nJogja lagih…

Having Fun 7 Comments »

“I’m back …” (sylar quote in last episode of Heroes session 2)

Yap, Alhamdulillah setelah menempuh 3,5 jam perjalanan udara dari Bangkok ke Jakarta dan 1 jam dari Jakarta ke Jogja, akhirnya bisa menapakkan kaki lagi di kota tradisional ini. Hmm…it will be a nice holiday, even though only 1 week. Jogja ternyata tak banyak berubah, selain keruwetan yang semakin tidak terkendali. Entah kenapa, saat pertama kali menggunakan roda dua untuk berkeliling kota Jogja, ada perasaan aneh. Aneh, karena selama 5 bulan tidak pernah merasakan lagi keruwetan becak dan kendaraan bermotor yang bercampur baur menjadi satu. Aneh, karena sudah cukup lama tidak pernah menjadi raja jalanan. Maklum saja, tidak ada kendaraan bermotor yang saya miliki di negeri rantau.

Sebelum pulang, sudah banyak rencana-rencana  ‘aneh’ pula yang saya siapkan. Lidah ini rasanya sudah kangen dengan susu sari dele tape, sate klathak khas imogiri, gudeg jogja dan telor asin. Selain itu, nonton “Laskar Pelangi” juga tak ketinggalan masuk dalam agenda khusus minggu ini. Pun “Sang Murobbi” yang sudah lama diputar di VCD-VCD pribadi.

Ahh……memang Jogja “ngangeni”….
Mohon maaf buat rekans yang masih sama-sama di negeri seberang, kalo postingan ini nambahin HOMESICK kalian, hehehehehe ……

Salam,

Ahad pagi, 261008, Nightlogin Headquarters

Kajian dan Hiburan [Streaming Radio]

Adventure, Daily Life, Having Fun, Internet 3 Comments »

Berikut ini beberapa link streaming radio yang masih “berfungsi dengan baik”. Sangat penting untuk mereka yang berada di luar Indonesia. Bisa diakses dengan menggunakan iTunes atau Win Amp. Semoga bermanfaat

1. Kaskus Radio Anak Indonesia
Berisi lagu-lagu Indonesia yang menduduki urutan teratas di chart kaskus. Ada juga lagu-lagu lain yang bisa didengarkan, dalam bahasa Inggris tentunya.

2. DJ Wirya.Com
Masih radio yang berisi lagu-lagu. Bisa diakses di salah satu situs ini.

3. IndoSound Radio
Berisi lagu-lagu Indonesia….kadang-kadang ada dangdutnya juga (ayo buat penggemar dangdut..hehe)

4. My Qur’an Radio Islam
Radio My Qur’an. Berisi nasyid, kajian Islami dan tilawah.

5. Radio Mushola Al Barokah
Berisi kajian dan nasyid. Kalau pagi biasanya relay kajian ustadz Abdullah Gymnastiar dan MQ FM

6. Radio Suara Keadilan : Taujih Online PIPPKS Jepang
Kajian Islam setiap minggu malam, jam 19.30 WIB. Selain hari itu biasanya off

7. Radio Maestro
Isinya lagu-lagu juga. Tapi kurang jelas gitu, kemeresek…..

8. Radio Ardan 105.9 FM
Radio umum, berisi lagu dan musik, kadang-kadang talkshow juga

9. HardRock FM
Sama ma radio umum lain. Isinya nyanyian juga….bolehlah dicoba sekali-sekali

Cara lain : buka website shoutcast.com, terus cari di bagian search, masukkan kata Indonesia….,nanti akan keluar list radio streaming Indonesia….

Update :

10. Jogjastreamers
Thanks to Iboen…..silahkan ditengok juga, streaming radio-radio di Kota Jogja

11. Radio Tarbiyah
Streaming nasyid dan kajian dari server Jepang

12.  Radio Rodja dan Ngaji Online
Kajian online…..thanks buat Mbak Prima (Sweden)


Ada yang mau nambahin ?

Resensi : Catatan Hati Seorang Istri

Having Fun, Iseng, Motivation, Tulis Menulis, qalbu 6 Comments »

Pengarang : Asma Nadia
Halaman : 220
Penerbit : Lingkar Pena Publishing
Harga : Rp. 36.000

Eits…judul di atas adalah judul buku yang dikarang Asma Nadia lho. Buku keren ini ternyata bukan sekedar buku bacaan biasa. Ceritanya gini, udah 4 hari ini saya di Jakarta untuk mengurus visa keberangkatan ke Thailand dan menginap di rumah seorang kakak sepupu saya. Atas kebaikan hati beliau dan keluarga, saya diperbolehkan untuk membaca koleksi buku-buku dan majalah beliau. Mata saya kemudian jelalatan menjelajahi lemari buku dan saya tertarik pada sebuah buku bersampul biru di tengah buku-buku lain yang ukurannya jauh lebih besar dari buku itu. Saat saya tarik dari raknya, saya langsung melihat foto besar Mbak Asma dan cover bertuliskan kalimat yang sama dengan judul artikel ini. Hmm…..it’s quite interesting.Kayaknya keren nih bukunya, untuk menemani saya sebelum tidur. Daripada nggak ada kerjaan,hehehe… Pasalnya buku-buku lain di rak tersebut adalah buku-buku sosial nggak jelas yang tebel dan ‘nggak masuk’ buat saya. Satu-satunya bacaan di sana yang masih bisa diterima logika saya, selain surat kabar, adalah buku ini.

Saya bukan tipikal kutu buku, meskipun beberapa kali saya membaca buku-buku serius secara ‘one stop reading’ alias langsung habis dalam sekali baca. Buku-buku yang seperti ini biasanya saya beri ‘two thumbs up’ karena secara konten sangat menarik dan memberi input yang banyak. Nah, begitu saya membaca daftar isi bukunya Mbak Asma ini (seperti biasa, hal yang saya lakukan sebelum membaca buku adalah melakukan simple scanning dengan membaca daftar isi buku itu) langsung saya ‘jatuh cinta’ dan penasaran untuk membacanya. Buku seperti ini termasuk di luar kebiasaan dan selera baca saya soalnya. Paling banter, untuk yang urusan “seputar keluarga” kayak gini adalah buku-buku Yusuf Qardhawi dan kang Arif Nursalim (Salim A. Fillah) saja yang pernah saya baca. Selebihnya, buku-buku komputer, cerita-cerita Islami, dan bahasa-bahasa “aneh” yang nggak bakalan semua orang suka…

Saat saya menjelajahi isinya, wah ternyata berkisah tentang cerita-cerita kehidupan berkeluarga yang cukup beragam. Sebagian besar dari cerita tersebut memang hasil curhat rekan-rekan Mbak Asma sendiri. Mbak Asma yang dikenal sebagai penulis cikal-bakal novelis Islami ini sepertinya memiliki stok empati yang cukup besar, sehingga hasil cerita rekan-rekannya tadi berhasil dibukukan. Masalah yang dibahas, sebagian besar adalah masalah perceraian dan kisah kisruh rumah tangga yang keseharian dan sangat mungkin terjadi di sekitar kita. Masalah seorang pria yang memiliki wanita idaman lain, keinginan untuk berpoligami, sampai seorang ikhwan yang ketahuan istrinya memiliki AIL (akhwat idaman lain) dikupas di buku ini, lengkap dengan beberapa penggalan dialog dan metafora yang menarik. Semua cerita adalah kisah nyata dan inilah yang menyebabkan saya sangat tertarik untuk memasukkannya dalam kategori ‘one stop reading’ saya. Dalam waktu 4 jam, saya melahap habis isinya dan menemukan sebuah kesimpulan yang barangkali sangat subjektif : Read the rest of this entry »

Nulis aksara Jepang pake Mac kita

Having Fun, Mac_Corner, Macintosh 9 Comments »

Requirement :
1. Mac OS 10.4 (tiger) atau Mac OS 10.5 (Leopard)
2. Font Japanese terinstall

Dalam rangka mendukung usaha untuk belajar mengenal benda-benda dalam bahasa jepang, saya tertarik juga untuk mempermak iBook tua saya supaya kelihatan stylish-an dikit. Yeah, minimal bisa nulis Hiragana sama Katakana, untuk awalnya…
Oprek punya oprek, ternyata caranya nggak sulit-sulit banget, koq. Setelah membaca Help, akhirnya ketemu juga caranya. Yaps, here they are :

1. Buka dulu System Preference. Kalo udah, bisa lihat ke International

2. Klik tab “Input Menu”. Sudah ? Coba diamatin sekilas di sana. Drag aja scroll bar kamu ke bawah. Maka akan ditemukan input menu untuk menuliskan hiragana, katakana, dll.

Input Menu

3. Silahkan memberi tanda “v” pada input Kotoeri.
Kotoeri Aktif

4.Oke, untuk menuliskan karakter Hiragana dan Katakana, Anda bisa melihat logo kecil “Input Menu” di kanan atas Anda (pada Finder) yang bergambar Bendera Amerika. Klik saja logo itu, dan pilih Hiragana atau Katakana.

Hiragana Icon
Catatan : kalau logo itu belum muncul, silahkan aktifkan melalui tab yang sama (bagian bawah) pada saat Anda mengaktifkan karakter Kotoeri.
5. Untuk memasukkan karakter, silahkan ketikkan karakter Roman-ji dari Hiragana dan Katakana. Secara otomatis, Mac OS Anda akan mengubahnya ke dalam bentuk Hiragana, Katakana, atau Kanji. Keren, bukan ?

がんばって ね !Keep learning ….

NB :
Untuk yang memakai Windows, silahkan lihat tutorial dari Yohan-sensei, di blog ini :
1. Instalasi karakter Jepang di Windows XP
2. Mengetik dengan karakter Jepang di Windows XP

Nasyid Indo = Repvblik

Having Fun, Iseng 11 Comments »

My Ummah

Pernah denger grup musik yang namanya Repvblik ? Sori buat yang jadi fans grup ini, tapi terus terang saya sebel banget sama performance mereka. Ini subjektif loh, pendapat pribadi (sah aja kan berpendapat ?). Bukan apa-apa, sih. Lagu melankolis jaman sekarang lagi nge-tren dinyanyiin sama anak-anak yang dandanannya kaya anak punk rock. Lucu banget kelihatannya. Udah rambutnya kayak landak, tangan sama leher penuh gelang, maaf, kayak “Herder” gitu (tau kan, ini apa ? hehe), ehh..la koq pas nyanyi lagunya sedih melulu. Capee deeh !
Eh…koq malah ngelantur yo ? Yo wis, jadi tema utama artikel ini adalah : SALAH KOSTUM alias Salah Kostum.

Anyway, nasyid Indonesia sekarang nggak jauh berbeda dengan Repvblik, Vagetoz, dan grup-grup melankolis baru yang lagi tumbuh saat ini. Mereka semua penginnya ngikutin pasaran musik Indonesia, yang emang lagi demen sama lagu-lagu semi melankolis yang temanya nggak jauh-jauh dari kehilangan pacar, putus, punya selingkuhan, dan tema lain yang jelas nggak menarik banget buatku. Nasyid pun jadi seperti itu. Ada yang cerita minta ditungguin calon istrinya, supaya siap sebelum menikah, dan lain sebagainya. Ada lagi yang lucu-lucu, cerita tentang nikah, tapi nggak ada bedanya sama pacaran dan gaulnya anak muda jaman sekarang. Mendingan ndengerin Vagetoz atau Peterpan sekalian ! Karuwane, malah jelas batilnya (hehehe).
Nggak ada tuh, tema nasyid-nasyid baru yang “bersemangat”, atau bercerita tentang alam, atau yang lainnya. Mungkin takut nggak laku, kali ya ? Huh…., salah kostum semua sekarang. Nyanyinya pakai baju taqwa dan kopyah, tapi liriknya pseudo-pop semua. Read the rest of this entry »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in