasanya yang bisa kita laporkan, bahkan kadang ditanya siapa RT dan RW di kampungnya saja kita nggak tahu. Duh ! Da’wah macam apa sih yang kita bawa ? Islam model apa yang kita kenalkan kepada ummat kita ? Kadang kita lantang menda’wahkan sunnah tapi tidak dengan metode yang ‘nyunnah’, kadang kita meributkan pentingnya isbal dan jenggot, tapi ada saudara kita yang masih bermaksiat kita diem aja. Kadang kita syuro’ hanya untuk menentukan kapan syuro’ lagi, tapi amal kita nol ! Nol, karena produktivitas tidak diukur dari frekuensi syuro’, tapi dari berapa jumlah ‘lingkaran’ yang kita bina, apa prestasi da’wah kita dalam setahun ini, apa langkah kita untuk menambah ma’isyah yang meringankan beban da’wah.

Jangan kecil hati dong. Masih ada peluang koq. Cuma, jadilah lebih humanis, sehumanis Rasulullah SAW dan para shahabatnya. Sehumanis mereka yang ‘tega’ mengorbankan separuh rumahnya untuk dihuni saudaranya, kaum muhajirin. Sehumanis mereka yang melindungi saudaranya dari sabetan pedang dan tombak. Sehumanis mereka yang ikhlas menginfakkan seluruh kebun kurmanya untuk jihad fi sabilillah. Kapan lagi kita bertindak ? Masihkah bermimpi menunggu bangkitnya Abu Bakar r.a, atau Ali bin Abi Thalib r.a ? Nggak deh ! Ya cuman kita yang tersisa, dan tentu bersama adik-adik dan teman-teman remaja masjid kita yang masih jauh dari suasana Islami. Ya hanya kita, pewaris nabi dan shahabat yang ada saat ini. Tinggal kitanya, sadar atau tidak kalau kita sedang diwarisi risalah yang mulia ini. “Anda puas kami lemas”, ya emang beginilah terkadang gambaran bagaimana da’wah ini harus kita hadapi. Mad’u tetap terikat dengan da’wah, sementara da’i senantiasa memperbarui semangatnya. Ibarat marathon, staminalah yang menentukan, bukan panjangnya kaki atau bagus tidaknya postur tubuh kita.
Last but not least, jangan sampai kedengaran lagi retaknya ukhuwah, mental dari jalur da’wah, de el el, ibarat sebuah lirik lagu :

tiada guna kau kembali
mengisi ruang hati ini
semuanya telah berlalu
bersama lukaku

tiada guna kau berjanji
untuk setia menemani
hatiku yang tlah terluka
karena dustamu …

semua yang telah berakhir
antara hatiku dan hatimu
tak kan ada cinta
seperti yang dulu

semua yang telah berakhir
antara diriku dan dirimu
tak kan ada rindu
seperti yang dulu

kekekekekeke ……:)

Blog, Blogger dan Blogging (1.0)

IT 2 Comments »

Huff….setelah yang kemaren-kemaren machet tanpa ada tutorial yang useful, akhirnya tergerak juga jari ini buwat ngetik-ngetik sekedarnya (semoga temen-temen yang baca dong juga yha, jangan bingung lho …)

Banyak dari kita yang sudah bertahun-tahun menggunakan internet dan email, namun belum mau menggunakan satu hal baru (yang baru aja ngetrend akhir-akhir ini) di kalangan netter (pemakai internet) yang disebut dengan blog. Blog lebih banyak dikenal seperti diary online, dimana blog banyak digunakan oleh netter secara personal untuk menuliskan ide-idenya (good idea or bad idea), proyek-proyek yang sedang dikembangkan, curhat, atau bahkan sekedar mengumpat dan menjelek-jelekkan orang lain.
Apapun alasan kita menggunakan blog, blog merupakan media aktualisasi diri yang luar biasa bermanfaat bagi kita, khususnya mereka yang mencoba untuk menjelaskan ide-idenya dengan bahasa tulisan supaya lebih bermanfaat bagi orang lain. Blog juga bermanfaat untuk menunjukkan portofolio (istilah keren dari ‘hasil karya’) kita kepada orang lain, dimana lewat blog seseorang bahkan bisa memperoleh pekerjaan karena portofolionya diminati orang lain. Dengan blog, seseorang bisa belajar menggunakan bahasa inggrisnya, bahasa jepangnya, atau bahasa apapun yang sedang dia pelajari tanpa takut malu (karena bisa saja kita menyembunyikan identitas asli kita di internet). Seorang netter yang mempunyai blog, rajin nge-blog dan sering bertukar pikiran dengan pengguna blog lain disebut dengan blogger.

Ada kelebihan lain dari blogging (membuat, merekayasa, memelihara, mengisi blog). Selain kita tidak perlu membayar (yup, karena kita cukup sign-in saja untuk mendapatkan account gratis layaknya email), blogging juga menjadi sarana interaksi yang cukup baik bagi mereka yang senang dengan persahabatan, khususnya persahabatan via internet. Ada sebuah kisah menarik, dimana seorang teman saya bisa memperoleh pekerjaan di sebuah institusi asing hanya bermula dari blogging saja ! Bahkan hanya karena iseng-iseng saja, seorang webmaster yang tinggal di bilangan yogya utara berhasil mengumpulkan 500 US dollar per bulannya, dengan aktivitas blogging dan bersosialisasi dengan blogger yang lainnya (pengin tahu caranya ? Makanya, bikin blog dulu dong!). Seorang blogger juga bisa dengan mudahnya mengubah-ubah konfigurasi dan tampilan blog-nya, sesuai dengan pengetahuan yang ia miliki. Bagi seorang pemula, blog memberikan keleluasaan karena konsep-konsep drag and drop dan klik sana-sini untuk mengubah konfigurasi. Bagi mereka yang hobi mengutak-atik, blog memberikan keleluasaan untuk mendesain ulang tampilannya, bahkan apabila harus coding ulang, seseorang akan mampu untuk membuat tampilan yang excellent dan sama sekali berbeda dengan blog-blog yang ada di dunia.

Tentu, masing-masing blog harus memiliki kelebihan supaya nilai jual dari blognya menjadi tinggi dan hit (jumlah kunjungan yang diperoleh) juga tinggi. Tak lain dan tak bukan, tentu dengan berbagai cara kita mampu untuk ‘earning money’ dengan kreatifitas kita. Dan satu hal lagi, blog bukan dominasi orang IT dan orang komputer. Semua orang dengan semua profesi layak untuk menjadi blogger dan inilah salah satu konsep kesetaraan dunia maya yang memandang seseorang bukan dari garis keturunan atau tingkat kekayaannya, namun dari kompetensi dan kontribusinya pada orang lain.
So, mengapa masih ragu ? Just take your self in front of your computer, start typing, tell your idea to others and be a blogger, ‘cause you are different with your friend, your parent, and everyone you know in this entire world.
Happy blogging …..
NB : buat kamu-kamu yang pengin punya blog gratisan, langsung aja tongkrongin alamat ini
http://www.blogspot.com
http://www.wordpress.com

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in