<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>[Cerdas-Terampil-Taqwa]</title>
	<atom:link href="http://wibirama.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wibirama.com</link>
	<description>Just Another Ordinary Blog with Extraordinary Story</description>
	<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 00:58:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Menulis Thesis (1)</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/03/09/sunu-wibirama-menulis-thesis-1/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/03/09/sunu-wibirama-menulis-thesis-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 00:57:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<category><![CDATA[Tulis Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[

Menulis thesis, bukan sesuatu yang mudah. Namun sebagai tuntutan amanah akademis, menulis thesis (atau skripsi untuk S1 dan disertasi untuk S3), tentu membutuhkan persiapan-persiapan yang cukup. Beberapa pengalaman pribadi, rasanya cukup penting untuk di-share di sini. Tak lain dan tak bukan, semoga Sampeyan tidak mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan.


1. Time scheduling
Saya adalah orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/03/electronic_filing_lg_nwm.gif" rel="lightbox[899]"><img class="alignnone size-full wp-image-900" title="electronic_filing_lg_nwm" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/03/electronic_filing_lg_nwm.gif" alt="" width="200" height="200" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menulis thesis, bukan sesuatu yang mudah. Namun sebagai tuntutan amanah akademis, menulis thesis (atau skripsi untuk S1 dan disertasi untuk S3), tentu membutuhkan persiapan-persiapan yang cukup. Beberapa pengalaman pribadi, rasanya cukup penting untuk di-share di sini. Tak lain dan tak bukan, semoga Sampeyan tidak mengulangi kesalahan yang pernah saya lakukan.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong><br />
1. Time scheduling</strong><br />
Saya adalah orang yang biasa bekerja dengan target. Bukannya diperbudak target, tapi berusaha untuk konsisten pada diri sendiri itu ternyata tidak mudah, lho. Sampeyan mungkin bisa aja konsisten sama  orang tua Sampeyan, atau bahkan dosen Sampeyan. Tapi kalau sama diri sendiri? Beraat bung! Makanya, time scheduling itu penting, karena waktu itu adalah sesuatu yang mahal harganya, terutama kalau Sampeyan sudah mendekati batas waktu pengumpulan thesis. Sepertinya kita jadi tidak bisa diganggu gugat. Ditelepon nggak bisa, jarang <em>online</em> YM, Facebook ga pernah di-<em>update</em>, pokoknya thesis dan thesis. Sebenarnya yang kayak gitu bisa diakalin jika Sampeyan mau. <em>Chattingan</em>, mengerjakan thesis, nonton <em>streaming </em>film Korea atau Jepang di Youtube, semua bisa diatur, asal konsisten. Terus, gimana dong time scheduling yang baik?<br />
Oke, MasDab. Ini dia beberapa langkah-langkahnya:</p>
<p>a. Mulailah dari tujuan akhir. Misal nich, Sampeyan pengin ngumpulin thesis bulan Maret 2010. Maka, letakkan Maret 2010 sebagai tujuan akhir. Kemudian, perjelas langkah-langkah menuju pengumpulan thesis, misalnya:</p>
<p>November-Desember 2009 : Studi literatur + pengumpulan bahan baku<br />
Desember 2009-Januari 2010: Mulai nulis bab 1 dan bab 2<br />
Januari-Februari 2010 : Melanjutkan bab 3 dan bab 4<br />
Maret 2010 minggu I : Bab 5 (alias kesimpulan) dan print draft<br />
Maret 2010 minggu II - minggu III : koreksi thesis oleh advisor<br />
Maret 2010 minggu IV : finalisasi + kumpulkan thesis</p>
<p style="text-align: justify;">Ok. Itu jadwal garis besarnya. Kemudian bisa di-<em>break down</em> lagi menjadi jadwal per minggu. Dan yang terpenting, sebenarnya jadwal setiap harinya. Aktivitas Sampeyan harus benar-benar tertib sesuai dengan yang Sampeyan rancang.Insya Allah, semuanya bakalan kebagian tempat. Kata orang, &#8220;Orang sibuk itu biasanya orang yang menghargai waktu&#8221;. Sibuk yang bener maksudnya, kalau sibuk ngegosip <em>yo sami mawon</em> &#8230;&#8230;</p>
<p><strong>2. Tentukan judul thesis</strong><br />
Saya rasa untuk yang satu ini menjadi hak prerogratif Sampeyan dan dosen pembimbing Sampeyan. Judul ini gampang-gampang susah. Tapi kalau Sampeyan sudah membicarakannya secara baik-baik (bukan dengan cara kekerasan) dengan pembimbing Sampeyan, pasti judul ini disetujui. Jika Sampeyan harus melewati presentasi proposal, maka menentukan judul thesis menjadi sebuah proses yang cukup memakan waktu. Tapi yakinlah, semakin banyak masukan (asal nggak ngawur), tentu semakin baik</p>
<p><strong>3. Membuat outline thesis</strong><br />
Outline thesis semacam garis-garis besar halauan thesis Sampeyan. Intinya, buat poin-poin konten yang akan Sampeyan bahas di thesis sampeyan. Setelah itu, tunjukkan ke dosen Sampeyan. Biasanya dia akan memberi respon. Kemudian, dari poin-poin tadi, kita mulai merancang bahan baku yang dibutuhkan untuk &#8220;mengisi&#8221; poin-poin tersebut.</p>
<p>Contoh:<br />
Chapter I : Introduction. Bahan baku: contoh thesis tahun kemaren.<br />
Chapter II : Literature Reviews. Bahan baku: jurnal (a, b, c&#8230;&#8230;.), buku (1, 2, 3&#8230;&#8230;), dst.</p>
<p>Intinya, tahapan pengumpulan bahan baku ini harus sudah dipikirkan semenjak pembuatan outline. Jangan kayak saya, setelah ngetik, baru ketahuan bahan bakunya apa&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>4. Mengumpulkan bahan baku </strong><br />
Oke. Setelah bahan baku terkumpul, Sampeyan perlu memanajemen bahan-bahan itu. Supaya Sampeyan gak pusing, silahkan Sampeyan pakai EndNote atau software manajemen referensi lainnya. Apa itu EndNote? Jawabannya bisa Sampeyan search di blog saya atau <a href="http://wibirama.com/category/endnote/">klik di sini</a>. Masukkan satu per satu referensi Sampeyan ke EndNote, selengkap-lengkapnya. Jangan lupa <em>attach</em> pula file PDF jurnal atau paper yang sampeyan butuhkan di thesis ke dalam EndNote. Biar ga lupa aja lokasinya. Jangan kayak saya (lagi), yang selalu malas meng-<em>attach</em> file PDF dan sibuk mencari-cari file dalam ratusan folder data. Oya, pastikan Sampeyan membuat satu sub-folder di dalam folder induk thesis Sampeyan dengan judul &#8220;REFERENSI&#8221;. Ini memudahkan Sampeyan untuk mengatur paper-paper, ebook, dan semua artikel yang akan menjadi referensi thesis Sampeyan.</p>
<p><strong>5. Drafting </strong><br />
