Diposting pada July 29, 2009 | Awan: Care and Share | oleh : sunu wibirama.
Hidup Al Qo’idah! Allahu Akbar. Barangkali ada beberapa saudara kita yang berteriak kegirangan saat beberapa saudara-saudara kita (Pak Satpam dan pedagang kecil di Marriot dan Carlton) tergeletak berdarah-darah atas “aksi istisyhadiyah” itu….
Hari ini, setelah berkutat dengan beberapa perkakas lab yang “kembali bermasalah”, saya menyegarkan diri dengan membaca berita. Nah, dari sanalah berita tentang surat penjelasan (bayanat) dari Pakdhe Noordin itu bermula. Entah surat itu benar atau palsu, saya sangat “curious” dengan berita itu, sampai-sampai saya tak kuasa untuk memasukkan kata kunci “Penjelasan Al Qo’idah Indonesia Noordin M. Top” di Mbah Google. Dan beberapa situs pun muncul. Ada yang memuat penjelasan tersebut secara resmi khas media, namun ada juga yang memuatnya dengan tendensi yang berbeda. Bahkan situs pertama yang memuat surat itu pun saya temukan. Apapun alasannya, baik agamis maupun sekuleris, mengambil nyawa tanpa hak adalah sesuatu yang tidak pantas dilakukan seorang muslim. Apalagi jika terdapat saudara kita (muslim) yang terbunuh, tanpa pernah mendengar seruan dakwah dengan cara damai dari kita.
Di artikel ini, saya hanya akan menyampaikan beberapa pertanyaan terhadap surat itu, jikalau memang benar itu dari Pakdhe Noordin. Bukan sanggahan atau cacian terhadap pilihan jalan para bomber itu. Syahid atau sangit, itu urusan Allah SWT. Tapi pertanyaan terkait dengan aksi peledakan ini patut kita lontarkan, meskipun salah satu pihak sudah ada yang menjawab dari sudut pandang agama. Berikut ini beberapa pertanyaan atas alasan para bomber itu:
1. “Sebagai qishos (atau balasan) kepada Amerika dan antek-anteknya…..”
Pertanyaan:
Siapakah antek Amerika itu? Pemerintah Indonesia-kah? Atau para pedagang kecil dan satpam di hotel itu yang berjuang keras untuk menghidupi keluarganya? Seandainya, saya atau Anda sedang berjalan di depan hotel itu, dan kita bukan orang yang pro-Amerika, kemudian terkena ledakan itu sampai (maaf) cacat di bagian tubuh, lalu qishos atas perbuatan apakah yang pernah saya lakukan? Bagaimana tanggung jawab Pakdhe Noordin kepada janda-janda para korban bom sebelumnya? Sudahkah mereka disantuni? Sudahkah Pakdhe Noordin dan antek-anteknya berkunjung ke keluarga korban dan minta maaf kepada mereka?
2. “Menghancurkan kekuatan mereka…..”
Pertanyaan :
Kekuatan mereka di negeri ini? Emang Pakdhe Noordin ini pernah berdosa apa sama Indonesia? Bukannya lahir di Malaysia? Lalu berapa banyak aset di Malaysia yang menjadi milik asing? Malaysia juga masih pakai PEMILU, sistem demokrasi yang dianggap ”sistem kafir” itu. Kalau memang benar dengan cara bom penambangan di Freeport akan berhenti, maaf bung. Keliru besar, Pakdhe. Freeport dan Exxon tetap beroperasi di Indonesia, sampai negeri ini bisa mandiri di bawah para pemimpin muslim yang lurus. Justru karena bom ini, banyak intelijen asing masuk ke Indonesia karena pemerintah Indonesia “butuh bantuan” atas ulah Sampeyan. Nambah masalah atau menyelesaikan masalah?
3. “Mengeluarkan mereka dari negeri muslim…”
Pertanyaan :
Mereka lagi, mereka lagi. Siapa sih “mereka” ? Justru karena bom ini, ekonomi Indonesia terpuruk kembali. Makin banyak memang yang keluar ke Indonesia. Siapa? Para buruh migran yang tidak jadi kerja di negeri ini, karena usaha dagangnya “kukut” akibat bom. Larinya ke mana? Ya ke MALAYSIA dan sekitarnya. Jadi maksud dari bom ini : supaya lebih banyak TKI pergi ke Malaysia? Ha mbuh…….
Jika “mereka” yang dimaksud di sini adalah para intelijen asing, wah keliru besar Sampeyan. Indonesia akan “panen intelijen asing” tahun depan. Makin banyak sasaran dong? Sumonggo bikin bom lagi. Supaya syahid-nya lebih cepat. Lak gitu tho, Pakdhe? Supaya negeri ini semakin “hitam”. Lak gitu tho, Pakdhe?
4. ”…..menghadapi datangnya klub Manchester United ke Hotel tersebut….”
Pertanyaan :
Sori MasDab. Tapi yang ini (maaf) aneh bin ajaib banget. Klub MU nggak cuman datang di Indonesia. Seingat saya, klub MU juga main di Malaysia dan main dua kali pula sama timnas MALAYSIA, tempat di mana Pakdhe Noordin ini menghirup udara bebas pertama kalinya di dunia. So, kenapa nggak nge-bom Kuala Lumpur atau PETRONAS building aja, Pakdhe? Kalau ambruk kan malah lebih gayeng tho? Seluruh dunia menjadi “ketakutan”. Efeknya jauh lebih “wow” daripada hotel kayak Marriot ini. Ini yang terus menggelayuti pikiran saya, MasDab. Terus terang, alasan ke-4 ini agak tendensius sekali. Maksud bom ini: supaya Malaysia nambah devisa, sementara Indonesia “klelep”. Gitu po, Pakdhe Noordin?
5. “….supaya menjadi penyejuk dan obat hati kaum muslimin di seluruh dunia…..”
Pertanyaan :
Obat hati yang mana, MasDab? Saya dicacimaki dan ditanyai habis-habisan sama teman Thai saya gara-gara bom ini. Tapi dengan diplomatis, saya pun menjawab, “Masing-masing negara ada masalahnya. Di negeri kamu, masalahnya adalah Thaksin. Di negeri saya, masalahnya adalah Noordin”. Terus terang MasDab. Yang merasa bangga karena bom ini mungkin hanya segelintir, ya teman-teman Pakdhe Noordin itu. Di negeri lain, saya ingin dengar bukti dari Pakdhe Noordin bahwa rakyat Palestina dan Afghanistan merasa berbahagia dengan prestasi Pakdhe Noordin ini. Kalau ada buktinya, saya akan percaya.
Yang merasa sedih dan malu? Wow, banyak MasDab. Kenapa yang ini tidak dihitung? Saya bukan satu-satunya orang yang merasa malu ketika ada bomber yang meledakkan bom di kampung halaman saya. Masih buanyak ribuan orang Indonesia (dan mungkin juga Malaysia) yang malu dengan aksi ini. Maka, obat hati yang mana Pakdhe? Obat hati dari Hong Kong?
Anyway, apapun alasannya, Pakdhe Noordin dan konco-konconya masih harus bertanggung jawab. Biarlah waktu yang menentukan. Biarlah doa para janda-janda korban bom itu yang akan membalas perbuatan ini. Mari berdoa untuk korban-korban bom, utamanya kaum muslimin. Semoga mereka khusnul khotimah. Aamiin
» Diposting pada awan Care and Share. Artikel lainnya pada awan ini:
July 30th, 2009 at 8:18 am
Mudah2an kita tidak terprovokasi dengan tulisan NMT, dilihat dari blog Noordin MT kayaknya cuma ditulis anak muda yang baru belajar menulis blog, biar rame, tapi tidak sadar bahwa akan membawa efek yang tidak baik kehidupan rakyat indonesia…..
Indonesia itu MEDAN DAMAI, bukan MEDAN PERANG
so please be nice, ok….cari lah cara perjuangan lain yang lebih tepat daripada meledakkan diri sendiri atau meledakkan orang lain….dengan tulisan blog anda …
PEACE ….
http://www.indoface.com
“Bersama Menebar Rahmat Untuk Indonesia Yang Lebih Baik”
Facebook : What’s on your mind ?
Twitter : What Are You Doing ?
Indoface : Do’a dan Ucapan Syukur Hari Ini
July 30th, 2009 at 6:18 pm
amerika memang harus diperangi krn dialah penyebab banyaknya pelaku bom bunuh diri di dunia ini.timor timor lepas dri NKRI krn campur tangan amrik dan australia,IMF meng hancurkan perekonomian Indonesia dgn pinjaman yg dia berikan,bukankah IMF itu milik amrik.amerika adalah teroris yg sesungguhnya, bukan osama bin laden, bkn hamas, bkn hizbullah.
July 30th, 2009 at 8:58 pm
@Agus Kindiyas :
Benar bos. Tapi sesuatu yang baik itu harus ditempuh dengan cara yang baik pula. Saya tanya lagi, ya. Boleh nggak zakat pake duit curian?
July 31st, 2009 at 11:02 am
Weh piye dadine yen gembong teroris iku ngebom pt badak utowo pt pupuk neng bontang,weleh iso modar aku,lah mbontang iki iso hilang,opo wes kapus no petane indonesia,tapi aku heran kok iso yo wong iku oleh peledak,teko endi barange,kok guampang tenan gole’e koyok tuku brambang no pasar,lah yen maksudte pengen medeni MU,brarti idene iku dadakan,yen dadakan tuku boMe yo ora adoh-adoh,kari nyebrang dalan wes oleh,lan sesok di jeblukin,tapi minurut aku,iku blog sing gawe surat iku blogke provokator,ben usaha warnet atawa sebangsane tambah geger bin morat marit.yo wis mas matursuwun aku oleh mampir ngopi nng gone sampeyan
August 5th, 2009 at 1:05 am
…dan saya lebih memilih untuk tidak termakan isu media, dan terpengaruh mentah-mentah…
bisa jadi benar memang nudin m top pelakunya, bisa jadi bukan
bisa jadi itu surat dari nurdin m top, bisa jadi bukan…
bisa jadi memang itulah tujuannya, bisa jadi bukan…
bisa jadi nurdin m top itu ada, bisa jadi dia hanya fiktif…
bisa jadi… bisa jadi…bisa jadi…
dunia memang panggung sandiwara…
August 5th, 2009 at 11:22 am
Meski sulit untuk percaya, bahwa itu adalah karya Pakdhe Noordin, namun beberapa gelintir kaum muslimin membenarkannya (coba klik link-link di artikel itu). Saya cuman ingin bilang, jikalau kita merasa bahwa “model perjuangan” seperti itu benar, hendaknya beberapa pertanyaan tadi dipikirkan ulang……
August 26th, 2009 at 8:38 am
itu aja kok repot…damai itu indah kawan. ya nurdin M.Top pingin terkenal maka bikin yang aneh-aneh. Islam cinta damai, jika ada org yang tidak suka damai maka keislamannya di pertanyakan.
September 30th, 2009 at 10:14 pm
Noordin kuwi pak dhe mu po?