Diposting pada November 22, 2007 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.
“Barongan menggambarkan kisah-kisah di zaman Nabi Allah Sulaiman dengan binatang-binatang yang boleh bercakap. Kononnya, seekor harimau telah terlihat seekor burung merak yang sedang mengembangkan ekornya. Apabila terpandang harimau, merak pun melompat di atas kepala harimau dan keduanya terus menari. Tiba-tiba Pamong (Juru Iring) bernama Garong yang mengiringi Puteri Raja yang sedang menunggang kuda lalu di kawasan itu. Pamong lalu turun dari kudanya dan menari bersama-sama binatang tadi. Tarian ini terus diamalkan dan boleh dilihat di daerah Batu Pahat, Johor dan di negeri Selangor.”
(Sumber : Malaysia Heritage)
Baru kali ini saya menemukan sebuah negara penjiplak, plagiat habis, yang nggak pernah ngerti rasa malu. Nggak tahu kenapa, pas mbuka’ detik.com dan membaca sekilas, koq ada berita yang bikin gerah. Berita itu bisa dilihat di link ini.
Bukan karena nasionalisme sempit alias chauvinisme lho, ya. Tapi tindakan “brutal” dengan melakukan plagiat reog, mematenkan motif dan corak batik, ngantemi wasit karate Indonesia, menganiaya TKW dan yang paling parah adalah mengklaim lagu Rasa Sayange sungguh sudah diluar batas-batas sopan santun dan unggah-ungguh internasional. Bayangkan, kalo digunakan untuk kesenian lokal saja masih mending. Lha ini, ditampilkan di situs resminya ! Nah, setelah itu diberi label Tari Barong Melayu dan dikomersilkan untuk devisa mereka.
Luar biasa culas tho tetangga kita yang satu ini ? Ibarat pagar, ini nggak cuman makan tanaman, tapi juga nusuk yang punya taneman. Dan pagar yang kayak gini sih nggak produktif, cocoknya ya dibakar aja diganti pagar besi.
Bukankah demikian pembaca yang budiman ?
» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:
November 22nd, 2007 at 10:27 am
sabar mas, sabar..cuman ya bener juga tuh, bikin kesel !
November 24th, 2007 at 3:39 am
Capek rasanya kalau membahas mal(eng)aysia.Bisa panjang soal Indon-Mal(eng)aysia kalo untuk ditulis. Tetapi sak jane Indonesia itu ndak ono sing nandingi lho kalo masalah unggul-unggulan. (Apalagi hanya dengan negeri sak uprit yang nyoto-nyoto bekas murid-e Indonesia. Sing saiki malah nglunjak ora nduwe dugo).Tetapi kenyataanya, bangsa Indonesia itu terlalu baik, terlalu gampang he-eh(permisif), gampang curigaan dengan saudara sendiri,dan kayaknya punya problem(pembawaan) kecenderungan ndak serius alias cengengesan+iseng. Pemimpin kita kayaknya perlu berdialog dengan bahasa diplomasi yang mencerminkan bahwa kita beragama dan berbudaya. Atau kita lebih suka pake cara bung Karno “Ganyang Malaysia”(Tapi sing ngefans Siti Nurhalizah piye?). Atau mending para pengrajin dadak merak menghentikan ekspornya ke Malaysia aja. Repot-repot, kalau ngadepi murid sing mbalelo ki…Ya kalau anak kecil rewel bisa dipangku, dinasihati. Apa kita juga perlu pangku Malaysia?
November 25th, 2007 at 9:23 am
wew emang ntu bukan tetangga yang baik. apa karena khasanah budaya nya ngga se kaya Indonesia… ngga ada yang tau
November 26th, 2007 at 2:30 am
Salaaam,
Bangsa tak memiliki budaya. Cuma mengunggulkan budaya Melayu yang tak seberapa. Makanya, dia mau jualan dengan mencuri dan merampas kreatifitas negeri jiran Indonesia. So, nunggu apa lagi Pak Presiden? rakyat ada di belakangmu.
WK
November 26th, 2007 at 3:26 am
sebenanrnya malaysia tuch bukannlah bangsa besar…
jadi hajar aja..
dasar adik kurang ajar
emang malaysia kaya
tapai mereka tuch y orang kaya tapi bodoh dan iri hati
klo g percaya
baca deh pengantar sejarah melayu
nah maka loe bakal tau sifat orang melayu utch kayak apa
ambo sebagaiorang minang g bangga
klo minangkabau bagian melayu
justru kebalikaannya
melayu bagian minag kabau
kenapa g
loe lihat aja bahasa nya
2.000.000
lebih kata- kata bahasa minang diserap dan di jadikan bahasa mereka
jadi pantas dech
merekak itu melayu miskin yang iri hati
tapi karena banyak duit aja mereka bisa ini bisa itu
tyapi dari segi pengalaman
malaysia g bakal bisa nandingin indonesia
menurut banci (sensus)dalam bahasa ) orang malay di sana
banyakan orang indoesia d sana
klo pemerintah pro aktif
tarik aja dech semua orang indonesia d malaysia
nach
bakalan bingung dan morat marit dech tuch negara
December 4th, 2007 at 2:46 pm
Aq ga abis pkir ya klo malaysia sepicik itu,yg tega-teganya merampas kebudayaan indonesia yang tlah menjadi tradisi tsb. Aq ni aja asli anak ponorogo dan tau betul seluk beluk/asal mula kesenian REOG,mnurut aq cerita yang diumbarkan oleh malaysia mengenai REOG adalah kesenian asli dari malaysia itu BOONG belaka n ga masuk di akal.
klo malaysia kayak gini terus kepada indonesia, berarti mereka menginginkan perang.
December 4th, 2007 at 3:25 pm
why malaysian like to take our cultures and malaysian are robber on the world. the famous and dangerious robber. but I think malaysian are dangerious people all. if malaysian dont like it called, I dont care about that because it is my comment for a robber, and all resident on the world must be careful to malaysian.
aku benci sekali sama orang malaysia tapi apa boleh buat karena dah di ambil ya namanya merampok dan menculik hak negara lain dan negara paling tidak kreativ di dunia tidak melmiiliki kebudayaan sendiri dan negara termiskin budaya di dunia. orang malaysia itu ga takut dosa apa. katanya negara islam, tapi ko suka mencuri hak negara lain ya, aku ga habis pikir deh. negaranya orang contekan dan bangsat di dunia ini semoga kena kutukan dari yang kuasa. amiiiin
December 7th, 2007 at 9:38 am
apa mau ngajak perang ya
dikira kita ga berani apa. padahal mlsia tu dikencingi ama seluruh rakyat indonesia aja bisa banjir (hehe) sorry just kidding abis kesel bgt ama tingkah laku msia yg ga bosen2nya bikin rakyat indonesia marah
January 14th, 2008 at 10:01 am
yup, perangnya jangan lewat fisik. karena bukannya jamannya lagi. sekarang buktikan dengan keunggulan kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia. tunjukkan keunggulan dan kebangsaan kita.
yup! working harder for making this country better!