Pada tahapan ini, yang sering saya jumpai adalah MALAS. Malas untuk memulai dan selalu menunda pekerjaan. Saya pun mengalaminya sedemikian rupa, sehingga memerlukan tips khusus untuk bisa segera mulai. Bagaimana caranya? Gampang bos. Coba lihat rekan-rekan Sampeyan yang sudah lulus dan bayangkan jika itu terjadi pada Sampeyan. Tips ini cukup ampuh buat saya. Sembari browsing data di internet, saya mencoba &#8220;mengambil inspirasi&#8221; dari rekan-rekan yang sudah menyelesaikan studi dan berkutat dengan aktivitas baru mereka. Rasanya kok &#8220;menyenangkan&#8221; sekali dan dari sanalah saya menemukan tenaga untuk menulis.</p>
<p>Menulis bukan sesuatu yang mudah, MasDab. Percaya deh. Sepandai apapun Sampeyan, jika Sampeyan tidak pernah latihan menulis, apalagi kok menulis ilmiah, wow&#8230;&#8230;sulit, MasDab. Tapi nasi sudah keburu jadi bubur. Beri kecap dan kacang aja sekalian. Sampeyan sudah terlanjur berada di akhri masa studi dan kini Sampeyan mau tidak mau harus menulis. Tidak ada lagi &#8220;latihan menulis&#8221;, karena Sampeyan tak pernah memikirkan pentingnya latihan menulis.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lalu, apa yang harus Sampeyan lakukan?</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk memberi inspirasi, Sampeyan bisa melihat gaya menulis dari para pengarang jurnal atau buku yang sesuai dengan bidang Sampeyan. Contek saja dulu mentah-mentah. Kemudian ubah kalimat-kalimat itu dengan cara bertutur Sampeyan. Ada beberapa vocab menarik yang nantinya akan Sampeyan dapatkan dari sana. Nah, vocab-vocab &#8220;keren&#8221; inilah yang akan menjadi modal Sampeyan menapaki halaman demi halaman selanjutnya. Untuk tahap yang satu ini, saya sarankan Sampeyan meng-<em>install</em> kamus bahasa Inggris-Indonesia/Indonesia-Inggris, serta Inggris-Inggris (Thesaurus). Kamus thesaurus akan membantu Sampeyan &#8220;bersilat keyboard&#8221; supaya tulisan Sampeyan nggak basi karena <em>vocab</em>-nya monoton.</p>
<p><strong>6. Editing</strong><br />
Wah, ini bagian terberat, MasDab. Editing ini meliputi segala sesuatunya:<br />
- grammar atau tata bahasa<br />
- ketepatan penulisan<br />
- kutipan gambar dan tabel<br />
- persamaan<br />
- hasil percobaan<br />
de-el-el</p>
<p>Saya sendiri, sampai saat ini masih mempercayakan jasa naskah hard copy karena lebih akurat untuk melakukan penyuntingan. Untuk tahap yang satu ini, Sampeyan seyogyanya meminta bantuan  rekan atau dosen untuk mengoreksi naskah Sampeyan.</p>
<p><strong>7. Submit thesis</strong><br />
Yah, tahapan terakhir yang menyenangkan. Eits, jangan lupa check list yang diperlukan. Perlukah naskah Sampeyan di-<em>print</em> berwarna, atau cukup hitam dan putih? Semua harus dipastikan, MasDab. Setelah submit thesis, Sampeyan tentu tinggal memikirkan ujian + revisi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/03/09/sunu-wibirama-menulis-thesis-1/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Konversi Referensi BibTex ke EndNote</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/02/20/sunu-wibirama-konversi-referensi-bibtex-ke-endnote/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/02/20/sunu-wibirama-konversi-referensi-bibtex-ke-endnote/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 03:35:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[EndNote]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[
Apakah Sampeyan pernah mengalami kesulitan meng-konversi referensi berformat BibTex ke dalam database EndNote ? Atau malah sebaliknya, sampeyan ingin mencantumkan referensi dalam database EndNote dalam format (style) BibTex ?
