Kapan Kita Bisa Begini

Diposting pada January 17, 2009 | Awan: Adventure | oleh : sunu wibirama.

Orang Thai selalu sadar diri, rumongso bahwa bahasanya sangat sulit untuk dipahami, termasuk writing systemnya yang bahkan orang Thai sendiri masih bingung dengan beberapa aturan yang tidak baku. Di sisi lain, banyak farang (bhs thai dari foreigners) yang datang ke negeri ini. Farang adalah orang bule, sedangkan untuk rumpun Asia mereka tidak menyebutnya demikian. ‘Ala kulli hal, belajar bahasa bagi saya adalah wajib selama tidak memberatkan kuliah. Tak bisa bicara sama saja dengan membuat diri sendiri terlihat bodoh di tengah masyarakat luas. Tatkala kita kewalahan menjawab pertanyaan dengan bahasa Thai, maka yang kita lakukan adalah menjawab, “Maaf, saya tidak bisa bahasa Thai. Saya orang Indonesia.” Mengapa musti menyebut kebangsaan kita kalo kita tidak mampu? Asumsi mereka, “Ooh, orang Indonesia gak bakalan bisa ngomong Thai.”

Terlepas dari itu semua, segala ikhtiar saya lakukan. Bahasa Thai bukanlah bahasa yang gampang untuk dimengerti. Luar biasa sulitnya, sebagaimana bahasa China, karena menggunakan tone untuk mengartikulasikan kata yang berbeda. Mau tidak mau, kita harus mengingat sebuah kata plus tone dan cara pengucapannya (panjang dan pendek) kalo kita tidak mau ditertawakan banyak orang, atau bahkan diberi tampang cemberut karena salah ucap. Sulit …wallahi. Namun, di tengah kesulitan itu saya menemukan beberapa media yang cukup mendukung, seperti buku dan software bahasa, termasuk kamus. Luar biasa mereka menjawab tantangan pariwisata. Segala macam hal mereka lakukan supaya orang asing bisa paham apa yang mereka katakan dan berkomunikasi dengan bahasa Thai. Pun, mereka tak lupa memaksa orang-orang pribumi untuk belajar bahasa Inggris (phasa Anglit, dalam bahasa Thai). Bahkan setiap jam 6.30 sore, televisi Thailand menyediakan acara program bahasa Inggris untuk anak muda (English for Teenager). Luar biasa bangsa ini dalam menjawab tantangan zaman. Sadar bahwa komunikasi adalah masalah utama untuk maju, bangsa ini bekerja keras supaya batas-batas bahasa tidak menjadi penghalang intelijensia.

Three Thumbs Up !

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Adventure. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Jalur Van di Victory Monument Bangkok Thailand
  • » Pernak-pernik Puasa di Indonesia dan Thailand
  • » Seputar Evakuasi: WNI dan Kerusuhan Bangkok
  • » Homesick (jilid 2)
  • » Daftar Rumah Makan Halal & Masjid di Bangkok
  • » Imaginary dialogue between Thais and Indonesians : ISLAM
  • » Antara "Yin" dan "Fang"
  • » Video Lomba Pidato Bahasa Indonesia 2009
  • Satu komentar to “Kapan Kita Bisa Begini”

    1. dwiyani Berkomentar:

      memang benar. beda sama orang indonesia. punya bahasa indonesia tapi gak bangga.latah dengan bahasa lain, seperti inggris. ya memang benar bahasa inggris tu perlu, penting. tapi kalau sampai lupa bahkan malu menggunakan bahasa sendiri kan kebangetan.
      liat aja banyak remaja – remaja kota besar seperti di Jakarta lebih senang pakai bahasa inggris.
      bahkan sampai anak tk juga lebih diutamakan belajar bahasa inggrisnya ketimbang bahasa indonesia.alhasil, bahasa indonesia kehilangan arah, banyak guru – guru bahasa indonesia, terutama sma mengeluh karena sudah jarang generasi muda yang konsen di sastra indonesia.

    Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya