Cinta di Rumah Hasan Al Banna

Diposting pada February 12, 2009 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.

Satu perjalanan yang indah, ditemani dengan sebuah buku kecil yang bermanfaat, “Cinta di Rumah Hasan Al Banna”. Tak lupa, saya senantiasa meringkas tiap-tiap yang sudah saya baca. Ladkrabang-Bangkok pun tak terasa lamanya, 40 menit berlalu dengan sebuah makna. Semoga berkenan membacanya.

Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang khalifah yang dikenal karena keadilannya. Suatu siang, beliau pulang dari bertakziah, menguburkan khalifah yang sebelumnya. Karena merasa lelah, ia pun berniat untuk beristirahat barang sejenak. Tak lama, seorang pemuda pun datang di hadapannya. Ia bertanya, “Wahai khalifah, siapakah yang akan mengembalikan barang yang diambil paksa kepada pemiliknya?” Khalifah Umar pun menjawab, “Aku yang akan mengembalikannya, namun tunggulah barang sejenak. Aku ingin beristirahat sebentar”. Sang pemuda pun bergegas menyahut,”Wahai khalifah, siapakah yang menjamin dirimu tetap hidup sampai dzuhur?” Pemuda itu, tak lain adalah putra sang khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Di lain zaman, Umar bin Khattab didatangi oleh seorang bapak yang mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar bin Khattab pun kemudian menanyai sang anak, “Apakah benar perkataan bapakmu ini?” Sang anak menjawab,”Wahai amirul mukminin, tugas ayah adalah memilihkan ibu yang baik untuk anaknya, memberi nama yang baik dan mengajarkan Alqur’an. Ibuku adalah seorang Majusi, namaku Ja’lan dan ayahku tak pernah mengajariku membaca Alqur’an”. Khalifah Umar menjawab kepada bapak tersebut,”Ternyata engkau lebih dahulu durhaka kepada anakmu sebelum anakmu mendurhakaimu”.

Kisah di atas menandakan betapa sangat pentingnya figur seorang ayah di hadapan keluarga, utamanya untuk anak-anak. Buku kecil karangan Muhammad Lili Nur Aulia ini menceritakan praktik tarbiyah seorang imam besar sebuah organisasi Islam terbesar di dunia hingga saat ini, Ustadz Hasan Al Banna. Beliau lebih dikenal dengan berbagai kiprahnya di luar rumah, namun sangat sedikit makalah yang membahas aktivitas beliau dalam keluarga. Ada 30 hal penting yang dilakukan Ustadz Hasan Al Banna untuk mendidik anak-anaknya:

1.       Sesibuk apapun engkau, sempatkan untuk sarapan bersama keluarga di rumah. Hasan Al Banna selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama istri dan anak-anaknya sebelum mereka berangkat kerja dan sekolah.

2.       Jangan pernah sekalipun membawa permasalahan di luar rumah ke dalam rumah. Tak pernah ada suara keras di rumah Hasan Al Banna disebabkan oleh amarah beliau.

3.       Sempatkan diri untuk berlibur bersama keluarga.

4.       Membuat data yang lengkap untuk masing-masing anak. Ustadz Hasan Al Banna menyediakan masing-masing satu map untuk putra-putri beliau, yang berisi: catatan kesehatan, resep dokter, riwayat dan akta kelahiran, prestasi sekolah, rapot dan catatan belajar, dan sebagainya. Bahkan sampai suatu ketika seorang dokter merasa heran karena Hasan Al Banna menyimpan resep lama anaknya, hingga ia menunjukkannya pada dokter tersebut.

5.       Membawakan dan mengantarkan bekal anak ke sekolah.

6.       Membuat daftar kebutuhan rumah tangga dengan rinci. Hasan Al Banna membantu istri dengan merinci setiap kebutuhan rumah tangga hingga hal-hal yang paling kecil sekalipun.

7.       Memberi teladan yang baik kepada anak, sehingga anak menurut tanpa harus diperintah.

8.       Memberi uang jajan kepada anak. Hasan Al Banna termasuk orang tua yang memberikan uang jajan berlebih kepada anak. Beliau memberi uang jajan harian, mingguan dan bulanan.

9.       Melatih anak untuk berinfaq di masjid selepas sholat Jumat.

10.   Memberi bekal keterampilan untuk anak. Tiap-tiap anak harus memiliki keterampilan khusus yang bermanfaat saat ia dewasa nanti.

11.   Menasihati secara tidak langsung, dengan media hadiah atau perantara lainnya.

12.   Melatih membaca Alqur’an.

13.   Berinteraksi secara wajar dengan lingkungannya. Membiarkan anaknya bermain dengan rekan sebaya mereka. Melatih sopan santun anak ketika menerima tamu, dengan memberikan contoh bagaimana memperlakukan teman sang anak secara sopan.

14.   Memantau perkembangan anak dengan menghubungi guru mereka di sekolah.

15.   Memberi peran-peran kecil kepada anak, misalnya memberikan peran sekretaris pribadi kepada anak yang terbesar.

16.   Membuat perpustakaan pribadi dan memberi uang jajan berlebih untuk membeli buku Islami.

17.   Menemani anak saat bermain, meskipun hanya sebentar saja. Hasan Al Banna adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu sedemikian rupa sehingga orang yang bersamanya akan merasa sangat senang meskipun hanya dengan waktu yang tidak lama.

18.   Menjaga perasaan anak.

19.   Memberi bacaan yang bermanfaat sebagai pengganti komik.

20.   Melatih anak untuk senantiasa memuliakan tamu.

21.   Membujuk anak untuk tetap bersemangat pergi ke sekolah.

22.   Memberi hukuman untuk meluruskan kesalahan.

23.   Mengajak anak dan memperkenalkannya pada aktivias da’wah.

24.   Menyadarkan peran “keperempuanan” untuk anak perempuan.

25.   Menjaga harmonisasi suami dan istri

26.   Menanamkan solidaritas anak pada dunia Islam.

27.   Mengalokasikan kertas dan alat tulis khusus, sehingga anak tidak mengganggu pekerjaan orang tua.

28.   Menjadi teman diskusi dan belajar sang anak.

29.   Selalu mandiri bila Hasan Al Banna pulang agak larut. Beliau membuka pintu dengan sangat halus, sehingga tidak membangunkan anak dan istrinya.

30.   Menunaikan hak keluarga dengan baik dan mengoptimalkan waktu bersama keluarga.

Demikianlah 30 hal penting yang dilakukan Hasan Al Banna. Meskipun beliau dikenal dengan aktivitasnya yang sangat padat, namun tarbiyah keluarga tidak beliau tinggalkan.

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Kebersihan dan Berkah Sebuah Negeri
  • » [Renungan Susu Jahe]: Mari Bersyukur
  • » Mari Memudahkan, Semoga Dimudahkan!
  • » Renungan Susu Jahe - Ar Rahman 39
  • » [Kliping] : Republika Online
  • » Dzaghridi Ya Samaa’
  • » Kajian Ramadhan
  • » Selamat Jalan, Mbah. Pertanyaanmu Terjawab Sudah…
  • 2 Komentar to “Cinta di Rumah Hasan Al Banna”

    1. Rizqiyanti Berkomentar:

      Subhanallah, sungguh figur ayah yang mengesankan. Buat mas Sunu terus berkarya ya. Tulisan2nya bagus….:)

    2. lumba-lumba Berkomentar:

      quiet detail posting, ya. mohon ijin untuk ta’ taut. suwoon…

    Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya