Diposting pada November 12, 2006 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.
Ya, benar. Kata-kata di atas kadang sangat sering menghinggapi hati ini, dengan berbagai penyebab dan bentuknya. Ada yang disebabkan oleh “muntirnya” keteguhan seseorang yang pernah mengkritik kita karena kita dianggap kurang konsisten seperti dia. Ada juga kekecewaan-kekecewaan lain, yang muncul karena harapan terlalu tinggi pada sekumpulan manusia, tapi rupanya kumpulan itu memberikan prioritas lebih kepada seseorang, hanya karena gelar dan status bapaknya (huh!! makan tuh gelar …). Ada juga, karena tuntutan ortu dan kondisi ekonomi keluarga, di mana anak pertama harus segera lulus karena anak kedua juga mau kuliah (wadhuh !). Ya, petinggi universitas yang korup tidak hanya mengacaukan tatanan perguruan tinggi, tapi juga menghapus sedikit kesenangan di hati para ortu mahasiswa. Ada juga, kecewa karena sikap bos yang mencla-mencle, padahal si anak buah mengharapkan kepemimpinan yang baik dan leadership yang handal dari bos tersebut. Pokoknya banyak deh, kecewa sama manusia. Tapi jangan sampe kita kecewa sama Allah SWT. Lha mau gimana lagi, wong kita juga nggak minta dilahirin jadi anak ustadz, or anak kyai (yang mungkin bisa menyandang kehormatan sekaligus beban karena nama ortunya), atau pun anak pejabat (yang bisa belanja dan sekolah ke mana pun ia mau) ….
Kita tetep manusia biasa, yang masih punya peluang besar masuk surga ! Nggak peduli, apakah orang lain menerima hak dunia lebih baik dari kita , nggak peduli cantik, cakep, kaya …….
Berharap aja sama Allah SWT, seperti Opick dan Melly Goeslaw ….
Dihempas gelombang
Dilemparkan angin …
Kuterkisah, kubersedih, kubahagia ..
Diindah dunia, yang bertabir sunyi
Langkah kaki, di dalam rencana-Nya
Semua berjalan, dalam kehendak-Nya
Nafas hidup cinta dan segala-Nya
Dan tertakdir menjalani
Segala kehendakmu ya Robbi
Kuberserah, kuberpasrah
Hanya padaMu ya Robbi
Bila mungkin ada luka, coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa , coba bersabarlah
Karena air mata, tak abadi ….
Akan hilang dan berganti
Bila mungkin hidup hampa dirasa
Mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya dengan-Nya hati tenang
Damai jiwa dan raga
(Lagu “Takdir”, Opick feat. Melly Goeslaw, Album Semesta Bertasbih)
» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:
November 16th, 2006 at 5:50 pm
HUkikikikik …
baru nyadar klo lagu itu liriknya bagusss
maklum jarang dengerin lagu endonesa euy
abis lirik2nya kebanyakan cuma cinta2 doank
yg penting TETAP SEMANGAT!!! ^_^