Sombongnya Birokrasi Indonesia

Diposting pada October 9, 2009 | Awan: Iseng | oleh : sunu wibirama.


(Image © of Bapak Wayan Warmada (UGM – Indonesia) )

“What do you think about Indonesia?”, tanya si A yang asal Indonesia

“Beautiful country with stupid birocrate”, jawab si B yang bukan orang Indonesia

“Oh, sh*t…”, ujar si A dalam hati (maaf, kami sensor untuk kebaikan kita semua).

Tapi jawaban itu sungguh benar, MasDab. Negara yang indah, tapi dihiasi oleh para birokrat yang bodoh. Bahkan tak hanya bodoh, sombong pula. Semboyan yang kita kenal “Kalau bisa dipermudah, mengapa dipersulit?” Semboyan ini dibalik menjadi, “Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah?” Itulah wajah buruk birokrasi negeri ini yang meski terus diperbaiki, namun tak kunjung memberi kepuasan yang berarti.

Masih ingatkah Sampeyan dengan gempa Jogja tahun 2006 yang lalu ? Bagaimanakah pengalaman pencairan bantuan dari pemerintah? Amburadul! Masing-masing merasa lebih perlu menerima bagian yang lebih besar, apalagi jika ia adalah ketua RT atau ketua RW. Belum lagi aparat di tingkat kota dan propinsi. Kasus ini membuat para auditor negara menjadi lebih waspada, apalagi negeri ini baru saja diguncang musibah gempa yang cukup dahsyat. Bantuan Gempa di Padang, akan diawasi lebih ketat.

Masih ingatkah Sampeyan, dengan beasiswa DIKTI? Beasiswa yang diberikan oleh lembaga pendidikan di negeri ini untuk anak-anak bangsa terbaik ? Mungkin Anda belum tahu, tapi Anda harus mengerti jika beasiswa DIKTI ini sering ngaret pula. Apa buktinya ? Ini buktinya !

Oke, saya akan cerita sedikit tentang masalah beasiswa ini. Beberapa rekan mahasiswa Indonesia yang belajar di Thailand suatu saat pernah curhat kepada saya. Rekan saya ini, Alhamdulillah kini sudah lulus, pernah berniat menjual kamera-nya kepada rekan mahasiswa yang lain, termasuk saya. Saya pun terhenyak saat dia menawarkan kameranya. Pelan-pelan saya bertanya, “Ada apa tho mas? Kok kameranya mau dijual?” Ia pun menjawab lirih, “Anu mas, beasiswa saya belum turun. Dua bulan mas”

DUA BULAN. Bukan DUA HARI. Lalu dia harus makan apa? Mbuh. Mungkin “mati” dulu, baru beasiswa turun. Saat itu saya seperti tidak percaya, tapi begitulah realita. Saya sendiri bukan seorang scholar yang dibiayai oleh duit negara. Tapi saya merasa sangat sedih dengan kondisi ini. Apalagi sampai saat ini, beberapa rekan yang belajar di luar Thailand juga mengalami hal yang sama. Anda tidak percaya ? It’s OK. Tapi realitas di lapangan seperti itu.

Lain cerita, seorang dosen UGM membeli sebuah alat melalui internet. Tentu, ia percaya “internet banking” akan lebih menguntungkan karena memudahkan proses jual beli. Alat ini untuk keperluan edukasi, bukan bisnis. Sudah barang tentu seharusnya “diberi kemudahan” oleh para birokrat imigrasi. Tapi simak apa yang mereka perbuat. Biaya ongkos (entah pajak-lah, biaya imigrasi-lah, biaya A, B…whatever) adalah 25% dari harga barang. “Neraka apa yang telah mereka perbuat?”, begitu lelucon ala mahasiswa saat menerjemahkan ungkapan kemarahan ala bule Amerika. Anda bisa bayangkan, jika harga barang itu 10 juta, pajaknya adalah 2,5 juta. Inilah Indonesia bung. Mereka mengira, pembeli via internet adalah orang kaya.

Bodoh dan sombong.

Pernah saya berbincang dengan seorang TKI Malaysia yang sedang vacation ke Thailand. Kami ngobrol panjang lebar, sampai kemudian ia bercerita, “Kadang kita perlu balik ke Indonesia via Jogja, mas.  Nanti dari Jogja bisa lewat jalan darat. Sebab kalau langsung ke Jakarta, pasti kena biaya A,B,C oleh oknum PJTKI”.

Oke. Inilah sebab mengapa negeri ini sempat ditertawakan habis-habisan oleh negeri tetangga saat mencoba membela diri karena lagu Rasa Sayange diklaim oleh negara tetangga itu. Mereka hanya berkata, “Pakcik ni, mengurus budak-budak negeri sendiri tak mampu, mau mengurus awak di negeri jauh”.

Saya hanya ingin menyampaikan, “Plis deh, bila Anda jadi birokrat, Anda boleh berbuat curang apapun kalau memang Anda nggak takut dosa. Tapi tolong, urusan rakyat dipermudah dan jangan ambil hak-hak masyarakat. Itu sudah cukup membantu mengatasi 50% masalah negeri ini.”

Berbagi dan Peduli:

» Diposting pada awan Iseng. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » More Acceleration!
  • » DIJUAL: iBook G4 Last Generation
  • » Read PhD Comics Offline (1997-2007)
  • » Pajak Sontoloyo
  • » WINNER : Nampak Beda Nyata Sama 01
  • » Nampak Beda Nyata Sama E01
  • » 3000 Hits for OpenCV Tutorial
  • » Rekaman KPK : Kasus Korupsi Departemen Kehutanan
  • Satu komentar to “Sombongnya Birokrasi Indonesia”

    1. mala Berkomentar:

      emang, kok….pemerintah kita kan banyak gombalya. banyak omong kosong ningkatin pendidikan padahal untuk urusan kayak beasiswa diperlambat (kakean visi tapi langkah konkritnya kurang), ujung2nya mahasiswa ato (siswanya) yang ketiban susah.

    Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya