Diposting pada September 14, 2008 | Awan: Adventure, Care and Share | oleh : sunu wibirama.
Kalau ada acara makan-makan yang paling ditunggu rekan-rekan mahasiswa muslim di Thailand, jawabannya hampir pasti bisa ditebak : Buka Bersama di Kedutaan Besar RI (KBRI). Sabtu sore adalah hari paling ditunggu-tunggu oleh segenap masyarakat Indonesia yang ada di Thailand. Ya, tak lain dan tak bukan adalah acara buka bersama gratis di KBRI yang dilanjutkan dengan sholat tarawih berjama’ah. Selain
menunya yang beragam, buka bersama ini juga memperat silaturrahim warga Indonesia di Thailand, khususnya antara staf KBRI, Masyarakat Indonesia (MI) dan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Thailand (Permitha).

Lain bapak-bapak, lain pula gaya mahasiswa. Bujangan atau sudah berkeluarga, tidak ada bedanya. Bagi mahasiswa, makanan KBRI adalah segalanya. Tempe, jeruk Indonesia, sayur asem, es degan adalah sekian dari banyak makanan Indonesia yang hanya dijumpai di areal KBRI saja. Walhasil, setiap sabtu malam kami pun membawa plastik dan tas yang cukup lapang untuk diisi dengan “ghonimah” atau “rampasan perang” – sebuah istilah yang cukup mengena karena kadang kami harus berdesakan di akhir acara untuk membungkus makanan buka bersama yang masih tersisa. Makanan ini kami manfaatkan sebagai lauk sahur. Alhamdulillah, memberikan kelapangan bagi kami untuk tidak memasak lagi selain menanak nasi.
Romadhon sudah memasuki pertengahan…
Ya Alloh, terimalah ibadah kami dan ampuni dosa-dosa kami.
Mudahkanlah segala urusan kami, lancarkan studi kami dan percepat kelulusan kami
Istiqomahkan kami dalam Dien-Mu yang mulia dan sempurna ini…
Aamiin ya Robbal ‘Alamin
» Diposting pada awan Adventure, Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:
September 15th, 2008 at 10:30 pm
Weheheh…makanan Indo ngangeni banget

Di sini cukup sulit cari makanan Indo yang otentik…
Salah satunya ya di KBRI pas 17an dulu, walaupun harus pake piring gabus ala Singapore
BTW dah 1/2 bulan puasanya, masih utuh kan
hihihi mahasiswa banget…

Amin…
Semoga aku juga….
September 16th, 2008 at 8:13 pm
@lambrtz
huehueheu,
ha iyo yo, isane “ngrampok” yo pada saat bertandang ke KBRI kui je. Selain itu, wis mumet karo tugas dan riset. Do’a kui wajib dikumandangke terus, Mar. Ra enek sing iso ngiro awake dewe lulus tepat waktu opo ora, la sing mbayari wong Jepang je. Luwih seko 2 tahun kon mbayar dewe…..
September 20th, 2008 at 8:32 am
Sudah coba jaburan di Masjid belum, biasanya di masjid-masjid ada jaburan buka puasa, seperti di Masjid Soi 7….rasakan nuansanya
September 20th, 2008 at 10:01 am
wah belom je bos. Ok deh, siap investigasi ….hehehe. La kalo di Ladkrabang bisanya cuman di Moslem Club doang. Mesjidnya gak ada. Sip, tengkyu mas …
September 4th, 2010 at 11:32 am
[...] Buka dan Sahur ala Mahasiswa [...]