Diposting pada March 22, 2007 | Awan: Dunia Pergerakan | oleh : sunu wibirama.
Barusan dipinjemin ikhwan remaja masjid yang ghiroh banget, buku terbitan mizan yang awalnya sempet bikin aku terkejut karena sub judulnya. Hmm, bole juga nich, mumpung lagi down berat ruhiyahnya, langsung sikaatt ! Boleh juga gaya tutur ceritanya, macem buku-buku adventure Amrik yang laen, tapi ini dibumbui dengan buah pemikiran dan dalil-dalil yang membuat buku ini semakin ideologis dan menarik dibaca, terutama buat temen-temen yang hobi banget ama yang namanya kajian-kajian jihad. So, nggak ada salahnya ditulis di sini sedikit resensinya, sekalian supaya kita bisa melihat, bagaimana seorang muallaf macam Collins menafsirkan jihad secara objektif dan benar-benar meletakkannya sesuai dengan adab-adabnya….
Oke, kita mulai resensinya, ya ! Silahkan klik link di bawah ini ![]()
My Jihad bisa jadi merupakan sebuah buku pelepas dahaga bagi siapapun yang haus akan cerita petualangan. Apalagi petualangan kisah nyata yang diceritakan oleh seorang mujahid yang berjihad di berbagai belahan penjuru dunia.
Aukai Collins, sang mujahid, merupakan warga Amerika yang memperoleh hidayah memeluk Islam di usianya ke-18. Pada usia 20 tahunan, ia bergabung dengan para mujahid lainnya yang berjuang memerdekakan bangsanya di Pakistan, Kashmir, Afghanistan, Turki, Azerbaijan, Chechnya, Kosovo, hingga Liberia.
Collins cukup runtut dan detail saat menceritakan pengalamannnya serta kejadian-kejadian yang dialaminya. Bagaimana sulitnya ia memasuki negara atau wilayah konflik dengan status sebagai mujahid. Kisah petualangannya dimulai pada 1993, saat seorang di sebuah mesjid di San Diego menyarankan Collins untuk pergi ke Bosnia.
Saat itu di Bosnia tengah terjadi upaya genocide Muslim Bosnia oleh kaum Serbia. Collins pun tergerak.
Sejak itu dia berkelana dari satu medan tempur ke medan tempur lainnya. Dia kehilangan satu kakinya di Chechnya.
Sampai di suatu titik, dia terguncang. Dia kecewa dengan cara beberapa orang yang menggunakan Islam untuk tujuan mereka sendiri atau untuk menyerang orang-orang yang tak bersalah. Collins akhirnya direkrut pemerintah Amerika sebagai agen rahasia yang menyamar dalam rangka memerangi terorisme.
Dalam bagian terakhir buku ini Collins mengaku bahwa ia sediri tak yakin siapa yang ada di balik peristiwa 11 September. “Aku bahkan tak bisa menerkanya,” ujarnya. Namun, kata dia, suatu hari kebenaran akan terungkap dengan sendirinya. Suatu hari nanti.
SAMPEL WAWANCARA DENGAN COLLINS
Petualangan menakjubkan seorang mujahid Amerika dalam memasuki peperangan terpanas di dunia, kamp pelatihan Osama bin Laden, sampai menjadi agen rahasia CIA dan FBI.
PUJIAN
“Ini adalah pandangan yang sangat detail dan menyentuh dari dua hal: realitas konflik global yang telah membuat mereka yang tak bersalah disebut sebagai teroris padahal pemerintahlah yang melakukan teror; dan ketidakmampuan CIA dan FBI yang begitu kentara, keduanya penuh dengan orang baik yang terjebak dalam birokrasi yang dipolitisir secara berlebihan. Saya mengenal dan mengagumi mujahid yang satu ini—dia adalah seorang Amerika yang setia, muslim yang taat, dan pembicara kebenaran. Dengarkanlah dia, dan menangislah.”
–ROBERT DAVID STEELE, mantan agen CIA dan penulis buku ON INTELIGENCE: SPIES AND SECRECY IN AN OPEN WORLD.
“Sebuah buku penting yang membawa Anda jauh ke dalam dunia para mujahid dan fakta mengganggu yang menjelaskan mengapa peristiwa 9 September mengejutkan bagi komunitas intelijen AS.”
–ROBERT YOUNG PELTON, penulis buku THE HUNTER, THE HAMMER, AND HEAVEN, dan THE WORLD’S MOST DANGEROUS PLACES.
ISI BUKU
Aukai Collins telah menjalani hidup yang penuh keimanan, bahaya, dan spionase di beberapa zona perang paling berbahaya di muka bumi ini.
Perjalanan menakjubkannya dimulai pada 1993, ketika sesama pemeluk Islam di masjid San Diego menyarankan agar dia pergi ke Bosnia untuk menghentikan pemusnahan ras yang dilakukan oleh Serbia di sana. Ini akhirnya menuntunnya ke kamp-kamp pelatihan Osama bin Laden di Afghanistan, tempat Osama melatih mujahid-mujahid paling agresif dan mengerikan di dunia. Tetapi saat Ahmed Omar Saeed Sheikh—orang yang dituduh telah membuat Daniel Pearl, seorang jurnalis Wall Street Journal, tewas—memintanya untuk melakukan serangan tiba-tiba ke Kashmir, yang juga termasuk mengambil tawanan dan membunuh warga sipil, hidup Collin pun berubah arah.
Meskipun Aukai Collins menganggap jihad sebagai tingkatan tertinggi dari keimanan, dan bahkan bersedia kehilangan satu kakinya saat berjihad di Chechnya, serangan yang mendunia dari para teroris Islam membuatnya terguncang dan dia menjadi kecewa dengan cara beberapa orang menggunakan Islam untuk tujuan mereka sendiri atau untuk menyerang orang-orang yang tak bersalah. Dia kemudian direkrut oleh pemerintah Amerika sebagai agen rahasia yang menyamar dalam rangka memerangi terorisme.
Penanganan berhati batu terhadap dirinya oleh anggota-anggota penegakan hukum dan komunitas intelijen yang tidak kompeten memperlihatkan sebab mengapa pemerintah Amerika tidak mampu memerangi sesuatu yang tidak diketahuinya. FBI dan CIA sekarang telah menghabiskan jutaan dolar untuk memahami rangkaian peristiwa yang berpuncak pada tanggal 11 September, meskipun informasi yang mereka butuhkan sebenarnya sudah tersedia. Collins tidak hanya jadi akrab dengan salah satu pembajak pesawat, dia juga telah diundang oleh Osama bin Laden untuk kembali ke Afghanistan.
MY JIHAD adalah sebuah kisah pribadi mengenai ancaman terbesar perdamaian dan stabilitas dunia pada generasi kita, diceritakan oleh orang dalam yang pernah berada di kedua sisi konflik.
TENTANG PENULIS
AUKAI COLLINS masuk Islam saat berusia delapan belas tahun. Dia telah berkelana dan berjihad di beberapa negara di dunia, termasuk Kroasia, Pakistan, Kashmir, Afghanistan, Turki, Azerbaijan, Chechnya, Kosovo, dan Liberia. Kabar terakhir mengenainya adalah dia sedang dipenjara di Meksiko. Ini adalah buku pertamanya.
(sumber : swaramuslim.net)
» Diposting pada awan Dunia Pergerakan. Artikel lainnya pada awan ini: