Kesepakatan Indonesia-Malaysia tentang PRT Selesai Bulan Ini

Diposting pada August 14, 2006 | Awan: Waton_nggasruk | oleh : sunu wibirama.

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Kesepakatan mengenai perlakuan terhadap pekerja domestik Indonesia di Malaysia akan diselesaikan pada akhir bulan ini, kata Menteri Tenaga Keja dan Transmigasi (Menakertrans) Erman Suparno.

Ia mengatakan kesepakatan itu secara substansial akan meningkatkan gaji pembantu rumah tangga (PRT) Indonesia yang sebesar 95 persen dari 350.000 pekerja domestik asing di Malaysia, dan juga merinci sejumlah hak, termasuk waktu untuk istirahat.

Setelah berunding selama bertahun-tahun, kedua negara itu pada Mei menandatangani nota kesepemahaman (MOU) tentang perlakukan terhadap pekerja domestik Indonesia.

Suparno mengatakan rincian mengenai kesepakatan dan perundingan itu diharapkan akan diselesaikan pada akhir Agustus.

“Itu akan diselesaikan pada akhir bulan ini,” katanya kepada AFP dalam kunjungannya ke Malaysia.

Indonesia telah lama mendesak untuk gaji minimum dan Suparno mengatakan ia mengharapkan kesepakatan dari Malaysia atas gaji minimum 500 ringgit (136 dolar AS) per bulan, termasuk istirahat pada setiap pekan.

Kebanyakan PRT Indonesia saat ini memperoleh 300 hingga 400 ringgit per bulan — lebih rendah dibanding bayaran yang ditawarkan di Hong Kong dan Singapura. Sejumlah mereka dipaksa untuk bekerja tujuh hari sepekan.

Suparno mengatakan kesepakatan itu juga akan mengatur tentang hak politik dan sipil, seperti akses ke komunikasi untuk tetap berhubungan dengan keluarga, dan hak memilih dalam pemilihan apa pun di Indonesia.

Para pekerja domestik, yang kebanyakan adalah Muslim, juga akan memiliki hak untuk secara bebas melaksanakan kegiatan ibadah mereka.

“Kadang-kadang kami mengirim pekerja domestik kami ke keluarga non-Muslim, dan terkadang di keluarga tersebut hak menjalankan ibadah tidak dihormati dengan penuh.”

Kesepakatan tentang pekerja domestik dengan persyaratan “hampir sama” telah ditandatangani dengan Kuwait, Yordania, Korea Selatan,
Hong Kong dan Filipina, ia mengatakan, sementara dengan sejumlah negara lagi sedang dirundingkan.

Indonesia sudah berbicara dengan Brunei Darussalam, Qatar, Syria, Uni Emirat Arab, Jepang dan Kanada serta sedang mengupayakan kesepakatan dengan Singapura, kata Suparno.

“Saya harap MOU akan diselesaikan pada akhir tahun, khususnya dengan Jepang, Qatar dan Syria,” katanya. “Prinsipnya dengan persyaratan yang sama.” (*)

———————————————— komentar massunu ———————

Negoro opo..iki. Ngimpor PRT koq bangga ~! :(

» Diposting pada awan Waton_nggasruk. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Zakat Mall
  • » Ngantri Dech...
  • » Ngomong Sak Dos, Gaji Sak Sen
  • » Chinca Lawra
  • » Wake up ...
  • » Don't Visit Malaysia 2008
  • » Malaysia = Maunya Kalo Awak Kayak Indonesia
  • » Ribut-Ribut Aliran "Karya Intelijen"
  • Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya