Resensi : Catatan Hati Seorang Istri

Having Fun, Iseng, Motivation, Tulis Menulis, qalbu 6 Comments »

Pengarang : Asma Nadia
Halaman : 220
Penerbit : Lingkar Pena Publishing
Harga : Rp. 36.000

Eits…judul di atas adalah judul buku yang dikarang Asma Nadia lho. Buku keren ini ternyata bukan sekedar buku bacaan biasa. Ceritanya gini, udah 4 hari ini saya di Jakarta untuk mengurus visa keberangkatan ke Thailand dan menginap di rumah seorang kakak sepupu saya. Atas kebaikan hati beliau dan keluarga, saya diperbolehkan untuk membaca koleksi buku-buku dan majalah beliau. Mata saya kemudian jelalatan menjelajahi lemari buku dan saya tertarik pada sebuah buku bersampul biru di tengah buku-buku lain yang ukurannya jauh lebih besar dari buku itu. Saat saya tarik dari raknya, saya langsung melihat foto besar Mbak Asma dan cover bertuliskan kalimat yang sama dengan judul artikel ini. Hmm…..it’s quite interesting.Kayaknya keren nih bukunya, untuk menemani saya sebelum tidur. Daripada nggak ada kerjaan,hehehe… Pasalnya buku-buku lain di rak tersebut adalah buku-buku sosial nggak jelas yang tebel dan ‘nggak masuk’ buat saya. Satu-satunya bacaan di sana yang masih bisa diterima logika saya, selain surat kabar, adalah buku ini.

Saya bukan tipikal kutu buku, meskipun beberapa kali saya membaca buku-buku serius secara ‘one stop reading’ alias langsung habis dalam sekali baca. Buku-buku yang seperti ini biasanya saya beri ‘two thumbs up’ karena secara konten sangat menarik dan memberi input yang banyak. Nah, begitu saya membaca daftar isi bukunya Mbak Asma ini (seperti biasa, hal yang saya lakukan sebelum membaca buku adalah melakukan simple scanning dengan membaca daftar isi buku itu) langsung saya ‘jatuh cinta’ dan penasaran untuk membacanya. Buku seperti ini termasuk di luar kebiasaan dan selera baca saya soalnya. Paling banter, untuk yang urusan “seputar keluarga” kayak gini adalah buku-buku Yusuf Qardhawi dan kang Arif Nursalim (Salim A. Fillah) saja yang pernah saya baca. Selebihnya, buku-buku komputer, cerita-cerita Islami, dan bahasa-bahasa “aneh” yang nggak bakalan semua orang suka…

Saat saya menjelajahi isinya, wah ternyata berkisah tentang cerita-cerita kehidupan berkeluarga yang cukup beragam. Sebagian besar dari cerita tersebut memang hasil curhat rekan-rekan Mbak Asma sendiri. Mbak Asma yang dikenal sebagai penulis cikal-bakal novelis Islami ini sepertinya memiliki stok empati yang cukup besar, sehingga hasil cerita rekan-rekannya tadi berhasil dibukukan. Masalah yang dibahas, sebagian besar adalah masalah perceraian dan kisah kisruh rumah tangga yang keseharian dan sangat mungkin terjadi di sekitar kita. Masalah seorang pria yang memiliki wanita idaman lain, keinginan untuk berpoligami, sampai seorang ikhwan yang ketahuan istrinya memiliki AIL (akhwat idaman lain) dikupas di buku ini, lengkap dengan beberapa penggalan dialog dan metafora yang menarik. Semua cerita adalah kisah nyata dan inilah yang menyebabkan saya sangat tertarik untuk memasukkannya dalam kategori ‘one stop reading’ saya. Dalam waktu 4 jam, saya melahap habis isinya dan menemukan sebuah kesimpulan yang barangkali sangat subjektif : Read the rest of this entry »

Senjata Belajar Nihon-go

Motivation, OS X Software 2 Comments »

Flash Card

Barusan daftar belajar bahasa jepang (nihon-go) yang resmi, tertib dan model klasikal di LIJ (Lembaga Indonesia Jepang) bersama rekan satu kampus, saya cukup tertantang untuk mencari sebuah perangkat lunak yang mendukung ’semangat 45′ saya saat ini. Setelah berkutat selama 15 menit dengan Paman Google, saya menemukan beberapa senjata berkualitas yang cukup mewakili saya, sebagai seorang pengguna Mac yang (katanya) sih masih minoritas di Indonesia. Software tersebut adalah iKana dan TranslateIt.

Software iKana adalah sebuah perangkat lunak yang membantu kita untuk menghafalkan katakana, hiragana dan kanji dengan cara yang menyenangkan. Dengan berbagai permainan dan quiz, kita bisa menghafalkan bentuk-bentuk aksara Jepang yang emang sulit dihafal ini. Lebih lanjut, Anda bisa melongok situs resminya di link ini.
TranslateIt

Sedangkan software TranslateIt adalah semacam multilingual dictionary yang membantu kita untuk menerjemahkan kata berbahasa Inggris ke dalam bahasa lain di dunia yang kita kehendaki. Lumayan membantu lah, meskipun cuman shareware. It’s ok koq ! Bisa di-install di dashboard juga, sehingga praktis kalau kita tiba-tiba menjumpai kata yang cukup sulit dan ingin segera menerjemahkannya. Anda bisa melongok software ini di link ini.

Oya, sebenarnya ada beberapa situs keren yang bisa digunakan untuk belajar bahasa Jepang. Silahkan Anda melihat link di blok saya untuk kategori “Nihongo”.

Yuk, belajar lagi …..

Alqur’an dan Banyugeni™

Iseng, Motivation, Umum 31 Comments »
Nama yang berarti Air-Api itu adalah sebuah merk bahan bakar berbasis air (hidrofuel) yang Rabu kemarin (13/2) dilaunching di Universitas Muhammadiyyah Yogyakarta (UMY). Tim riset Banyugeni yang terdiri dari Drs. Purwanto (konsultan ahli), Ir. Bledug Kusuma Prasadja, M.T., Ir.Toni K. Haryadi,M.T., dan Dra.Nike Triwahyuningsih, M.P. telah melakukan riset sejak tahun 2007 untuk menemukan bahan bakar air yang setara dengan BBM ini. Uji coba yang dilakukan di UMY kemarin berhasil dengan sangat memuaskan, yakni uji coba menyalakan kompor, teplok dan sepeda motor. Pada hari Senin (11/2) bahkan telah dilakukan uji coba Banyugeni pada pesawat Ultralight Tipe Jora Rotax 582 di LPLP Solo dengan start engine yang memuaskan.

Temuan mutakhir level dunia dari Bantul ini diharapkan bisa memberikan solusi cerdas, hemat dan efisien terhadap krisis energi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, utamanya warga Bantul pasca gempa besar 27 Mei 2006 yang lalu. Menurut Rektor UMY, Dr. Khoiruddin Bashori, proses pembuatan Banyugeni ini diilhami dari krisis energi di Indonesia dan beberapa ayat Al Qur’an yang menceritakan kekuatan besar di balik air, seperti : 

  • “Dan laut yang di dalam tanahnya ada api” (At Thur : 6)
  • “…..Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Al Anbiya’ : 30)
  • “Dan apabila lautan dijadikan meluap” (At Takwir : 6)

Sesuai dengan inspirasi tadi, Banyugeni tidak dikembangkan dari air tanah, tapi dari air laut yang mengalami proses destilasi dan mekanotermal elektronis. Air laut yang dimurnikan, kemudian dimasukkan dalam proses mekanik, thermal (suhu), listrik dan kimiawi untuk mengubahnya menjadi bahan bakar. Proses ini bertujuan untuk menyetarakan berat jenis air dan minyak. Satu liter air murni menghasilkan satu liter Banyugeni. Untuk membuat bahan bakar kurang dari 50 liter, hanya dibutuhkan waktu 10 menit. Untuk ribuan liter Banyugeni dibutuhkan waktu 3-3,5 jam. Saat dimintai keterangannya, Bupati Bantul Bapak Idham Samawi yang juga ikut melakukan ujicoba mengatakan, “Temuan ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia bisa mewarnai peradaban dunia. Kita adalah bangsa yang patut diperhitungkan”

Ya, Indonesia adalah bangsa yang patut diperhitungkan. Dengan segala macam potensi otak dan alamnya, tentunya. Dan ummat Islam sudah semestinya menjadi tokoh kuncinya, karena Alqur’an mewajibkan ummat Islam untuk membaca dan belajar, serta menjadi solusi bagi permasalahan bangsa.

Bravo Riset Indonesia ! 

Referensi : 
1. Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Rabu 13 Februari 2008, halaman 1.
2. Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat, Kamis 14 Februari 2008, halaman 6.
3. Surat Kabar Harian Kompas, Kamis 14 Februari 2008, halaman A (Yogyakarta).

Belajar Menjadi Kaya Bersama Safir Senduk

Motivation 5 Comments »

Buku Safir Senduk

Kefakiran itu dekat dengan kekafiran - begitu perkataan Kanjeng Nabi SAW. Fenomena ini ternyata bukan hanya monopoli orang-orang terdahulu saja. Saat ini, kita pun perlu berpikir untuk hidup “kecukupan” dalam berbagai sudut pandang dan perspektif kita masing-masing. Hemat, adalah anjuran Islam dan sudah disebutkan dalam Al Qur’an (pemboros adalah ikhwan as syayaatin, temannya syaithon, kata Allah SWT dalam Al Qur’an surat 17 ayat 26-27)

 

Nah, tema kita kali ini adalah bagaimana berpikir kreatif untuk menjadi lebih kaya, tidak dengan mendapatkan gaji yang lebih besar, tapi dengan sedikit lebih cerdas mengelola keuangan kita. Kalau beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan artikel tentang Ingin dan Butuh, maka kali ini saya akan sedikit mengulas sumber bacaan yang saya gunakan untuk penulisan artikel tersebut. 

 

Buku Mas Safir yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” ini menitikberatkan pada pentingnya Money Management yang menitikberatkan pada dua point utama : Saving dan Investment. Lima kiat yang ditekankan oleh Mas Safir adalah :

Read the rest of this entry »

Antara Ingin dan Butuh

Motivation 3 Comments »

“Kang, sebaiknya Situ baca-baca artikelnya Safir Senduk tentang perencanaan keuangan keluarga. Kelihatannya lumayan ampuh buat orang-orang seperti kita yang sedang start merintis karir. Opo maneh seperti aku yang udah berkeluarga”
(Beberapa hari yang lalu, perbincangan dengan seorang kawan yang bekerja di sebuah LSM)

Family Financial Planning ? Baru pertama kali dengar memang. Tapi memang kelihatannya sangat menarik untuk dipelajari. Tentu, tidak harus berkeluarga terlebih dahulu untuk bisa mempelajari hal-hal demikian, terutama hal yang berkaitan dengan “prosperity” (hehehe). Hanya dari bincang-bincang saja sudah merangsang otak untuk langsung ngenet dan memasukkan kata kunci “Mengelola Keuangan Keluarga”. Ternyata benar, sangat banyak artikel dari internet yang mengajari kita tentang “bagaimana mengelola keuangan secara benar”, silahkan lihat pembelajar.com. Ilmu yang sederhana tapi sulit diterapkan ini sesungguhnya memang harus kita pelajari dan kita terapkan sejak saat ini.

Pelajaran pertama dari pengelolaan keuangan keluarga adalah SAVING dan INVESTMENT. SAVING sangat berarti dan sangat penting, terutama bagi keluarga muda. Sebuah keluarga seringkali dikatakan “miskin”, sesungguhnya bukan karena jumlah penghasilan yang mereka hasilkan tiap bulannya. “Kemiskinan” semu (yang beranjak menjadi nyata) yang mereka alami sebenarnya diawali dari salah menempatkan prioritas, antara “keinginan” dan “kebutuhan”. Contoh sederhana : implementasi “keinginan” dan “kebutuhan” adalah berusaha disiplin terhadap daftar belanjaan pada saat kita berada di supermarket. Seringkali seseorang menjadi “sangat miskin” di akhir bulan karena ia tidak pernah berusaha disiplin terhadap daftar belanjanya di supermarket. Ia tidak pernah bisa membedakan antara “keinginan” dan “kebutuhan” sehingga ia membeli barang tidak didasarkan pada rasio prioritas.
Read the rest of this entry »

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in