Diposting pada January 7, 2009 | Awan: Adventure, Fotografi, Travelling | oleh : sunu wibirama.
Ya…itulah sindir seorang rekan saat saya mengupload sebuah foto nightshot lama saya. Memang ada benarnya menggunakan tripod pada saat memotret malam. Nightshot membutuhkan exposure yang cukup supaya cahaya yang masuk membentuk gambar yang indah. Apabila Anda menggunakan kamera SLR, niscaya Anda akan menemukan mode manual, dimana shutter speed (kecepatan membukanya lensa kamera) dan aperture (besar kecilnya lubang diaragma lensa) bisa diatur oleh pengguna. Mode inilah yang biasanya digunakan untuk menghasilkan jepretan nightshot indah tanpa blitz. Nightshot yang indah membutuhkan ISO (kepekaan menangkap cahaya) yang lebih tinggi dari kondisi normal. Selain itu, biasanya dibutuhkan aperture yang besar dan shutter speed kecil (lambat). Problem muncul apabila Anda berada di atas kapal, sebagaimana foto yang saya tampilkan di atas. Jika shutter speed terlalu lambat, maka yang terjadi adalah goresan cahaya yang cukup besar. Tripod bisa menjadi salah satu solusi bila Anda dalam kondisi diam.Dengan tripod, Anda bisa memperbesar shutter speed, sehingga goresan cahaya tidak tampak dan gambar menjadi indah.
Tapi memotret dalam kondisi bergerak? Hmm…..that’s what i want to tell to you. It’s not as simply as you think… That’s why I show you my picture here. Foto di atas, selain secara teknis pas juga ada bau “luck”-nya pula. Lokasi diambil di atas sungai Chao Phraya, Bangkok.
Salam jepret.
Bangkok pagi, 070109
» Diposting pada awan Adventure, Fotografi, Travelling. Artikel lainnya pada awan ini:
January 7th, 2009 at 7:31 pm
whiiii.. kereeeennnnnnn massss…. ^^
January 8th, 2009 at 1:32 pm
kaya di kalender aja …
January 12th, 2009 at 2:28 pm
wah sunu.. keren tenan.
sudah jadi fotografer tulen..