MASA DEPAN BANGSA KULI

Diposting pada March 6, 2009 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.

Sumber: Berita Detik.Com tanggal 6 Maret 2009

Bersiap-siaplah untuk menjadi kuli (tenaga kerja) di negeri sendiri. Itulah kira-kira kesimpulan yang bisa kita ambil manakala kita melihat berita terbaru tentang nasib saudara-saudara kita di Korea Selatan yang terkena PHK akibat krisis ekonomi global.

Berita PHK TKI sebenarnya bukanlah berita terbaru. Indonesia, selain dikenal sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam juga dikenal sebagai sebuah negara pengekspor tenaga kerja yang cukup besar. Namun, yang menjadikan berita ini cukup “aneh” adalah sikap pemimpin kita ketika menanggapi tragedi PHK di beberapa perusahaan Korea. Di berita tersebut, disebutkan bahwa Bapak Presiden berdialog dengan Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak dan berkata:

“Saya minta kepada beliau agar para TKI korban PHK diberi tenggang waktu cukup untuk mendapatkan pekerjaan baru dan lebih baik sehingga mereka tidak sampai harus kembali ke Indonesia”

Coba Anda renungkan baik-baik. Apa yang perlu kita kritisi dari pernyataan ini? Yang perlu kita cermati adalah: LALU BAGAIMANA PERAN PEMERINTAH SELAMA INI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN PENGANGGURAN?

Padahal dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke IV, tugas negara salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan memakmurkan rakyatnya:

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UndangUndang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Simak juga dalam pasal 27 ayat 2, UUD 1945:

Tiap- tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Kemudian Pasal 33 ayat 2 dan 3, UUD 1945:

(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Apabila kita mencerna dengan akal sehat, pernyataan Presiden SBY ini seharusnya juga perlu diimbangi dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk ibu-ibu TKI itu. Tentu ikhtiar ini adalah dengan memberi porsi kebijakan yang besar untuk pengusaha pribumi apabila dibandingan dengan investor asing. Memberi peluang untuk pengusaha pribumi dengan cara suntikan modal dan manajemen pengembangan industri kecil dan menengah cukup menolong apabila dilakukan secara signifikan. Tapi yang terjadi, harapan justru diletakkan kepada investor asing. Coba simak kelanjutan berita tersebut:

Terkait mengantsipasi dampak krisis ekonomi global, Presiden SBY menyatakan Pemerintah RI terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor asing. Tidak terkecuali bagi perusahaan asal Korsel yang jumlahnya mencapai 1300 buah dan tengah memperkerjakan 500 ibu tenaga kerja.

Apa artinya? Artinya, kita musti bersiap-siap untuk menjadi kuli di negeri sendiri. Jangan pernah bangga dengan penanaman modal asing. Banggalah jika kita mampu berdiri di atas kaki sendiri, bukan dengan cara meminta-minta kepada orang lain. Pengkhianatan terhadap undang-undang adalah bukti bahwa slogan nasiionalisme hanya kedok untuk memakmurkan diri sendiri dan kelompoknya.

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » More Acceleration!
  • » DIJUAL: iBook G4 Last Generation
  • » Read PhD Comics Offline (1997-2007)
  • » Pajak Sontoloyo
  • » WINNER : Nampak Beda Nyata Sama 01
  • » Nampak Beda Nyata Sama E01
  • » 3000 Hits for OpenCV Tutorial
  • » Rekaman KPK : Kasus Korupsi Departemen Kehutanan
  • 3 Komentar to “MASA DEPAN BANGSA KULI”

    1. seno Berkomentar:

      mungkin lagu indonesia raya perlu “diiwiliwil” mas sunu,
      saya rasa belum ada kata ‘maju’nya seperti lg kbngsne malaysia dan singapore..adane baru merdeka dan hidup.
      jadine ya doanya masih kurang bagus, ya kan?
      lagipula benderane belum ada bintang atau bulane…merahdarahnya juga belum fokus.
      entah kalao nat antheme orang thailand?
      yo wis sak anane manut dalange

    2. seno Berkomentar:

      mending sekolah sing bener wae sen rasah mikir negara
      suk pikir suk tanggane kurang gizi yo ben

    3. Gugus Berkomentar:

      Saya yakin Anda pun akan rela “nguli” di negeri sendiri … namun entah kenapa banyak para “kuli” lebih merasa dihargai kalau nguli di negeri orang …

      blog walking …

    Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya