Zakat Mall

Diposting pada September 29, 2008 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.

Saat membaca detik.com dan website kedaulatan rakyat (KR-Jogja), saya segera teringat akan sebuah materi pengajian yang disampaikan Ramadhan tahun yang lalu. Ya, ada sebuah budaya yang cukup mengejutkan untuk bangsa Indonesia yang katanya rakyatnya masih hidup di bawah rata-rata garis kemiskinan dunia. Menjelang lebaran, ada budaya ibu-ibu mengunjungi toko dan pasar swalayan untuk membelanjakan uangnya besar-besaran. Konon kabarnya, fenomena belanja di akhir bulan Ramadhan tahun ini menyedot budget tak kurang dari 4,6 trilyun dari dana masyarakat yang disimpan di bank swasta dan pemerintah. Kita sebut saja fenomena ini sebagai Zakat Mal Mall .

Ya, zakat mall karena mereka rame-rame keluar uang di mall untuk membeli segala pernak-pernik lebaran. Entah mengapa, mereka seakan lupa bahwa kebutuhan hidup tetap tinggi dan harga bensin tak akan turun dengan adanya lebaran. Masyarakat kita memang manja dan susah untuk dididik prihatin, karena mentalnya memang lebih sering mengedepankan ego pribadi. Coba lihat negara-negara ASEAN yang lain. Di Thailand, harga bensin mencapai 40 bath per liter, atau kalo dirupiahkan kurang lebih 12 ribu rupiah per liter. Tapi mereka sadar dan rela untuk menggunakan transportasi publik. Beruntung, pemerintah Thailand sadar betul untuk menyediakan transport publik ini sebaik mungkin sehingga mereka yang berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum tetap merasa nyaman. Masyarakat kita lain, lebih pragmatis. Saat BBM naik menjadi 6 ribu rupiah per liter, mereka membakar segala yang mereka temui di jalan, sampai mobil orang tak berdosa pun dibakar. Mereka berteriak “Saya orang miskin !!”. Namun begitu lebaran, coba lihat yang mereka lakukan. Simpanan 2 bulan pun ludes karena menuruti keinginan untuk tampil “wah” pada saat Lebaran. Padahal “baju terbaik” tidak mesti “baju baru”. Tidak pernah Rasulullah menyuruh ummatnya untuk membeli baju baru di mall. Mereka mungkin lupa, untuk hidup sejahtera pola pragmatis dan serba boros tak lagi cocok. Lihat bangsa Jepang. Pejabat jepang yang meminjami uang untuk Indonesia datang ke gedung pertemuan dengan kendaraan umum. Sedangkan wakil presiden kita, datang dengan sedan mewah. Lalu, mana pola hidup sederhana itu?

Fenomena zakat mall ini adalah masalah mental. Apakah Anda juga menyadarinya ? Semoga kita bisa mengubah kebiasaan ini dan menjadi lebih hemat tahun ini. Harapannya, tak hanya kita yang bahagia namun kita juga bisa membagi kebahagiaan itu dengan saudara kita yang memang benar-benar kurang beruntung.

Selamat Idul Fitri. Semoga kita bisa menyambut kemenangan untuk 11 bulan lainnya…

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Kebersihan dan Berkah Sebuah Negeri
  • » [Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur
  • » Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!
  • » Renungan Susu Jahe - Ar Rahman 39
  • » [Kliping] : Republika Online
  • » Dzaghridi Ya Samaa’
  • » Kajian Ramadhan
  • » Selamat Jalan, Mbah. Pertanyaanmu Terjawab Sudah…
  • 9 Komentar to “Zakat Mall”

    1. yan9n Berkomentar:

      yah, masalahnya fenomena ini udah mendarah daging gitu…
      konon kabarnya mengapa orang2 menjadi konsumtif di akhir bulan ramadhan ini karena (katanya) sebagian besar mereka (yang berkata “saya miskin”) mampunya membelikan anak2 mereka pakaian baru adalah setahun sekali pada saat lebaran… tapi karena sudah turun temurun, jadilah ini menjadi kebiasaan manusia indonesia…

    2. lambrtz Berkomentar:

      Eid Mubarak :)

      BTW kok Sunu sering mbandingin dengan Thailand dan Jepang ya :mrgreen:
      (cuma penasaran)

    3. Sunu Wibirama Berkomentar:

      @lambrtz
      ya …aku dapet info tentang daily life nya dari 2 negara itu, berhubung ada temen di sana dan aku tinggal di Bangkok. Kalo kamu mo nambahin boleh juga kok.

    4. yan9n Berkomentar:

      @lambrtz
      kayaknya si sunu masih kepengen ke jepang, makanya yang dibandingkan Thailand dan Jepang, instead of Singapore hehehe
      piss …

    5. sunu wibirama Berkomentar:

      @yan9n
      Heheh….ya kepengin liat and having vacation aja. Kata orang ke LN itu enak…kalo cuman sebentar. Kalo idup di sana lama-lama ternyata gak enak juga (btw, biaya idup Jepang tinggi banget kan ? Tapi kalo di Kyushu it’s ok kayaknya, murahan dikit daripada Tokyo dan Osaka, hehe)

    6. lambrtz Berkomentar:

      @yan9n && sunu wibirama
      Jepang…pingin juga ke sana…

      Kata orang ke LN itu enak…kalo cuman sebentar. Kalo idup di sana lama-lama ternyata gak enak juga

      Yah tergantung orangnya sih, ada yang cuma suka sebentar ke LN (tipikal homesicker kayanya :mrgreen:), ada juga yang suka bertualang ala Jack Sparrow dan Pak Janggut :P

      @sunu wibirama
      Aku nemu bug!
      Kalo aku salah masukin Security Code, tulisannya di warningnya “secutiry”, bukan “security”.
      Mana honorku?

    7. sunu wibirama Berkomentar:

      @Lambrtz…
      wew iya toh. Kok kamu selalu bermasalah dengan Captcha sih? Jangan2 laptop barumu itu ya yang bermasalah (hehe..piss). Hadiahnya : Tengkyu Mar! ..masalah ke LN, ya bertualang itu kalo ada duitnya Mar. Tapi kalo tak ada uang dan harus kerja, that’s such another pain, right? Fortunately , we don’t need to do part time work while we are studying. Nanti kalo kamu dah balik ke Indonesia, kamu akan merasa bahwa harga-harga di Indonesia itu masih jauhhhh lebih murah daripada di LN. Percayalah…. :D

    8. yan9n Berkomentar:

      @sunu
      sama aja kok antara kyushu, osaka dan tokyo, sama-sama mahal…ga jauh beda biaya hidupnya… yang beda cuma sewa apartment aja, di sini lebih murah… dengan mansion ku yg sekarang di kyoto bisa lebih mahal 10-20 ribu yen :D

      chaptcha-mu kok ga ergonomis belas se? ijo dengan background ijo

    9. lambrtz Berkomentar:

      chaptcha-mu kok ga ergonomis belas se? ijo dengan background ijo

      Itu juga…
      Tidak user-friendly dan eye-catching *halah*

      @sunu
      sing protes ra mung aku to :P

    Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya