Diposting pada June 7, 2008 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.
Walah..judul apa meneh kui. Ya, itulah gambaran yang (kira-kira) pas ketika saya membaca berita-berita tentang Indonesia. Di kondominium, kami bisa menikmati berita televisi dengan streaming internet, plus beberapa berita via media online yang lain. Beberapa hari ini, di Indonesia lagi rame-ramenya gebuk-gebukan antara FPI dan AKBB (bener ra yo singkatane?). Berita gebuk-gebukan dan demo yang marak gini sangat jarang saya tonton di televisi Thailand. Di Thailand, isinya sinetron melulu, plus lagu-lagu berbahasa Thai yang nggak bisa dinikmatin kuping orang Indonesia. Pokoknya hambar deh. Sepet dan bingung kalo nonton TV Thai. Nah, saat nonton berita di Trans TV beserta room mate saya, kang Hatta, kami tertawa dan sangat terhibur dengan adegan-adegan polisi menyemprot pendemo, atau debatnya Gus Dur lawan Habieb Rizieq yang sama-sama muslim itu. Kami nggak ambil peduli dengan benar dan salah, sebab saat itu yang kami nikmati adalah nuansa keindonesiaan yang “sukar maju” ini. Bener-bener bikin kangen aja. Di negara Thailand, semua berjalan tertib. Nggak ada cerita sopir bus kota ugal-ugalan. Semua harus berhenti di halte. Penyeberang jalan semua harus lewat jembatan penyeberangan, atau mobil akan menabrak kita. Kereta juga begitu. Kalau jadwal jam 11.10 dari Phra Chom Klao (stasiun di utara ko
s saya) ke Makkasan (Bangkok), maka jam itu pula kereta datang, malah kadang lebih cepat. Budaya tertib ini juga terlihat di kebersihan kota. Meskipun kota saya ini termasuk ndeso pelosok, tapi buang sampah tetep tertib. Nggak tahu kenapa, kayaknya mereka udah “diprogram” di otaknya kayak gitu.
Kemarin, saya ditanya oleh ajarn (pembimbing) saya, ”Indonesia katanya baru saja menaikkan harga minyak ya? Kayaknya masih murah deh. Tapi masyarakat tetap tidak suka”. Saya cuma ketawa aja saat mendengar beliau berkata seperti itu. Kemudian beliau melanjutkan, “Di Thailand harga BBM sudah mahal sejak dulu. Makanya di sini banyak orang yang menjual mobilnya, kemudian beralih ke kendaraan umum, atau membeli mobil dengan cc yang lebih kecil”. Mobil di Thailand jauh lebih murah dari Indonesia, dan umumnya kalo nggak sedan ya mobil bak dengan cc besar.
Saya jadi berpikir…ah..mungkin inilah yang membuat kami tetap sukar maju. Merasa nyaman dalam ketidaknyamanan. Rindu dengan ketidakharmonisan. Dan yang terpenting, menjadi bangsa yang mudah lupa dan pemaaf dengan segala kesalahan dirinya. Kapan ya….kami bisa menikmati subway dan skytrain seperti di Thailand…
Ya Allah, berilah kami kemudahan dan pencerahan pikiran ….
Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menuntut ilmu, dan jadikanlah ilmu kami kelak bermanfaat ……
» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:
June 7th, 2008 at 4:49 am
amin…
semoga doamu…eh…kita…terkabul…
ketoke wong indo sih akeh sing luwih seneng protes + mengeluh mbangane golek ide menyiasati masalah
eh sinetrone mirip karo sinetron indo ra?
June 7th, 2008 at 5:07 pm
@lambrtz
sinetron e ra bedo adoh karo indonesia, yo cerita-cerita percintaan gitu. Tapi bedane, aku ra dong apa sing diomongke lan dikarepke. Ngertine kur nangis-nangis wae isine……
June 7th, 2008 at 5:42 pm
wah sudah mulai merasakan perbedaan negeri kita yo. ho’o je, walau ngene, tetep bakal ngangeni ketoke indonesia kita ini.
paling nggak budaya sing apik2 dari sana bisa kita conto..
waks, tapi ra nyongko sun, ternyata di sana ada sinetron juga yo.. hahaha..
selamat menuntut ilmu!! niatkan untuk ibadah!!
June 8th, 2008 at 3:21 am
hahaha ternyata tontonannya sinetron ta?
walah walah…
wah di sini jangankan nonton tivi indonesia yang isinya sinetron-sinetron ndak jelas… tivi aja ndak punya je… hehehe
btw aku mlebu tivi jepang loh… diinterview sama mereka hohoho… ndak penting yo…
June 8th, 2008 at 5:46 am
ya begitulah indonesia.. orangnya susah diajak maju, sukanya rusuh melulu, dengan bangga ekspor TKI & TKW, ditambah lagi ada pihak luar yang seneng banget ngadu domba.. klop deh..
tapi jangan sampai kita trus jadi apatis..
kalo bukan kita yang mengubah kultur bangsa ini, siapa lagi?? nunggu “guru-guru bangsa” itu yang ada cuma semakin memperpanjang keterbelakangan kita, lha wong bukannya menenangkan & menentramkan.. yang ada malah menyebar fitnah & provokasi.. duh… capeee deh..
June 8th, 2008 at 10:52 pm
Jadi ingat lagunya bang haji Rhoma Irama”Gajah yang di pelupuk mata, tiada kelihatan. Semut yang di seberang lautan jelas keliatan….ah..keterlaluann…jreng..jreng”
Cuman sekarang nontone dari atas gajah putih…
Kayaknya antum feels like home banget ya?
June 9th, 2008 at 12:13 am
hyahaha.. tapi kerennya, generasi anak muda jaman sekarang sudah bisa merasakan itu koq, dan ada keinginan unt mengubahnya. jd semoga di masa mendatang kultur ‘ngehek’ macam itu bisa berubah yaa. amiinnn…
June 20th, 2008 at 8:31 am
Tapi untuk kereta api nampaknya kita boleh sedikit berbangga hati. Kereta api yang ke daerah selatan Thailand dari Stasiun Hualompkng tampaknya masih mending punya kita, entah kalau ke daerah lain. Kretane luwih “kluthuk” tinimbang kreta ng Indo, tp toilete dsb-nya tetep luwih resik kene