Diposting pada August 12, 2008 | Awan: Adventure, Campus Life | oleh : sunu wibirama.
Nippon Pelindung Asia
Nippon Cahaya Asia
Nippon Pemimpin Asia
Awal pekan ini, labku kedatangan tiga orang master student dari Tokai University, dan laki-laki semua. Aku dan rekan-rekan satu lab membayangkan, mereka yang datang itu berwajah pintar dan kutu buku semua, karena liburan summer kok masih mau-maunya datang ke Thailand untuk riset di labku. Ternyata, dugaanku itu meleset lumayan jauh. Apa yang aku duga, salah total. Saat pertama kali berjumpa, anak-anak nippon itu berpenampilan lumayan trendi meskipun tetap rapi. Salah satu dari mereka membuat model rambutnya dengan harajuku style yang amat terkenal itu. Dicat merah-merah kayak betadine plus kuping dua-duanya dipiercing (dikasih anting) semua. Kalo dari belakang nggak bisa dibedakan laki apa perempuan.
“Walah kang, kok mbalah ketekan Japan Idol iki”, saya berkata di dalam hati. Satu yang lainnya persis dengan tokoh-tokoh kartun yang lucu, dengan kacamata bulat dan rambut njegrak. Dia suka banget sama anime dan macem-macem kartun yang lain. Hmm….cocok banget dan langsung masuk dengan suasana labku yang memang gokil dan penghobi kartun semua. Yang satunya lagi lumayan pendiem, cuman dengan rambut yang mirip dengan yang pertama, masih harajuku, tapi lebih kalem. Disisir rapi ke samping dan menggunakan pakaian yang cukup sopan.
Yap, setelah mengamati itu, masuk sesi perkenalan. Mereka memperkenalkan diri dengan bahasa Thai ! “Walah, kok yo aneh-aneh wae iki arek nippon. Anggo boso Inggris wae ngopo, rek”, saya masih membatin di dalam hati. Pas tau saya bukan orang Thai, mereka langsung switch ke bahasa Inggris. Saya pun membalas dengan senyum dan berkata “Hajimemashite, sunu desu”. Mereka langsung tertawa terbahak-bahak dan berkata “Very good, arigatou ne..” (padahal saya juga bisanya cuman jikoshookai doang, alias perkenalan. Selain itu, dah lupa..hehe).
Setelah itu, masuk ke sesi cakap-cakap dan keakraban. Nah, ini yang menarik dan ingin saya ceritakan. Mereka luar biasa sopan saat menghadapi orang asing. Saat memberi kartu nama, mereka berdiri dan menyerahkannya dengan dua tangan, even kepada saya yang nggak terpaut jauh umurnya. Ada pula hal menarik, mereka selalu merendah saat kita menjelaskan sesuatu kepada mereka, dan mereka mengakhirinya dengan “Hai’…..please teach me..”, sambil membungkukkan badan. Humm……, luar biasa ini untuk anak-anak dengan tampilan punk rock seperti ini. Saya lalu membayangkan anak-anak Indonesia yang berpenampilan ala Jepang, apakah mereka juga sesopan anak-anak Nippon ini ya? Saya tidak terlalu yakin, deh.
Kemudian saya teringat semboyan masalalu Jepang, 3A, yang dulu pernah diajarkan di sekolah. Meskipun Jepang sangat kejam memperlakukan negara jajahannya, ada satu semangat yang mereka pegang teguh. Semangat sopan-santun dan keseriusan untuk mendengarkan orang lain adalah dua hal yang saya tangkap saat mencoba menyarikan first impression bersama anak-anak Nippon ini. Selebihnya, mereka tetap sama dengan kita, yang suka dengan Naruto, dan berbagai hal yang berbau anak muda lain…..
Ada yang mau nambahi?
» Diposting pada awan Adventure, Campus Life. Artikel lainnya pada awan ini:
August 12th, 2008 at 12:10 pm
intronya itu…

wah jadi semangat 45 nih hahaha
ehmm…minta ditambahi?
1. kata guru sejarahku, Jepang kejam karena waktu itu lagi kalut, di WW II hampir kalah…dan akhirnya kalah beneran…(tapi tetep aja njajah
)
2.
Jangan2 mereka meniru “kulitnya” (bajunya) saja? Tidak meniru “hatinya” (sopan santunnya)?
kalo katanya “ambil yang baik, tinggalkan yang buruk”, kok malah jadinya “ambil yang keren, tinggalkan yang terlihat kuno dan menyebalkan”
hehehe
mau coba dandanan mereka sun?
August 12th, 2008 at 4:42 pm
wah banyak yang penampilannya kaya punk rock gitu ya.. iyo, semoga kita bisa meniru yang sikap sopannya itu.. sesuai kata lambrtz, banyak yang meniru penampilannya, tapi justru nggak bisa meniru yang sikap baiknya itu tadi..
August 14th, 2008 at 9:16 am
Kenapa siy orang2 Indo banyak yang niru2 penampilan orang2 Jepang dengan harajuku style-nya itu…padahal jelas2 ga cocok (warna kulit ma karakter wajahnya aja beda, tapi koq dipaksain). Harusnya yang ditiru tuh semangat belajar dan kerja-nya, biar Indo bisa maju kek Jepang gitu…
August 15th, 2008 at 3:20 pm
di jepang tuh sebenernya tampilan luar tuh ga penting, yang peting tuh isi dan semangatnya, meskipun rata-rata tampilan luar yang keliatannya bagi orang indonesia “wow” dan “keren” tapi aslinya mereka tuh cuek, ga peduli mo pake baju kayak apa… lha wong ke kampus aja cuma cuci muka doang, ndak mandi… ke kampus kadang cuma pake celana pendek, sendal jepit, dan bahkan ga jarang pakai baju kemarin… (hmmm ini apa karena akunya yang gaulnya cuma di kampus aja ya?)
tapi asli mereka rajin banget (meskipun kalo di kelas sebagian besar TIDUR hehehe), semangatnya itu memang yang pantas ditiru…
August 15th, 2008 at 8:38 pm
@Yan9n
Yap….setuju kang. Aku wis membuktikan, mereka memang cuek banget di lab. Kamrin aja ada yang dateng cuman pake baju \"singlet item\", kayak binaragawan itu lho.
Kesimpulannya sebenarnya : terlalu cuek mikirin diri sendiri karena mereka memiliki sesuatu yang lain, yang bikin adrenalin mereka naik. Kalo \"in case\" student ya…semangat risetnya itu ya OK ….