Just write it on, dude !

Diposting pada July 31, 2007 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.

” Alladzii ‘alama bil Qolam, ‘alamal insaana maa lam ya’alam ” kata Allah SWT dalam surat Al Alaq ayat 4 dan 5.
” Yang mengajarkan dengan pena”, kata Allah SWT.

Salah seorang sahabat Nabi SAW, Ali bin Abi Thalib r.a. juga mengajarkan kepada kita untuk senantiasa mendokumentasikan ilmu. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya”, kata Ali.

Para ulama terdahulu, berlari-lari dari satu majelis ke majelis yang lain, untuk mendokumentasikan hadits dan syarahnya (keterangannya).

Ummat Islam di cordoba (sekarang Spanyol) masing-masing keluarga mempunyai perpustakaan yang menyimpan 10.000 buku.

Saudaraku, sepenggal pembuka di atas bukanlah sesuatu yang berlebihan atau “ngayawara”. Ummat ini pernah menjadi ummat dengan ilmu pengetahuan termaju dan terkuat sepanjang sejarah peradaban manusia. Bayangkan, selama 14 abad ummat Islam pernah memberi warna kental pada peradaban dan sejarah pengetahuan manusia. Ini bukti bahwa ummat ini adalah ummat yang tidak pernah malu untuk belajar dan mendokumentasikan sesuatu. Walhasil, ummat ini menjadi ummat paling produktif (saat itu) dibandingkan dengan ummat agama lainnya, yang relatif masih belum bisa menciptakan apapun dan berkutat dengan zaman kegelapan (sebelum masa renaisance).

Saat ini, ummat Islam berada dalam titik nadir pengetahuan. Ummat ini hanya bisa melongo, saat bangsa-bangsa kafir melakukan riset dan penemuan di berbagai bidang teknologi. Ummat ini hanya bisa berdecak kagum dan tak pernah mau menengok sejarah nenek moyangnya, bahwa mereka sebenarnya pernah berbuat yang lebih hebat, di zamannya. Ummat ini hanya berdehem dan mengeluh kalah sambil berkata, “Ya, mau bagaimana lagi. Kita dilahirkan dalam kondisi ummat islam sudah kalah, sih. Lagian, ngapain susah-susah mikirin ummat Islam ? Mikirin diri sendiri saja belum tentu beres …”

Rasululllah SAW bersabda, ” Bukan bagian dari kami, mereka yang tidak pernah memikirkan urusan-urusan ummat kami.” Kita tidak boleh tidak memberikan kontribusi untuk kemajuan ummat Islam, meskipun nilainya tidak seberapa. Mulailah dengan serius untuk menuntut ilmu, jika memang itu yang jadi andalan sekaligus jawaban pamungkas saat Allah SWT menanyai kita di akhirat kelak,
“Wahai fulan, apa yang sudah kamu berikan untuk tegaknya dinul Islam dan izzul muslimin (kemuliaan kaum muslimin) ? ”

“Ya, Allah ! Saya menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh dan berusaha untuk menularkannya pada yang lain ” . Boleh jadi, itu salah satu jawaban kita.
Tak bisa dipungkiri, kelemahan ummat Islam terletak pada enggannya mereka untuk mencatat dan mengulang kembali apa yang sudah pernah mereka lakukan. Beberapa contoh riilnya :

1. Lemah dalam membuat dokumentasi
2. Lemah dalam pertanggungjawaban
3. Lemah dalam evaluasi
4, Lemah dalam estafet dan transfer pengetahuan

Yep, dan untuk itu semua, ada sebuah kata yang tepat. “Write it on, dude ! Make your brain smarter by doing some handwriting job… ” . Ndak usah malu nyatet, ndak usah malu meneladani para sahabat, dan orang-orang pandai sebelum kita …

Wallahu a’lam

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Kebersihan dan Berkah Sebuah Negeri
  • » [Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur
  • » Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!
  • » Renungan Susu Jahe - Ar Rahman 39
  • » [Kliping] : Republika Online
  • » Dzaghridi Ya Samaa’
  • » Kajian Ramadhan
  • » Selamat Jalan, Mbah. Pertanyaanmu Terjawab Sudah…
  • Ikut urun rembug di artikel ini



    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya