Diposting pada December 14, 2008 | Awan: Adventure | oleh : sunu wibirama.
Sudah hampir satu bulan lebih saya “menikmati” musim aneh di Bangkok. Kalau orang Thai bilang, ini musim dingin. Dinginnya Bangkok jangan dibayangkan sama dengan musim dingin di Eropa atau di Jepang. Bisa dibilang, musim dingin di daerah semi tropis ini sedikit aneh. Matahari masih panas, tapi angin yang bertiup adalah angin dingin. Anda bisa membayangkan rasanya sebagaimana ketika Anda minum es saat makan bakso panas. Bagaimanakah rasa yang timbul di gigi Anda? Kira-kira hampir sama dengan yang saya rasakan saat saya keluar dari apartemen di pagi hari. Ada rasa ngilu di tulang-tulang saya.
Akibat lain yang cukup mengganggu adalah flu yang muncul karena perubahan musim ini. Entah kenapa, mendadak suara saya hilang dan hidung saya tersumbat saat musim ini datang. Penyakit pancaroba yang paling saya benci ini masih mengganggu saya hingga saat ini. Ia-nya membuat badan menjadi tidak produktif dan tergantung pada Antangin atau Balsem Tjing Tjau. Payah…. tapi itulah nikmat hidup. Kalau sudah tak merasa sakit, sudah tiba saatnya amal kita dihisab.
Salam,
Sunu.W
» Diposting pada awan Adventure. Artikel lainnya pada awan ini:
December 15th, 2008 at 8:00 pm
Bukannya musim seperti itu sama dengan di Jogja
matahari panas, tapi banyu, angin, dan selainnya kerasa dingin sekali …
Musim Bediding
December 16th, 2008 at 7:51 am
Heheh….
Sak ngertiku di Jogja anginnya ndak sekenceng sini mas. Mungkin karena aku masuk kodya ya? Ndak tau kalo di Sleman dan sekitar-sekitarnya
March 19th, 2009 at 11:01 am
mbo geh disyukuri mawon taseh saget ngrasakke urep kan taseh sgt pados amal enjeh mboten niku kan meng flu cobo teng palestina ngluwiiniku lhe haaaaaaaaaaaa lucu ngebayangin kaka sakit flu maaf ya