10 Keanehan Customer Service Telkom Speedy

Diposting pada May 14, 2008 | Awan: Speedy | oleh : sunu wibirama.

Speedy

Mbak Yang Aneh (MBA) : “Selamat pagi, telkom speedy. Ada yang bisa dibantu?”

Saya : “Iya nih, mbak. Mo tanya nih,kok koneksinya lambat ya. Padahal YM saya bisa tuh, tapi nggak bisa browsing” (*mode pura-pura bodoh : ON)

MBA : “Oo..kalau sudah bisa YM, berarti sudah bisa koneksi internet itu pak. Tidak ada masalah di Telkomnya”

Saya : “Oo…gitu ya, koq bisa ya? Padahal saya nggak bisa browsing nih. Apa ada masalah di router ADSL-nya ?”

MBA : “Tidak pak. Tidak ada masalah di router ADSL-nya (*padahal mbaknya ngecek aja belom, kan via telepon). Itu bukan pada router atau jaringan kami. Koneksi lambat bukan pada jaringan Telkom pak, tapi kemungkinan pada komputer bapak. Mungkin memornya terlalu besar atau bagaimana… coba bapak konfirmasikan pada teknisi komputer bapak. Ada lagi yang bisa dibantu ?”

Saya : “Oo…sudah mbak. Dah cukup…ya…ya …..” (*mode agak dongkol : ON, langsung nutup telepon)

Tuuuutt…………………..
Dan internet saya pun tetep nggak bisa idup. Piye toh iki ?!!

Yap, itulah sekilas percakapan saya dengan seorang mbak-mbak (atau ibuk-ibuk?) customer speedy Telkom Speedy yang, menurut saya, cukup aneh. Mengapa aneh ? Ini dia, bukti-bukti keanehan yang saya dapatkan dari percakapan singkat tadi :

1. Terlalu pede. Ya, pede itu boleh saja. Tapi terlalu pede bisa bikin gondok seseorang, apalagi kalau bicara nggak pake ilmu. Alih-alih memuaskan, malah bikin ketawa pelanggan. Dikiranya pelanggan orang bodo semua mungkin (sayangnya saya nggak bodo-bodo banget gitu…).

2. Bisa telepati. Baru kali ini ada CS bisa telepati, kayak acara klenik di Jogja TV yang pake gamelan segala untuk menyembuhkan penyakit lewat transfer energi. Lha wong ngecek modem ADSL-nya aja belum pernah, tau merknya juga nggak, koq sudah memvonis. Mungkin kalau dia bukak praktek dukun bisa lebih kaya daripada kalo kerja sebagai CS. Hehehe…

3. Bicara jaringan tapi nggak tahu apa itu jaringan. Ya, CS adalah orang yang selalu duduk di depan telepon dan komputer. Kalau dia adalah network engineer, pasti dia sangat hebat karena masih sempat melayani kemarahan pelanggan saat ia sibuk dengan berbagai perintah netstat dan ping-nya.

4. Menyalahkan klien. “Itu mungkin pada komputer bapak”. La? Tau merknya aja nggak, megang aja belum pernah kalee, dan paham komputer juga belum tentu. Tapi tiba-tiba menyalahkan klien, yaitu Saya. Komputer saya ini sehat wal ‘afiat lho. Tiap malem sebelum tidur minum jamu (baca : dicharge listriknya), pagi juga olahraga (baca : diidupin). Lha koq komputer saya yang divonis rusak. Mbokdhe beruk tenan iki, Dalijo, Gareng Rakasiwi… (we malah nyebutin pemainnya “Obrolan Angkring TVRI”).

5. Ngrepoti teknisi komputer. Entah merujuk ke siapa dan teknisi yang mana, tapi jelas dari percakapan tadi si mbak telah merepotkan teknisi komputer yang tidak berdosa itu. Mereka jelas mengurusi KOMPUTER, bukan mengurusi INTERNET. Sedangkan tema yang saya lontarkan di awal percakapan adalah tema tentang INTERNET. Mas teknisi, maaf lo ya. Saya ngga’ bermaksud bikin susah njenengan.

6. Menyalahkan memori komputer. Hubungannya apa ya, memori komputer sama koneksi internet? Lha wong browsing aja nggak bisa koq. Kalo browsing bisa, terus komputer melambat, nah agak logis karena ada cache dalam memori kita. Mbok kuliah sampe Harvard aja tetep nggak nemu jawaban logis yang bisa nyambung untuk masalah ini.

7. Masih pengin mbantu lagi, padahal sebelumnya dia SAMA SEKALI TIDAK MEMBANTU. Ini tipikal orang Indonesia yang terlalu banyak basa-basi. Basa-basi itu perlu, tapi kalo kondisi urgen kayak gini, jangan terlalu banyak basa-basi sebaiknya.

8. Nggak pernah sedia FAQ dan hotline ke teknisi. Ini yang jadi keanehan ke delapan. Untuk masalah koneksi ini, sebaiknya CS menyediakan Frequently Asked Question dari pelanggan. Jadi bukan dengan metode memvonis, tapi memberikan informasi kemungkinan-kemungkinan internet melambat. Anehnya lagi, bisa memvonis tanpa bertanya ke teknisi lapangan. Nah !

9. Tidak menindaklanjuti keluhan pelanggan. Jadi hanya untuk bikin lega pas di telepon aja. Buktinya? Saya jadi tahu kalo masalah koneksi melambat saat ini karena kerusakan jaringan di sentra Jogja dari temen saya, bukan dari CS nya Telkom. Lha koq bisa ? La mbuh. Malah orang yang bukan karyawan Telkom yang ngasih tau ke saya.

10. Tidak memahami filosofi internet. Ya, orang IT tidak mungkin bicara asal tentang internet. CS Speedy harusnya adalah S1 di bidang ilmu komputer atau teknologi informasi. Dengan dasar keilmuan yang matang, orang seperti ini tidak gegabah njawab. Mempelajari masalah internet nggak cukup hanya dengan baca buku panduan dan langsung angkat telepon aja. Kalau dia bukan sarjana, bekal minimal harus 2 tahun menggeluti internet. Dan yang paling penting, suka dengan internet dan mengerti cara benarnya. Gemar membuka Friendster dan Yahoo belum bisa dianggap paham internet.

Nah, itu dia beberapa keanehan CS Telkom Speedy. Anda minat untuk kerja di sana? Sebaiknya Anda membaca artikel ini terlebih dahulu, sebelum Anda disemprot oleh pelanggan lain yang tidak lebih sabar dari saya. Duh Gusti…paringana bojo sing ayu sabar….. hehehhe….

NB :
Sebelum saya menulis artikel ini, tentu saya sudah melakukan troubleshooting standard, seperti reset modem ADSL, mengganti IP jaringan lokal saya, sampai set up ulang koneksi di modem dan di laptop saya. Setting proxy juga saya hilangkan. Di modem ADSL juga tertulis status : upstream 123 kbps, downstream 1024 kbps (atau 1 MB). So, ngga ada yang bermasalah dengan jaringan lokal saya dan modem ADSL. Lengkap, dan komputer tidak ada permasalahan apapun. Maka, siapa yang bermasalah ya kira-kira?

» Diposting pada awan Speedy. Artikel lainnya pada awan ini:
no matches

10 Komentar to “10 Keanehan Customer Service Telkom Speedy”

  1. yan9n Berkomentar:

    hehehe
    jadi begitu itu aneh ya?
    ndak cuma CS-nya speedy deh…
    tapi hampir semua CS di indonesia yang aneh…
    compared to in Japan… hehehe

  2. sunu wibirama Berkomentar:

    @yan9n
    hehehehe…..
    CS nggak cuman bertugas njawab telepon loh mas, tapi juga bukan problem solver. Dia ibarat middle manager yang mengelola keluhan pelanggan dan menyalurkannya kepada mereka yang lebih berhak (koyo zakat yo). Sayange, CS di Telkom kurang banget knowledge nya dan sepertinya info-info IT tidak di-update, terutama terkait dengan trouble di jaringan mereka dan layanan ADSL broadband internet

  3. YoHang Berkomentar:

    Kalau sudah masalah yang benar-benar teknis jaringan sekali, mendingan jangan tanya sama CS-nya, ya gak bakal ‘dong’. Kecuali kalau sejak awal, sang CS sudah bilang, kalau memang ada trouble besar2an di jaringan Telkom yang imbasnya pada banyak orang :)

  4. sunu wibirama Berkomentar:

    @YoHang
    Hehehehe….saya maunya juga gitu, mas. Sayange, nomor yang disediakan untuk customer cuman itu je. La mau nanya ke teknisi jg ndak bisa, wong semua harus lewat CS

  5. phy Berkomentar:

    keliatane mas sunu lagi dongkol? :D
    *sabar..*

  6. anung Berkomentar:

    neng omah yo ngono kok..
    kerep down tiba2..

  7. sunu wibirama Berkomentar:

    @phy
    hehehe….lha iyo yo, la wis mbayar je. Kalo ada kerusakan mereka ngga ngasi kompensasi apapun…

  8. lambrtz Berkomentar:

    piye nek sampeyan dadi CS ae, ben paling ora ana 1 CS sing “rada nggenah” :))

    aku juga dulu telpon ke CSnya, katanya ga ada masalah. habis itu emang sempet bisa sih, jadi aku pikir koneksiku yang rusak (aku ora dong jaringan!). eh taunya habis tanya ke kantor telkom deket rumah, emang jaringan telkom yang trouble.

    btw jadi CS susah jg ya, harus ngerti (dalam hal ini) teori komputer + teori komunikasi (melayani customer). sing gampang yo kuwi, nyalahke customer :p

  9. pelanggan speedy Berkomentar:

    nggak selektif mencari pegawainya… hehehe aneh

  10. Loy Berkomentar:

    wkwkwkwkwk, asline CS ngunuiku yo kedandapan ate jawab opo, dadi yo sak nyeplose, wong pancen menungso iku ndaonok seng sempurna, ( hallah tiru2 guruku ngaji ae, wkwkwkw )

Ikut urun rembug di artikel ini

My Stats


Add to Technorati Favorites



Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya