Diposting pada November 27, 2007 | Awan: Waton_nggasruk | oleh : sunu wibirama.
Sebuah kampanye aneh mendadak menyentil sense “blogger” saya. What the …… is this ? Apaan tuh, koq kayaknya sangat menarik untuk dibaca. Mouse saya pun bergeser ke sebuah situs rasis sekaligus nasionalis yang mewakili uneg-uneg anak Indonesia yang diperlakukan tidak adil di negeri jiran sana. Ya, Malingsia.Com membuat saya tersenyum kecut. Saat browser terbuka, terdengar lagu instrumentalia Rasa Sayange dan beberapa paragraf lirik “plesetan” yang menghinakan sang jiran. Membaca artikel-artikel blog nasional ini sungguh membuat besar hati, sekaligus membuktikan bahwa kepedulian tidak hanya sekedar dengan kata-kata “Bangsa ini siap perang !” sebagaimana terlontar dari Presiden kita tercinta. Hore…..akhirnya ada juga yang kreatif !
» Diposting pada awan Waton_nggasruk. Artikel lainnya pada awan ini:
November 27th, 2007 at 7:30 am
beginilah kalo negara tidak berdasar syariat islam ,nasionalisme busuk nya dijunjung-junjung,masalah yg gak penting(lagu…??),reog,apalagi?emboh
jadi ingat si gusdur ngoceh negara berdasarkan wilayah-wilayah jadi kalo beda wilayah trus perang gak papa,padahal sama-sama muslim.Tapi memang iya kita ini bangsa dhoif,lemah,banci jadi mbayangkan gimana nanti kalo amerika nyerang ke sini mungkin malah jadi bangsa kuat kita kaya’ Iraq,Afghan dan akan banyak syuhada dari negara yg namanya indonesia ini jangan mau surga dipenuhi orang2 dari Palestina,Iraq,Afghan,Checnya.
Ya Allah sekiranya Engkau akan menggantikan bangsa ini dengan yang lebih baik maka gantikanlah Ya Allah
November 27th, 2007 at 8:05 am
@narakushutdown
wah, koq tiba-tiba “belok” nggak kasih sein, nih. Syari’at Islam itu tidak pernah mengakomodasi rasisme, mas. Semua sama di hadapan Allah, selain amal dan ibadahnya. Sedangkan topik kita kali ini adalah, bagaimana memikirkan saudara kita yang “teraniaya”, hanya karena ia beda wilayah dan beda bangsa, seperti yang mas bilang.
Ikhtiar terhadap keseimbangan informasi dan berita atas kondisi Indonesia v.s. Malaysia adalah usaha riil yang patut dihargai, terlepas Islami atau nggak. Permasalahannya tidak sekedar “tegakkan syari’at” di atas tong sampah (baca : indonesia) ini. Permasalahannya adalah, menjadikan ummat ini (dimulai dari bangsa ini), memiliki harga diri di hadapan bangsa yang lain. Dan ini adalah bagian dari penegakan syari’ah, kalau Anda ingin tahu. Membela kepentingan ummat yang teraniaya, meskipun oleh sesama muslim (kita nggak tahu mereka fasiq atau nggak) adalah bagian dari kewajiban kita. Minimal kalo tidak berbuat, beri sedikit apresiasi dan advokasi terhadap saudara kita. Minimal kalo tidak berbuat apapun, jangan mencela. Minimal kalau kita muslim, berilah simpati kepada siapapun saudara kita yang teraniaya. Atau kita bukanlah ummat Rasulullah SAW, manakala kita tidak mau peduli terhadap nasib saudaranya.
“Kalau Anda tidak bisa berbuat baik, cukuplah untuk menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik”
(dikutip dari ucapan Rasul SAW, kitab Riyadush Shalihin).
November 28th, 2007 at 2:19 pm
bantai bang!!!
bantai!!!
bakar!!!
bakar!!!
huahahahah
piss ^.^V
November 29th, 2007 at 2:37 pm
eh ada juga.. krain sepi2 jaa..heghegheg….
kata pak ustadz faudzil adhim,, tu negara emg ga punya malu.. ga punya udel ktanya.. hohohhoooo.. mungkin memgn benar begitu?
December 4th, 2007 at 4:07 am
Kalo misal cuma lewat boleh ga??lagian ngapain juga ke Malaysia…kebutuhan di negeri sendiri aja tercukupi dan juga kita harus bangga dengan negeri sendiri…switts2
Malaysia ngajak perang…yang bener aja…
December 9th, 2007 at 11:21 am
quoted :
Minimal kalo tidak berbuat, beri sedikit apresiasi dan advokasi terhadap saudara kita.
“Kalau Anda tidak bisa berbuat baik, cukuplah untuk menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik”
(dikutip dari ucapan Rasul SAW, kitab Riyadush Shalihin)
ehm mas… menurut saya blog yang sampeyan link agak berlebihan dalam mengaktualisasi apresiasi, advokasi dan hadits Rosul di atas
yuk ah, jangan ikutan manas2-in… izzah bisa ditegakkan dengan cara yang lebih “menenteramkan”… beberapa isi blog malingsia.com memang bagus dan berdasar fakta, tapi sisanya.. fiuhh bikin ngelus dada
~numpang mampir =p
January 17th, 2008 at 2:31 am
@agung
iya po mas ? Berlebihan ya…. ? Ooo…kalau mas Agung punya saudara yang tinggal di Malaysia, terus tiba-tiba “dipukulin idup-idup” dan disangka TKI gimana? Padahal dia dosen loh, hayo ? Bukan berlebihan mas, cuman memberikan travel warning aja, koq. Silahkan kalo mau ke sana, ati-ati aja pesen saya, heheh…..
Dan jangan kapok lagi, kalau udah kejadian. Muga-muga nggak sih…
Gitu lo mas, maksud saya.