Menyambut Muharram dengan Misil

Diposting pada December 28, 2008 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.

“Pabila Yesus masih hidup di dunia, maka ia akan sangat membenci kekerasan yang  ditimbulkan oleh Negeri Zionis Israel” (Pesan Natal Ahmadinejad, Presiden Iran  untuk Eropa dan AS).

Gemerlap tahun baru Islam dan tahun baru Masehi dirayakan di berbagai belahan  dunia. Tak hanya di negara damai, di negeri konflik berbagai petasan seperti  granat, rudal dan sebagainya diluncurkan untuk memeriahkan tahun baru. Bedanya,  tahun baru di negeri konflik ini memiliki resiko tinggi, yakni meregang nyawa  alias syahid.

Adalah Palestina, sebuah negeri Islam yang tak kunjung selesai menelorkan  syuhada. Setelah sekian lama sepi dari gemerlap rudal dan misil, negeri  yang dijuluki sebagai University of Jeehad ini kembali meriah karena inisiatif  Israel.Jet-jet tempur Israel kembali menghujani permukiman penduduk Palestina  di seantero Jalur Gaza pada sore (Sabtu) kemarin. Negara Yahudi tersebut  meluncurkan puluhan misil dari udara dengan dalih menumpas kelompok Hamas yang  menguasai Gaza sejak Juni 2007.

Seperti dilaporkan stasiun televisi Al Jazirah yang dilansir dari Reuters tadi  malam, akibat serangan mendadak itu, 195 orang dilaporkan tewas dan 310 lainnya  luka-luka. Sebagian di antara mereka adalah para pejuang Palestina. Namun,  tidak sedikit juga ibu-ibu dan anak-anak yang menjadi korban. Korban tewas dan  luka itu berceceran di jalan. Serangan tersebut juga menyebabkan banyak  bangunan dan jalan rusak dan hancur. ”Setidaknya 195 orang tewas dan 300  lainnya luka-luka akibat serangan ini,” kata Menteri Kesehatan Hamas Bassem  Naim kepada AFP.

Jubir Kepolisian Hamas Ehad Ghussein mengatakan, korban paling banyak berada di  Kantor Pusat Polisi Hamas. Dia menyebutkan, sekelompok polisi sedang mengadakan  upacara kelulusan taruna polisi saat serangan terjadi. Hujan bom itu juga  merenggut nyawa Kepala Polisi Hamas Tawfiq Jabber. ”Sejumlah anggota regu yang  selamat berlarian membantu korban dan meneriakkan Allahu Akbar, Allahu Akbar,”  katanya.

Di sisi lain Gaza, sembilan orang sipil tewas dan 30 lainnya terluka dalam  serangan di tempat pengungsian Khan Younis. Di wilayah itu pula terlihat kawah  besar terbentuk di tanah. Paramedis sedang mengevakuasi korban-korban ke dalam  ambulans.

Saksi mata mengatakan, serangan dilakukan pesawat dan helikopter tempur saat  warga akan mengakhiri aktivitas. Anak-anak juga baru saja meninggalkan sekolah  mereka ketika jet-jet tempur Israel melintasi langit Gaza. Said Masri, 57,  seorang penjaga toko, mengungkapkan bahwa saat misil maut berjatuhan, kepanikan  langsung pecah di mana-mana. Anak-anak berlari kebingungan. Para ibu menghambur  ke jalanan untuk mencari anak-anak mereka. ”Israel membakar kota ini semudah  saya membakar rokok,” ungkap Masri sambil mencari putranya yang berusia 9  tahun. Pelabuhan Gaza dan instalasi keamanan Hamas dilaporkan hancur.

Wartawan BBC di Gaza melaporkan, bandar laut Kota Gaza dan instalasi-instalasi  keamanan kelompok Hamas rusak berat. ”Asap hitam akibat serangan itu mengepul  di seantero kota Gaza,” lapornya melalui sambungan telepon.

Juru Bicara Militer Israel Avi Benayahu mengonfirmasi bahwa mereka telah  melancarkan serangan-serangan udara dan mengatakan bahwa sasaran-sasarannya  adalah ”infrastruktur teroris”. Dia menegaskan, pengeboman itu baru langkah  awal. ”Ini hanya awal operasi yang dilancarkan setelah keputusan kabinet. Kami  belum memastikan berapa lama akan berlangsung dan kami akan beraksi berdasar  situasi di lapangan,” kata Benayahu.

Pengeboman itu, lanjut dia, merupakan balasan dari serangan roket yang  dilancarkan kelompok militan di Gaza ke Israel beberapa hari terakhir. Menteri  Pertahanan Israel Ehud Barak dalam jumpa pers menyatakan, serangan akan terus  ditingkatkan jika kondisi di lapangan membutuhkan. ”Ada waktu untuk tenang dan  ada waktu untuk berperang. Dan, sekarang adalah waktu untuk berperang,”  tegasnya.

Serangan udara Israel kemarin memang yang paling dahsyat dalam sepuluh tahun  terakhir. Dari Jerusalem, wartawan BBC Paul Wood melaporkan, beredar kabar  bahwa serangan udara akan diikuti dengan serangan darat.

Lawan-lawan Israel langsung meradang. Para pemimpin Hamas menyerukan serangan  balasan, termasuk serangan bom syahid. ”Kami akan membalas sampai titik darah  penghabisan,” tegas Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum. Imbauan itu langsung  disambut dengan tembakan roket-roket pejuang Palestina di Qassam ke wilayah  Israel. Seorang wanita tewas dan empat warga Israel terluka akibat serangan  roket itu di kota Israel, Netivo.

Aksi solidaritas muncul di Tepi Barat, wilayah lain yang dihuni penduduk  Palestina, dan negara-negara Arab. Ratusan warga Jordania dengan marah  mendatangi kantor perwakilan PBB di kota Amman. ”Hamas, jangan menyerah.  Kalian adalah kanon dan kami siap menjadi peluru-peluru kalian,” teriak mereka  sambil mengibar-ngibarkan bendera hijau Hamas.

Di Beirut, puluhan pemuda memenuhi jalan-jalan sambil menembakkan senjata ke  arah wilayah Israel. Sementara itu, di kamp pengungsi Palestina di Yarmouk,  Syiria, ratusan orang meminta negara-negara Islam bersatu melakukan serangan  balasan ke Israel.

Dari Tepi Barat, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas mengutuk serangan  Israel. Pemimpin faksi Fatah yang diusir dari Gaza oleh Hamas pada 2007 itu  mendesak semua pihak untuk menahan diri.

Mesir yang berbatasan langsung dengan kota Gaza juga mengutuk keras aksi brutal  itu. Kantor Kepresiden Mesir dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita  MENA tadi malam mengimbau agar diberlakukan kembali gencatan senjata antara  Israel dan Hamas di Gaza. Mesir juga menuntut Israel bertanggung jawab atas  korban tewas dan cedera akibat serangan itu. ”Mesir akan terus melakukan  kontak-kontak untuk menciptakan iklim yang kondusif guna mengembalikan masa  tenang dan mencapai rekonsiliasi antarfaksi Palestina,” katanya.

Pernyataan Kantor Presiden Mesir juga menyebutkan, Presiden Husni Mubarak telah  memerintahkan agar pintu penyebarangan Rafah di perbatasan antara Mesir dan  Gaza yang ditutup akibat blockade Israel agar dibuka untuk para korban  Palestina. Selain itu, fasilitas-fasilitas medis Mesir disediakan untuk  melayani semua korban serangan udara Israel.

Sekretaris Liga Arab Amr Mussa menyatakan akan menggelar pertemuan mendadak  hari ini untuk membahas agresi Israel itu. Dia juga meminta Libya, anggota liga  Arab yang juga menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, meminta ada pertemuan  mendadak untuk membicarakan serangan tersebut.Pada bagian lain, AS dan  sekutunya, seperti biasa, memberikan komentar yang mengartikan bisa memahami  tindakan yang diambil Israel. ”Kami meminta Israel untuk menghindari korban  sipil dalam tindakan mereka memburu para teroris,” bunyi pernyataan resmi  gedung putih.

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Kebersihan dan Berkah Sebuah Negeri
  • » [Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur
  • » Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!
  • » Renungan Susu Jahe - Ar Rahman 39
  • » [Kliping] : Republika Online
  • » Dzaghridi Ya Samaa’
  • » Kajian Ramadhan
  • » Selamat Jalan, Mbah. Pertanyaanmu Terjawab Sudah…
  • Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya