DI NEGARA INI

Diposting pada July 7, 2007 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.

Di Negara Ini …

Di negara ini, orang membaca dan menghafal Qur’an disanjung-sanjung dan diberi hadiah.Tapi orang yang ingin mengamalkan isi Alqur’an secara kafaah, menegakkan syariat Islam, dibredel habis-habisan oleh pemerintah

Di negara ini, wakil presiden berteriak lantang bahwa Papua adalah bagian dari NKRI. Tapi sebelumnya, ia telah berhasil menjual Papua kepada Freeport selama 90 tahun.

Di negara ini, Presiden menangis melihat korban Lapindo. Tapi tidak kunjung berbuat sesuatu kepada rakyat yang kehilangan kampung sebesar 400 hektar, tanah, rumah dan keluarganya.

Di negara ini, semua pemimpin berteriak tentang nasionalisme, tapi ia tidak kunjung berani membredel RMS dan OPM yang jelas-jelas separatis.

Di negara ini, orang bisa saja membenci mereka yang ingin menegakkan Darul Islam di atas pemerintahan dengan sistem kufur ini. Tapi mereka, yang muslim ini, justru memberi nafas kepada para pengkhianat negara yang membiarkan tanah Islam ini diinjak-injak oleh para investor kafir dengan alasan Indonesia berekonomi lemah dan butuh modal asing.

Di negara ini, orang-orang membenci poligami dan “setengah menghalalkan” zina, karena mereka benci setengah mati melihat Abdullah Gymnastiar dan cinta mati kepada Yahya Zaini dan Maria Eva.

Di negara ini, orang-orang beramai-ramai menolak syari’at dan berlomba-lomba meniupkan isu pluralisme agama dengan dalih memenuhi Pancasila dan UUD ’45 buatan manusia. Mereka lebih segan kepada manusia daripada kepada Allah SWT.

Di negara ini, orang-orang lebih peduli kepada infotainment daripada acara-acara sosial di lingkungannya.

Di negara ini, pemimpin selalu berusaha terlihat “agak jujur” dan lebih memilih untuk “melanggar secara berjama’ah” supaya bisa saling menuduh dan akhirnya menguapkan kasus korupsi yang katanya trilyunan rupiah itu.

Di negara ini, seorang bupati pelaku korupsi buku pelajaran bisa lolos karena katanya sang jaksa kurang cermat membuat dakwaan.

Di negara ini, seorang bandar shabu-shabu 20 ton dihukum 20 tahun (belum termasuk potongan dan suap kepada polisi) dan seorang ustadz dan mujahidin perang Afghan bernama Abu Dujana dituntut hukuman mati, padahal ia belum terbukti benar kesalahannya. Sialnya, ia menjadi korban dari perilaku saudara-saudaranya.

Di negara ini ……..
Kalau mau maju, jangan pernah mau meyakini “sistem kafir demokrasi ala AS dan Israel” sebagai satu-satunya jalan untuk maju. Kalau mau maju, taatilah Allah SWT dan Rasul-Nya. Dan beristiqomahlah …….

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » More Acceleration!
  • » DIJUAL: iBook G4 Last Generation
  • » Read PhD Comics Offline (1997-2007)
  • » Pajak Sontoloyo
  • » WINNER : Nampak Beda Nyata Sama 01
  • » Nampak Beda Nyata Sama E01
  • » 3000 Hits for OpenCV Tutorial
  • » Rekaman KPK : Kasus Korupsi Departemen Kehutanan
  • 3 Komentar to “DI NEGARA INI”

    1. learner wanabe Berkomentar:

      asw.. i love writing and love reading someone else’s blog as well. hey, u have a very active blog.. i mean, untuk ukuran blog dengan tulisan ‘berat, agak persuasif dan menjurus’ (u know what i mean lah..), blog ini rame banget loh.. terakhir aku liat blog dengan komen2 yang aktif dan beragam itu di blognya adhitya mulya. dan wajar, mengingat dia itu pengarang dua novel best seller. and u? wow..u are not even a writer! (a professional one, for sure. or u are?). that’s awesome..

      one tiny little comment on this writing,
      di negara ini,
      ada lebih banyak lagi orang yang cuma bisa mengkritik tanpa ada langkah nyata..

      ah yak, dan bukan wakil presiden sekarang yang jual papua ke freeport. u DO know who he was, the one who sold our papua to those foreigners, i mean.. tapi bener juga sih kalo dia masih berkontribusi menyengsarakan warga papua sekarang.

      mmm…satu lagi, when we talk about indonesian economy, mau nggak mau MEMANG pasti nyinggung2 PMA. mau gimana lagi? that’s the truth.. meskipun atas nama pemerintah indonesia, bargaining position kita tetep aja lebih lemah, apalagi dibandingkan dengan MNC2 yang nyata2 njajah alam kita. ganti rezim, tetep aja bakal kek gini kalo karakter rezimnya masih ya-ya-nggak-nggak alias maju mundur..

      anyway, nice writing…

    2. sunu wibirama Berkomentar:

      thank’s dude, yeap. cuman kepingin ngeluarin uneg-uneg aja. politik kita nggak jahat, karena tanpa politik, berarti kita menafikan urusan masyarakat. However, niat para pengelola aja yang harus kita kontrol, supaya lurus dan nggak cari untung buat dirinya sendiri. Yah…. baru bisa jadi kritikus sich, hehehe.

    3. learner wannabe Berkomentar:

      haha..in my opinion, the best meaning of politic is who gets what, when and how. harold laswell says that, and that exactly describes the real politic. lewat politik, gampang aja mah mau ngatur orang2 satu indonesia raya juga. itulah kenapa penting banget buat kita dipimpin orang yang pandangan politiknya bener2 bener……

    Ikut urun rembug di artikel ini



    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya