Diposting pada January 14, 2009 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.
“Tak ada yang bisa dilakukan, kecuali hanya mengutuk, mencela dan omong kosong belaka”
Masih saja rasa dongkol ini muncul, tatkala membaca berita di sebuah harian online. Genosida yang dilakukan oleh Zionis la’natulloh ‘alaih telah mensyahidkan tak kurang 975 warga Palestina, mungkin akan mencapai 1000 orang. Tentu ini jumlah yang sangat banyak dan mayoritas dari mereka yang meninggal, saya yakin adalah muslim. Dan mayoritas dari orang-orang muslim ini adalah ibu-ibu dan anak-anak.
Inilah bentuk terorisme PBB terhadap dunia Islam. Tatkala 3 buah roket Libanon mampir ke Israel tanggal 8 Januari, Amerika Serikat-lah (Baca : Pemerintah AS) yang pertama kali menyeru dan mengecam Hezbollah. Serangan ini tak pernah diakui oleh Hezbollah, tapi bila benar tentulah hal ini dilandasi sebuah kegeraman yang amat sangat terhadap polah tentara Zionis di Gaza. Di Gaza, jumlah 1000 orang yang meninggal bagi Amerika bukanlah suatu angka yang fantastis. Mungkinkah perang melawan teroris dilancarkan pula kepada bayi-bayi yang baru lahir, anak-anak yang masih polos dan riang dengan mainannya? Sebuah ketololan yang luar biasa.
Maka, UN tak lebih dari sebuah organisasi omong kosong. Tak banyak yang bisa ia lakukan tatkala gagal mengatasi pembunuhan massal di Palestina, selain mengecam. Bahkan resolusi pun tak muncul. Organisasi ini tak akan pernah adil selama definisi keadilan berpihak kepada kekuatan lobi Zionis di PBB. Seruan perdamaian tak lebih dari sebuah slogan semata, yang ditumpahkan mentah-mentah di atas jeritan rakyat Gaza yang sudah lebih dahulu menderita selama 1 tahun akibat blokade Zionis. Lalu, perang terhadap teroris yang manakah yang dimaksud Amerika?
Ya Alloh, hancurkanlah kaum zionis dan antek-anteknya….
Ya Alloh, cerai beraikanlah musuh-musuh Islam dan mereka yang menghalangi umatmu pada keimanan..
Sesungguhnya Engkau-lah sebaik-baik pembalas makar…
» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini: