Eye Tracking Clinical Session

Diposting pada February 14, 2010 | Awan: Campus Life, Research | oleh : sunu wibirama.

Yap, judul di atas berhubungan erat dengan apa yang saat ini menjadi amanah akademis saya, MasDab. Ceritanya, saya sedang membuat sebuah alat yang akan digunakan untuk membantu pakar ENT (Ear, Nose, Throat) atau bahasa kerennya THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) menganalisa penyakit dalam sistem ke seimbangan di pada tiga saluran setengah lingkaran  (vestibular system) yang terdeteksi melalui gerakan mata.

Alat ini, biasa disebut sebagai “Medical Eye Movements Tracking” dalam berbagai referensi ilmiah. Untuk membuat alat ini, saya melakukan survey kecil-kecilan selama 1 tahun. Pengembangan alat ini dilakukan selama lebih dari dua tahun karena penelitian awal sudah dilakukan sebelum saya terdaftar sebagai master student di kampus saya. Terus terang, versi komersial dari alat ini memang cukup mahal. Menurut referensi ini, versi komersial dari alat yang disebut dengan VIDEO-OCULOGRAPHY (VOG) ini mencapai 1000 - 30.000 USD. Maka, peneliatian untuk menghasilkan “low cost” VOG sangatlah penting untuk meningkatkan jangkauan penggunaan VOG di kalangan praktisi medis.

Foto Ruang ENT Srinakarinvirooj Hospital

Nah Masdab, hari Jum’at kemarin (12 Februari 2010) saya menyempatkan diri untuk pergi ke unit ENT Rumah Sakit Srinakarinvirooj dalam rangka melakukan percobaan “resmi” dengan menggunakan pasien yang menderita  vertigo pada sistem penglihatannya karena penyakit yang ada dalam sistem keseimbangan. Hari itu benar-benar hari yang mendebarkan karena bisa saja saya tidak memperoleh sampel data yang saya inginkan. Penyakit ini benar-benar langka dan sangatlah beruntung apabila kita bisa menemukan pasien yang menderita penyakit ini (meskipun kita tidak berharap si pasien menderita, bukan?).

Treatment Pasien oleh dokter ENT

Keberuntungan rupanya benar-benar berpihak pada saya dan dokter yang menjadi advisor medis saya. Hari itu, setelah menunggu cukup lama, kami menemukan seorang pasien (ibu dengan umur 56 tahun) yang menderita vertigo selama sebulan. Terapi medis sudah dilakukan sebelumnya, namun tidak rutin. Hari itu, saya melihat secara langsung bagaimana dokter menangani pasien dan melakukan analisa terhadap hasil rekaman gerakan mata pasien. Alat yang saya bawa selama 1,5 jam perjalanan dari kampus saya walhasil tidak teronggok sia-sia. Kami menggunakannya untuk merekam gerakan mata pasien dan menganalisa hasilnya. “Khun chok dee mak, Sunu. Mee case wan nii,” (Kamu beruntung sekali, Sunu. Ada kasus hari ini) kata Pak Dokter. “Khob khun na khrab,” saya mengucapkan terima kasih kepada beliau atas bantuannya.

Sampeyan penasaran dengan hasil rekamannya?
Mohon maaf, saya hanya bisa menampilkan rekaman dari versi lama alat tersebut. Video versi terbaru kami gunakan untuk pengembangan metodologi analisa.  Silahkan lihat video di bawah ini atau klik link ini

MEDICAL EYE TRACKING RECORDING:

» Diposting pada awan Campus Life, Research. Artikel lainnya pada awan ini:

  • » Read PhD Comics Offline (1997-2007)
  • » WORKING DESK
  • » Download Presentasi Pelatihan EndNote X3
  • » Ngobrol Seputar Peluang Ph.D di Thailand
  • » Kuliah Gratis di MIT Amerika, Mau?
  • » Back To Ban Moh : Belanja Elektronik Harga Batik
  • » Sesi Hardware Dimulai...
  • » Menulis Karya Ilmiah dengan EndNote X
  • Ikut urun rembug di artikel ini

    My Stats


    Add to Technorati Favorites



    Copyright © 2009 [Cerdas-Terampil-Taqwa] Sunu Wibirama. All Rights Reserved | Design: YGoY | Silahkan kutip artikel dengan mencantumkan sumbernya