Diposting pada November 29, 2007 | Awan: Motivation | oleh : sunu wibirama.

Kefakiran itu dekat dengan kekafiran - begitu perkataan Kanjeng Nabi SAW. Fenomena ini ternyata bukan hanya monopoli orang-orang terdahulu saja. Saat ini, kita pun perlu berpikir untuk hidup “kecukupan” dalam berbagai sudut pandang dan perspektif kita masing-masing. Hemat, adalah anjuran Islam dan sudah disebutkan dalam Al Qur’an (pemboros adalah ikhwan as syayaatin, temannya syaithon, kata Allah SWT dalam Al Qur’an surat 17 ayat 26-27)
Nah, tema kita kali ini adalah bagaimana berpikir kreatif untuk menjadi lebih kaya, tidak dengan mendapatkan gaji yang lebih besar, tapi dengan sedikit lebih cerdas mengelola keuangan kita. Kalau beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan artikel tentang Ingin dan Butuh, maka kali ini saya akan sedikit mengulas sumber bacaan yang saya gunakan untuk penulisan artikel tersebut.
Buku Mas Safir yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” ini menitikberatkan pada pentingnya Money Management yang menitikberatkan pada dua point utama : Saving dan Investment. Lima kiat yang ditekankan oleh Mas Safir adalah :
1. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif
Harta produktif adalah harta yang memberikan penghasilan pasif bagi kita. Apa artinya ? Meskipun Anda bukanlah seorang pengusaha, Anda harus belajar untuk menjadikan harta Anda sebagai aset yang bekerja untuk Anda. Menjadi kaya tidak harus berpenghasilan besar, kata Safir Senduk. Menjadi kaya adalah permasalahan mengelola harta Anda dan menjadikannya sebagai aset yang bekerja, berapapun penghasilan Anda. Salah satu caranya adalah dengan melakukan saving dan menjadikan harta Anda sebagai aset / investasi bisnis.
Catatan : jika Anda adalah muslim yang baik, maka pertimbangkan kembali bermain saham (Reksadana) sesuai dengan kaidah halal dan haram. Pikirkan kembali, apakah bermain saham sama dengan judi ? Silahkan merujuk kepada Al Qur’an dan Sunnah.
2. Atur Pos Pengeluaran
Catat seluruh pos pengeluaran. Bedakan dan kualifikasikan pos pengeluaran menjadi biaya hidup, cicilan utang dan premi asuransi (jika punya). Urutan yang harus Anda penuhi terlebih dahulu justru : cicilan utang, premi asuransi, baru biaya hidup. Mengapa ? Silahkan baca bukunya.
3. Hati-hati dengan Utang
Di dalam Islam, utang bisa mencegah tertundanya pahala syahid seorang syuhada. Dari sini seseorang harus benar-benar paham, utang harus dilakukan secara hati-hati dan penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. Mas Safir akan memberikan tips-tips sederhana untuk behati-hati melakukan utang.
4. Sisihkan Pos Pengeluaran Masa Depan
Jangan berpikir terlalu sederhana menghadapi pos pengeluaran. Pastikan Anda tidak melewatkan pos-pos pokok berikut, bila Anda memang menghargai kerja keras Anda selama ini :
- Pendidikan Anak
- Pensiun
- Properti (rumah)
- Bisnis
- Liburan dan perjalanan ibadah
5. Miliki Proteksi
Asuransi adalah hal yang kurang lazim, umumnya di kalangan warga kota menengah dan kecil. Mas Safir memberikan gambaran yang cukup sederhana mengapa perlu proteksi terhadap aset yang kita miliki. Sebuah pilihan saja, tapi menarik untuk dikaji.
Nah, silahkan membaca isi buku ini lebih lanjut. Harapannya, kita tidak mudah mengeluh dengan kadar rizki dari Allah SWT karena sesungguhnya kekayaan adalah masalah cerdas dan tidaknya kita menjemput dan mengelola jatah rizki kita. Bukan perkara ketidakadilan takdir
Wallahu a’lam
» Diposting pada awan Motivation. Artikel lainnya pada awan ini:
November 30th, 2007 at 1:45 am
a very nice start. yen wis sukses ojo lali gek ndang rabi, he.he.
November 30th, 2007 at 3:54 pm
aduh, pingin kaya nih.
December 1st, 2007 at 1:42 am
jangan hanya pingin tapi HARUS KAYA !!
December 9th, 2007 at 6:39 am
Mas Sunu, klo bisa PDF link nya dihilangkan aja deh;
yg punya buku lewat milis miliknya udah pernah menyesal klo bukunya dibajak hingga seperti itu sehingga buku yg telah disusunnya beberapa bulan menjadi tidak laku.
ya dengan profil mas Sunu yg alim , mungkin bisa ikut merasa senasib ikut sedih dengan pembajakan bukunya…
December 9th, 2007 at 10:41 am
@fauzul arifin
hmm…..gitu ya, Pak. Iya deh, saya hilangkan. Makasih dah ngasi informasi. PDF ini saya dapet justru dari sebuah CD bonus buku yang saya beli dari Gramedia, jadi dari Elex Media-nya langsung, gitu. Saya pikir dengan disertakan dalam CD oleh penerbitnya memberikan harapan juga bagi pembaca untuk men-share-nya secara langsung. Oke deh, saya hilangkan. Buat pembaca yang masih penasaran juga, monggo silahkan googling sendiri dan semoga mendapatkan yang diharapkan