I am Legend !

Having Fun, Iseng 2 Comments »

legend-1.jpg 

My Name is Robert Neville, I am a survivor living in New York city.

I am broadcasting on all AM frequencies,  I wil be at the South Street Port every day at midday. When the sun is highest in the sky. If you are out there, if anyone is out there, I can provide food, I can provide shelter, I can provide security. If there is anybody out there, anybody, please, you are not alone.

(Message broadcasted by Dr. Robert Neville - AM Radio Frequency - New York)

Alkisah, bumi dilanda sebuah virus Krispin, yang mematikan dan membunuh 94% populasi penduduk bumi. Dari 6 milyar penduduk, kemungkinan penduduk yang kebal terhadap virus itu kurang dari 1% atau sekitar 12 juta orang, sedangkan 588 juta lainnya berubah menjadi zombie akibat virus tersebut. Dokter Robert Neville (Will Smith) adalah salah satu dari mereka yang hidup dan tersisa di New York. Ia menjalani kehidupan sehari-hari bersama seekor anjing betina, Samantha. Selain mengisi hari-hari kosongnya, ia juga berusaha untuk menemukan vaksin bagi virus tersebut, termasuk behadapan dengan makhluk zombie buas yang hampir saja merenggut nyawanya.

 

Film besutan Francis Lawrence ini sebenarnya sebuah remaking dari judul film The Last Man on Earth (1964) dan The Omega Man (1971), dengan nuansa baru tentunya. Film ini dibuat berdasarkan sebuah novel fiksi ilmiah karya Richard Matheson (1954). Will Smith memerankan seorang ilmuwan militer yang berusaha untuk tetap hidup meskipun ia hanya beraktivitas seorang diri di kota New York yang berubah menjadi hutan belantara. Lawrence dengan cerdas menggambarkan pedihnya suasana kesendirian dengan banyak membuat scene bagian-bagian kota yang senyap dan hanya dipenuhi dengan ilalang serta hewan liar. Kerusakan bangunan, aspal, mobil seolah-olah menggambarkan bahwa New York sudah lama ditinggalkan oleh penduduknya. Sekilas, film ini mirip dengan film Residence Evil, namun lebih menekankan akting tunggal Will Smith daripada bumbu action dan adegan tembak-menembak. Smith berakting dengan bermonolog dan mengajak bicara Samantha yang ia personifikasikan sebagai sahabat dekatnya. Ia mengeluh, bercanda, dan bercerita kehidupan sehari-harinya pada anjingnya yang seolah-olah mengerti isi hatinya.

Read the rest of this entry »

Mie Ramen Murah !

Iseng 8 Comments »

Alhamdulillah, atas saran seorang teman kru HPC, akhirnya saya berhasil mencoba wisata kuliner Mie Ramen murah yang rasanya lumayan mak nyus, di Jalan Kaliurang KM 10.5. Kalau jalan dari arah selatan, ada di kiri jalan (barat jalan). Namanya KAFE GAUL. Nama yang cukup aneh dan nggak nyambung dengan sajiannya. Tapi yang jelas, di sana ada tulisan Jepang yang kata seorang teman sih bacanya “Ra-Men”. Pas masuk ke sana, kita langsung disodori menu sama Chef Dedi, pemilik sekaligus koki warung tersebut. Lumayan enak koq suasananya, lesehan dan bersahabat banget. Saya memesan makanan Shio Ramen (Mie Jepang dengan daging asap porsi besar) dengan harga Rp. 7000 dan Sencha  (Teh Hijau khas Jepang) seharga Rp.2000. Kalau di restoran Jepang harga satu porsi bisa di atas Rp.20.000 lho! Saat melihat mangkuknya, langsung rasanya perut ini kenyang seketika. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat foto di bawah ini yang bikin kenyang lahir batin. Ayo, nyoba yuk !Ramen Enak 

Da’wah Tidak Hanya Butuh Pribadi Sholih

Dunia Pergerakan, Islam, qalbu 5 Comments »

“Wis percaya lah, kang. Mesti bisa diandalkan. Dia itu dari penampilannya sudah kelihatan meyakinkan. Jenggotnya aja lebih panjang daripada guru-guru ngaji kita itu, hehehe”

 Saya cuma tersenyum simpul saat mendengar guyon maton itu. “Penampilan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”, kata sebuah jargon iklan semprotan penghilang bau badan. Apabila kita sering berinteraksi dengan kalangan penggiat keislaman, kita akan melihat betapa banyak pribadi-pribadi sholih yang bisa kita lihat sekilas dari tampilan fisik dan aktivitasnya. Bahkan sebagian dari mereka benar-benar menerapkan sunnah nabi kemana dan dimanapun ia berada. Mereka menggigitnya dengan gigi geraham dan tidak melepaskannya. 

 

Namun, jika bergelut dalam dunia ke-jama’ah-an, pribadi-pribadi sholih yang kelihatannya siap menanggung beban - yang bahkan gunung aja mundur saat diminta Allah SWT- menjadi pemakmur bumi (dalam arti yang luas), niscaya kesholihan tadi bisa jadi akan “luntur” karena kompleksnya karakter manusia yang ada di dalam jama’ah tersebut. Luntur di sini, bukan dalam makna yang sebenarnya.Ya, jenggot boleh panjang. Celana boleh saja congklang. Tapi untuk urusan kerja da’wah dan menanggung beban berat berinteraksi dengan masyarakat, hanya beberapa saja yang bertahan. Ceramah boleh saja fasih, hafal banyak juz Al Qur’an. Tapi untuk urusan implementasi ayat dan menggigit idealisme saat dibenturkan dengan urusan “perut”, ada baiknya saling menasihati dan belajar dari banyak pihak, bahkan dari mereka yang bukan bertitel “ustadz” sekalipun.

 

Dunia amal dan keberjama’ahan ternyata lebih kompleks daripada dunia kesholihan pribadi saja. Dunia amal menuntut adanya win-win solution, yang tidak jarang diantaranya akan menimbulkan kepuasan di satu pihak dan kekecewaan di pihak lain. Dunia amal juga menuntut seorang pemimpin tidak hanya pinter ngomong aja, tapi juga terjun langsung - down to floor - “ngepel” bersama anak buahnya, meskipun ia sudah banyak makan asam garam dan bahkan di hatinya terbersit pertanyaan, “Yah, ngapain sih kerjaannya sama aja, nggak masa muda, nggak masa tua tetep aja sama”. Dunia amal juga menuntut sebuah pengertian bahwa kita bekerja dengan jama’ah manusia - kata Pak Anis Matta- bukan jama’ah malaikat. Artinya, kita harus mempersiapkan hati untuk menerima berbagai kekurangan yang ada dan mencoba untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan kita. Dunia amal juga menuntut seorang jundi (anak buah) untuk banyak-banyak mengambil hikmah dari sikap taatnya terhadap sang komandan (qiyadah). Lapang dada dan mengambil hikmah ini ternyata sangat berguna, jika suatu saat kita mengalami “drop” yang luar biasa, hanya karena apa yang kita inginkan ternyata “ora podho karo sik dikarepake jama’ah” (berbeda dengan yang diinginkan oleh jama’ah).

Read the rest of this entry »

Sekilas Tentang RI Grid

Grid Computing No Comments »

Grid Computing adalah sebuah solusi untuk menghemat usaha melakukan riset bersama dan berbagi resource antar peneliti di lokasi yang secara geografis sulit ditempuh dalam waktu singkat

Dengan meningkatnya kebutuhan para peneliti akan sumber daya komputasi untuk melakukan e-Science dan berkembangnya teknologi grid computing maka beberapa negara telah mengambil inisiatif untuk mengimplementasikan infrastruktur komputasi grid di tingkat nasional. Beberapa contoh di antaranya: India , Singapura , dan Jepang. Beberapa negara ASEAN yang lain pun kini tidak ketinggalan dalam mengembangkan infrastruktur grid untuk riset berskala nasional. Sebut saja Malaysia dengan MyREN (2005) dan Thailand dengan ThaiGrid (2006)

Suatu infrastruktur komputasi grid di tingkat nasional akan dapat menekan biaya investasi dibandingkan bila masing-masing institusi penelitian di negara tersebut harus mengadakan perangkat komputasinya sendiri-sendiri. Lebih lanjut, sistem komputasi grid yang menuntut penggunaan sumber daya komputasi secara bersama-sama akan menumbuhkan semangat berkolaborasi di antara para peneliti tersebut. Suatu hal yang amat positif. Read the rest of this entry »

One of Six

Silaturrahim 5 Comments »

 dosen2008.jpg

 

Alhamdulillah …. 

 

Setelah beberapa lama menunggu pengumuman, akhirnya keluar juga. Dan alhamdulillah, saya masuk diantara enam orang calon staf baru yang akan berjuang bersama-sama rekan-rekan Teknik Elektro ke depan. Kalau kata orang, seorang PNS harus bersiap dengan gaji kecil dan banyak makan ati (karena harga-harga naik, tapi gaji nggak pernah naik). Banyak yang sudah mewanti-wanti demikian. Tapi, tentunya saat yakin rizki kita dijamin Allah SWT, pasti ada jalan keluarnya. Wallahu a’lam, saya lebih tenang dengan dunia pendidikan dan riset, daripada harus jumpalitan di dunia birokrasi, politik praktis, apalagi lingkungan industri yang tak kenal waktu untuk beristirahat. Dan yang paling penting, kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi masih sangat terbuka lebar. Salah satu cara untuk mengawalinya, mencoba untuk konsentrasi pada riset yang kita sukai. Allahu yarham …

 

Semoga barokah

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in