Jika Tulisan Anda Dibajak : In Memoriam Fajar Y.S. Zebua

May 24th, 2008

Si Penulis Buku Ituh.....

Buku berjudul “Google Adsense : Mudah Meraih Dollar di Internet” mengundang kontroversi karena ditengarai konten buku adalah hasil plagiasi terang-terangan tanpa menyertakan sumber atau referensinya. Meskipun blog bukanlah referensi ilmiah yang cocok untuk jurnal atau tulisan akademis, namun permasalahannya adalah pada etika, bukan pada pantas tidaknya sebuah blog menjadi referensi ilmiah. Bagaimana kilas peristiwanya? Simak artikel berikut ini!

Bagaimana rasanya jika tulisan Anda dibajak orang tanpa menyertakan referensi atau sumber otentik di halaman terakhir atau daftar pustaka? Mungkin cuek, senang, atau bisa jadi malah marah. Nah, ternyata tulisan saya menjadi korban budaya kopas (kopi paste) komersial oleh seorang pengarang buku asal Nias, yang katanya sih, sedang ambil S2 di MIPA Ilmu Komputer UGM. Tulisan saya yang sudah lampau itu, menurut Mas Cosa, masuk di bab 6. Parahnya, penulis tadi tetanggaan lagi sama saya, sama-sama satu almamater meskipun beda kompleks kampus. Tulisan-tulisan beberapa blogger terkenal, seperi mas Cosa Aranda atau Kang Enda Nasution, dimasukkan di buku yang berjudul “Google Adsense: Mudah Meraih Dollar di Internet”. Nah, bodo-nya si pengarang (baca : pembajak) ini, yang dikopas itu adalah tulisan-tulisan dari praktisi SEO yang cukup disegani di internet. Ibaratnya, sudah tau ada macan sedang asyik-asyiknya cari makan, eh ditikam dari belakang pula. Tentu si macan mengaum keras, dong. Karuan saja, mereka yang sudah malang-melintang itu lalu berang dan menuntut si penulis untuk meminta maaf di media massa nasional sekaligus menarik buku bermasalah itu.

Awalnya dari sebuah diskusi di Forum Adsense Surabaya yang mengetahui ada isi ganjil dari sebuah buku terbitan MediaKom. Lalu dengan sigap, beberapa anggota forum melakukan investigasi besar-besaran dan melaporkan kepada beberapa korban kopas tadi, termasuk mas Cosa. Nah, beberapa jalan sudah ditempuh, termasuk faximile kepada penerbit untuk menghentikan buku, email ke si penulis, sampai rencana dialog 6 mata, antara Bpk. Edy Winarko (Wakil Direktur Program S2 MIPA), Mas Cosa, dan si penulis. Hasilnya? Masih belum tahu nih. Kabarnya sebelum ada dialog 6 mata itu sih, karena kesulitan keuangan (bukannya udah dapet dollar dari Adsense rupiah dari buku plagiat?) si penulis ini cuma memasang iklan baris di koran aja. Lagian di iklan itu tidak disebutkan judul bukunya. Nah, tentu ini aneh binti kurang ajar juga kayaknya. Bukannya minta maaf, eh…halaman profil di web penulis ini sekarang di non-aktifkan. Langkah ini bukannya memperbaiki keadaan, justru semakin membuka mata para blogger bahwa si penulis tidak memiliki itikad baik kepada mereka yang sudah terdzolimi ini. Simak saja istilah GAMAWATI (Gabungan Maling Wathon Bathi) yang disematkan seorang blogger kepada Fajar. Blogger lain juga mempublish dengan judul gedhe-gedhean tentang kasus yang kabarnya bakalan di selesaikan dalam sebuah seminar SEO di MIPA bertajuk “Meningkatkan Rangking Website Dalam Search Engine. Mungkin untuk menebus dosa (atau malah meraup rupiah dari Seminar?), pembicara utamanya Mas Cosa (ini asumsi saya lho, bisa saja salah). Simak beberapa judul tulisan di bawah ini :

1. Jual Buku Adsense Bajakan

2. Tak Selamanya Gelar S2 Menghasilkan Moral Manusia Yang Baik

3. Satu Lagi Yang Bikin Malu Saya Sebagai Orang Jogja dan Alumni UGM

4. Fajar Y.S. Zebua : Keinginan (Terburuk) Meraih Dollar Lewat Internet

Dan tentu, beberapa tulisan penting di blog mas Cosa, seperti :

1. Buku Adsense Samaran

2. Copy Paste Massal

3. Babak Akhir Buku Adsense Bajakan

Nah, saya pribadi merasa tidak terlalu bermasalah dengan si penulis, sebab terus terang saya juga belum membaca keseluruhan buku tersebut. Kalem, tapi saya tetap memantau perkembangan kasus ini, baik selama di Indonesia maupun ketika saya pergi ke Thailand bulan depan. Masalah seperti ini tetaplah harus menjadi sebuah pelajaran yang berharga tentang etika muamalah antar manusia.

Ilmu memang milik Allah SWT, tapi masalah moral dan etika untuk mendistribusikan ilmu dan menggunakannya untuk mencari penghasilan, itu adalah tanggung jawab masing-masing hamba-Nya.

“Biarlah jalur hukum yang bertabayyun (melakukan klarfikasi)”, begitu kata seorang ustadz terkenal yang dulu pernah mempermasalahkan tulisan saya di kontrakan lama saya.

Wallahu a’lam

One Response to “Jika Tulisan Anda Dibajak : In Memoriam Fajar Y.S. Zebua”

  1. phy Says:

    hahaha. ngakak baca paragraf terakhir. :p
    *canda, mas.*

    saya sih gak bisa dibajak, wong tulisan aja belon ada..:p

Leave a Reply