Diposting pada January 30, 2008 | Awan: Having Fun, Iseng | oleh : sunu wibirama.
My Name is Robert Neville, I am a survivor living in New York city.
I am broadcasting on all AM frequencies, I wil be at the South Street Port every day at midday. When the sun is highest in the sky. If you are out there, if anyone is out there, I can provide food, I can provide shelter, I can provide security. If there is anybody out there, anybody, please, you are not alone.
(Message broadcasted by Dr. Robert Neville – AM Radio Frequency – New York)
Alkisah, bumi dilanda sebuah virus Krispin, yang mematikan dan membunuh 94% populasi penduduk bumi. Dari 6 milyar penduduk, kemungkinan penduduk yang kebal terhadap virus itu kurang dari 1% atau sekitar 12 juta orang, sedangkan 588 juta lainnya berubah menjadi zombie akibat virus tersebut. Dokter Robert Neville (Will Smith) adalah salah satu dari mereka yang hidup dan tersisa di New York. Ia menjalani kehidupan sehari-hari bersama seekor anjing betina, Samantha. Selain mengisi hari-hari kosongnya, ia juga berusaha untuk menemukan vaksin bagi virus tersebut, termasuk behadapan dengan makhluk zombie buas yang hampir saja merenggut nyawanya.
Film besutan Francis Lawrence ini sebenarnya sebuah remaking dari judul film The Last Man on Earth (1964) dan The Omega Man (1971), dengan nuansa baru tentunya. Film ini dibuat berdasarkan sebuah novel fiksi ilmiah karya Richard Matheson (1954). Will Smith memerankan seorang ilmuwan militer yang berusaha untuk tetap hidup meskipun ia hanya beraktivitas seorang diri di kota New York yang berubah menjadi hutan belantara. Lawrence dengan cerdas menggambarkan pedihnya suasana kesendirian dengan banyak membuat scene bagian-bagian kota yang senyap dan hanya dipenuhi dengan ilalang serta hewan liar. Kerusakan bangunan, aspal, mobil seolah-olah menggambarkan bahwa New York sudah lama ditinggalkan oleh penduduknya. Sekilas, film ini mirip dengan film Residence Evil, namun lebih menekankan akting tunggal Will Smith daripada bumbu action dan adegan tembak-menembak. Smith berakting dengan bermonolog dan mengajak bicara Samantha yang ia personifikasikan sebagai sahabat dekatnya. Ia mengeluh, bercanda, dan bercerita kehidupan sehari-harinya pada anjingnya yang seolah-olah mengerti isi hatinya.
Dominasi nuansa Apple
Tak bisa dipungkiri, salah satu kecerdasan perusahaan Apple Inc. dalam mempromosikan produknya adalah masuk dalam segmentasi layar lebar sebagai sponsor tunggal untuk perangkat komputer, gadget dan segalanya. Sebagaimana dalam film-film lainnya, Apple juga menjadi pendukung utama film ini. Hampir semua peralatan elektronik yang diproduksi oleh Apple Inc. digunakan di film ini. Sebut saja notebook Macbook Silver Edition, layar LCD, sampai iPod yang menemani Will Smith memutar lagu-lagu Bob Marley pun ditampakkan berulang kali secara elegan, tanpa berlebih-lebihan ingin mempromosikan produk tersebut. Strategi ini cukup jitu dan tidak berlebihan karena semua orang tahu bahwa produk Apple Inc. teridentifikasi hanya dengan melirik logonya sekilas saja.
Asyik Meski Monoton
Meskipun aktor dan aktris utama yang terlibat dalam film ini sangat sedikit, bahkan hanya didominasi wajah tua Will Smith saja, namun film ini menyimpan keasyikan tersendiri meskipun harus diakui jalan ceritanya monoton dan mudah ditebak akhir ceritanya. Ending film Hollywood yang selalu happy sudah terlihat saat adegan Dokter Robert Neville berusaha menyembuhkan seorang zombie dengan vaksin buatannya. Keasyikan itu dimunculkan oleh sutradara Francis Lawrence dengan memunculkan berbagai macam aktivitas Robert Neville dalam kesendiriannya, berburu rusa dengan senapan jarak jauh dan mobil sport, bermain golf di atas galangan kapal induk Amerika, berolahraga bersama anjingnya, memancing, dan masih banyak lagi. Kecerdasan Lawrence dan kemampuannya mengubah New York menjadi sunyi senyap inilah yang membuat film ini tetap “hidup” dan menghibur. Jika diberi skala paling tinggi 10, film ini mendapatkan nilai 7 dan masih layak menjadi hiburan untuk melepaskan kepenatan sehari-hari.
» Diposting pada awan Having Fun, Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:
January 31st, 2008 at 3:30 am
elek,,,endinge elek tenan
apikan resident evil
February 12th, 2008 at 5:33 am
aku bosen nontone