Belajar di negeri orang tidaklah selalu terasa menyenangkan. Ada sisi-sisi perjuangan yang mesti dihadapi, termasuk yang saat ini sedang berusaha saya lalui. Minggu-minggu awal di Thailand terasa berat, selain karena kendala bahasa setempat, beberapa permasalahan yang terkait dengan akademis begitu menyita pikiran saya. Mulai dari pemindahan kampus (sebelum di Departement of Electronics, saya tercatat di Department of Computer Engineering) karena regulasi dekan teknik KMITL yang agak “aneh”, penyesuaian dengan pelajaran-pelajaran yang cukup berat (karena mengulang semester 1 dan 2), ditambah dengan beberapa kerja lab yang, meskipun sangat terasa manfaatnya, cukup membuat pontang-panting pula. Sebelumnya, saya bahkan tidak memiliki ide sama sekali untuk topik riset. Semuanya berawal dari pemindahan saya ke Department of Electronics. Pindah departemen, pembimbing pun berganti. Ternyata….keahlian pembimbing saya yang baru adalah Biomedis Instrumentasi. “Matilah saya….”, pikir saya waktu itu. Sempat bingung juga dengan kondisi seperti ini. Sementara dosen lain yang melakukan riset di bidang IT sudah membimbing 2 pelajar internasional dan sangat tidak mungkin saya menjadi orang ketiga di bawah bimbingan beliau. Apalagi jam terbang beliau yang lumayan tinggi, membuat 2 orang bimbingannya ini juga kesulitan mengatur waktu. “You got a bad luck“, kata teman lab saya sambil nyengir saat saya cerita tentang hal ini.
Perbedaan minat antara saya dan pembimbing membuat kami jarang berdiskusi. Beliau hanya menyarankan saya untuk banyak membaca paper, sehingga saya memiliki tema riset nantinya. Saran ini bukanlah saran yang salah, tapi tanpa pengetahuan dasar tentang biomedis (saya bahkan sama sekali tidak memiliki pengetahuan tentang ini), apa yang saya baca = nihil. Saya sempat berpikir untuk hijrah kembali ke kampus lama, namun lagi-lagi terbentur regulasi. Akhirnya, saya berpikir inilah jalan saya. Tidak ada jalan lain, selain tetap menjadi pelajar di Department of Electronics …..
Minggu berat berlanjut dengan penentuan tema riset. Saya berusaha untuk memilih tema yang sesuai dengan pembimbing saya tapi tidak melenceng jauh dari dunia IT. Setelah diskusi yang cukup panjang dan sholat istikharah juga, saya memilih tema Image Processing (Pemrosesan Citra), sebuah tema yang sebenarnya cukup berat untuk saya karena saya sama sekali tidak memiliki dasar pengetahuan tentang hal itu. Kerisauan ini saya ceritakan semuanya kepada kepala lab saya dan rekan-rekan saya di lab. Untungnya, mereka semua mau mengerti dan kebetulan sekali mereka juga sedang mempelajari image processing, namun di bidang yang berlainan. Mereka kemudian bercerita, di awal mereka masuk lab mereka juga memiliki kondisi yang sama dengan saya. Beberapa diantaranya bahkan sama sekali tidak berasal dari kampus Teknik, melainkan Ilmu Sains. Sama sekali tidak memiliki ide tentang Matlab, pemrograman, apalagi kok image processing. Namun kesuksesan ditentukan oleh kerja keras, kata mereka. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin, selama kita memiliki kemauan untuk mempelajarinya. Inilah yang saat ini sedikit membesarkan hati saya. Setidaknya, saya tidak sendirian saat menghadapi tantangan ini. Ada rekan-rekan lain yang siap mendampingi belajar, bahkan kepala lab saya setiap hari terjun langsung membimbing saya, sebagaimana mengajari anak TK. Mulai dari nol…..
Doakan kami, semoga tetap bisa istiqomah dan menuntaskan tugas-tugas berat ini. Semoga menghasilkan ilmu yang bermanfaat pula …
Aamiin Ya Robbal ‘Alamin ….
Recent Comments