Nah, MasDab. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang tips memasukkan referensi berformat BibTex ke dalam database EndNote, serta sebaliknya. Sebelumnya, saya persilahkan dulu Sampeyan mengunduh file [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/bib-en.png" rel="lightbox[893]"><img class="alignnone size-full wp-image-894" title="bib-en" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/bib-en.png" alt="" width="400" height="93" /></a></p>
<blockquote><p>Apakah Sampeyan pernah mengalami kesulitan meng-konversi referensi berformat BibTex ke dalam database EndNote ? Atau malah sebaliknya, sampeyan ingin mencantumkan referensi dalam database EndNote dalam format (style) BibTex ?</p></blockquote>
<p>Nah, MasDab. Kali ini saya akan bercerita sedikit tentang tips memasukkan referensi berformat <a href="http://www.bibtex.org/">BibTex</a> ke dalam database <a href="http://www.endnote.com">EndNote</a>, serta sebaliknya. Sebelumnya, saya persilahkan dulu Sampeyan mengunduh file BIBTEX-E.zip di bawah ini. Pilih salah satu link saja :</p>
<blockquote><p><a href="http://rapidshare.com/files/353127364/BIBTEX-E.zip">http://rapidshare.com/files/353127364/BIBTEX-E.zip</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/225725216/49e973bc/BIBTEX-E.html">http://www.4shared.com/file/225725216/49e973bc/BIBTEX-E.html</a></p></blockquote>
<p>Sudah? Oke. Sekarang silahkan ekstrak file tadi. Sampeyan akan melihat tiga buah file di dalamnya:</p>
<p>1. Bibtex.Ens<br />
2. jxpinstall.exe<br />
3. bib2endnote.jar</p>
<p><strong>A. Instalasi JRE</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk keperluan import referensi BibTex ke EndNote, komputer Sampeyan harus memiliki Java Runtime Environment (JRE) karena aplikasi yang dibuat berekstensi *.jar. Aplikasi ini akan menjadi aplikasi yang executable (bisa langsung dijalankan dengan double-click) apabila Sampeyan memiliki JRE. Nah, untuk men-download dan meng-install JRE, silahkan double-click file jxpinstall.exe. Secara otomatis, file ini akan menyelesaikan tugas-tugasnya. Sampeyan hanya perlu menekan tombol Next dan Finish. Lihat screenshot di bawah ini:</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/jre.png" rel="lightbox[893]"><img class="alignnone size-medium wp-image-895" title="jre" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/jre-300x223.png" alt="" width="300" height="223" /></a></p>
<p><strong>B. Memasukkan Referensi Berformat BibTex ke dalam database EndNote</strong></p>
<p>Nah, kalau sudah, mari kita melakukan praktek. Misal, Sampeyan menjumpai sebuah paper yang menyediakan format citation HANYA dalam bentuk BibTex, maka Sampeyan akan menemui file berformat *.bib atau format referensi seperti ini:</p>
<blockquote>
<pre id="1040146">@article{1040146,
 author = {Ananda, A. L. and Srinivasan, B.},
 title = {An extensive bibliography on computer networks},
 journal = {SIGCOMM Comput. Commun. Rev.},
 volume = {13-14},
 number = {5-1},
 year = {1984},
 issn = {0146-4833},
 pages = {78--98},
 doi = {http://doi.acm.org/10.1145/1040142.1040146},
 publisher = {ACM},
 address = {New York, NY, USA},
 }</pre>
</blockquote>
<p>Nah, caranya&#8230;.save format referensi tadi ke dalam file *.bib. Bisa pake notepad kok. Kemudian, buka file *.bib tadi dengan aplikasi bib2endnote.jar. Setelah itu, save referensi dalam format file *.XML supaya bisa dibuka menggunakan EndNote. Misal, referensi di atas di-save dengan nama : ref1.xml</p>
<p>Kemudian buka EndNote. Klik File &gt; Import &gt; Import Option &gt; EndNote generated XML. Lalu cari file tadi dan tekan &#8220;Import&#8221;. Selesai sudah. Referensi sudah masuk ke dalam database EndNote Sampeyan. Gampang tho?</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/ref-import.png" rel="lightbox[893]"><img class="alignnone size-full wp-image-896" title="ref-import" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/ref-import.png" alt="" width="430" height="221" /></a></p>
<p><strong>C. Mengubah format referensi ke dalam format BibTex</strong></p>
<p>Untuk mengubah referensi sampeyan ke dalam format BibTex, caranya sangat mudah :</p>
<ul>
<li>Kopikan file BIBTEX.ENS ke dalam folder : C:\Program Files\EndNote X3\Styles</li>
<li>Buka program EndNote dan pilih &#8220;Select Another Style&#8230;&#8221;</li>
<li>Pilih &#8220;BibTex Export&#8221; dan periksa format &#8220;preview&#8221; Sampeyan</li>
</ul>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/preview-bibtex.png" rel="lightbox[893]"><img class="alignnone size-medium wp-image-897" title="preview-bibtex" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/preview-bibtex-300x224.png" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p>Nah, referensi lebih lanjut bisa Sampeyan temukan di sini:</p>
<p>[1] <a href="http://www.it.usyd.edu.au/~tapted/bib2endnote.html">http://www.it.usyd.edu.au/~tapted/bib2endnote.html</a></p>
<p>[2] <a href="http://geomorph.ldeo.columbia.edu/grg/resources/info/bibtex-to-endnote-converter.htm">http://geomorph.ldeo.columbia.edu/grg/resources/info/bibtex-to-endnote-converter.htm</a></p>
<p>[3] <a href="http://www.endnote.com/support/enconversion.asp">http://www.endnote.com/support/enconversion.asp</a></p>
<p>[4] <a href="http://www.endnote.com/support/ensupport.asp">http://www.endnote.com/support/ensupport.asp</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/02/20/sunu-wibirama-konversi-referensi-bibtex-ke-endnote/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Eye Tracking Clinical Session</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/02/14/sunu-wibirama-eye-tracking-clinical-session/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/02/14/sunu-wibirama-eye-tracking-clinical-session/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 09:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=890</guid>
		<description><![CDATA[Yap, judul di atas berhubungan erat dengan apa yang saat ini menjadi amanah akademis saya, MasDab. Ceritanya, saya sedang membuat sebuah alat yang akan digunakan untuk membantu pakar ENT (Ear, Nose, Throat) atau bahasa kerennya THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) menganalisa penyakit dalam sistem ke seimbangan di pada tiga saluran setengah lingkaran  (vestibular system) yang terdeteksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Yap, judul di atas berhubungan erat dengan apa yang saat ini menjadi amanah akademis saya, MasDab. Ceritanya, saya sedang membuat sebuah alat yang akan digunakan untuk membantu pakar ENT (Ear, Nose, Throat) atau bahasa kerennya THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) menganalisa penyakit dalam sistem ke seimbangan di pada tiga saluran setengah lingkaran  (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vestibular_system">vestibular system</a>) yang terdeteksi melalui gerakan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Alat ini, biasa disebut sebagai &#8220;<a href="http://www.google.com/books?hl=en&amp;lr=&amp;id=27jCNmafYU4C&amp;oi=fnd&amp;pg=PR22&amp;dq=medical+eye+tracking&amp;ots=pO_cW6LEf7&amp;sig=54TghnBQWhBMKdOo0nfdHt2Tk3s">Medical Eye Movements Tracking</a>&#8221; dalam berbagai referensi ilmiah. Untuk membuat alat ini, saya melakukan survey kecil-kecilan selama 1 tahun. Pengembangan alat ini dilakukan selama lebih dari dua tahun karena penelitian awal sudah dilakukan sebelum saya terdaftar sebagai master student di kampus saya. Terus terang, versi komersial dari alat ini memang cukup mahal. Menurut <a href="http://www.audiologyonline.com/Articles/article_detail.asp?article_id=923">referensi ini</a>, versi komersial dari alat yang disebut dengan VIDEO-OCULOGRAPHY (VOG) ini mencapai 1000 - 30.000 USD. Maka, peneliatian untuk menghasilkan &#8220;low cost&#8221; VOG sangatlah penting untuk meningkatkan jangkauan penggunaan VOG di kalangan praktisi medis.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/exp2-blog.jpg" rel="lightbox[890]"><img class="alignnone size-medium wp-image-891 aligncenter" title="exp2-blog" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/exp2-blog-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Foto Ruang ENT Srinakarinvirooj Hospital</em></p>
<p style="text-align: justify;">Nah Masdab, hari Jum&#8217;at kemarin (12 Februari 2010) saya menyempatkan diri untuk pergi ke unit ENT Rumah Sakit Srinakarinvirooj dalam rangka melakukan percobaan &#8220;resmi&#8221; dengan menggunakan pasien yang menderita  <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vertigo_(medical)">vertigo</a> pada sistem penglihatannya karena penyakit yang ada dalam sistem keseimbangan. Hari itu benar-benar hari yang mendebarkan karena bisa saja saya tidak memperoleh sampel data yang saya inginkan. Penyakit ini benar-benar langka dan sangatlah beruntung apabila kita bisa menemukan pasien yang menderita penyakit ini (meskipun kita tidak berharap si pasien menderita, bukan?).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/exp1-blog.jpg" rel="lightbox[890]"><img class="alignnone size-medium wp-image-892 aligncenter" title="exp1-blog" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/exp1-blog-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Treatment Pasien oleh dokter ENT<br />
</em></p>
<p style="text-align: justify;">Keberuntungan rupanya benar-benar berpihak pada saya dan dokter yang menjadi advisor medis saya. Hari itu, setelah menunggu cukup lama, kami menemukan seorang pasien (ibu dengan umur 56 tahun) yang menderita vertigo selama sebulan. Terapi medis sudah dilakukan sebelumnya, namun tidak rutin. Hari itu, saya melihat secara langsung bagaimana dokter menangani pasien dan melakukan analisa terhadap hasil rekaman gerakan mata pasien. Alat yang saya bawa selama 1,5 jam perjalanan dari kampus saya walhasil tidak teronggok sia-sia. Kami menggunakannya untuk merekam gerakan mata pasien dan menganalisa hasilnya. &#8220;Khun chok dee mak, Sunu. Mee case wan nii,&#8221; (Kamu beruntung sekali, Sunu. Ada kasus hari ini) kata Pak Dokter. &#8220;Khob khun na khrab,&#8221; saya mengucapkan terima kasih kepada beliau atas bantuannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampeyan penasaran dengan hasil rekamannya?<br />
Mohon maaf, saya hanya bisa menampilkan rekaman dari versi lama alat tersebut. Video versi terbaru kami gunakan untuk pengembangan metodologi analisa.  Silahkan lihat video di bawah ini atau klik <a href="http://www.youtube.com/watch?v=RsSV-1o0BP4">link ini</a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>MEDICAL EYE TRACKING RECORDING:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/RsSV-1o0BP4&amp;rel=1"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RsSV-1o0BP4&amp;rel=1" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="quality" value="high" /></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/02/14/sunu-wibirama-eye-tracking-clinical-session/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>WORKING DESK</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/02/03/sunu-wibirama-working-desk/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/02/03/sunu-wibirama-working-desk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 08:19:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Interested dengan postingan Kang Yayan, saya mencoba meng-capture dua kondisi meja kerja pada saat eksperimen menggunakan pasien (tentu untuk keperluan thesis), dan saat kondisi normal. I won&#8217;t have clean working desk until the thesis deadline passed. Covering something bad in unusual way to pretend to be a good guy, in Thai we call &#8220;Phak Chi&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Interested</em> dengan postingan <a href="http://yan9nda.net">Kang Yayan</a>, saya mencoba meng-<em>capture</em> dua kondisi meja kerja pada saat eksperimen menggunakan pasien (tentu untuk keperluan thesis), dan saat kondisi normal. <em>I won&#8217;t have clean working desk until the thesis deadline passed. Covering something bad in unusual way to pretend to be a good guy, in Thai we call &#8220;Phak Chi&#8221; - means the name of vegetable put on the rice in order to make the rice seems tasty</em> <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#80;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#80;' /> .</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/berantakan.jpg" rel="lightbox[885]"><img class="alignnone size-full wp-image-887" title="berantakan" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/berantakan.jpg" alt="" width="417" height="277" /></a></p>
<p>EXPERIMENT MODE : OFF</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/rapi1.jpg" rel="lightbox[885]"><img class="alignnone size-full wp-image-888" title="rapi1" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/02/rapi1.jpg" alt="" width="416" height="277" /></a></p>
<p>EXPERIMENT MODE : ON</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/02/03/sunu-wibirama-working-desk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>WINNER : Nampak Beda Nyata Sama 01</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/20/sunu-wibirama-winner-nampak-beda-nyata-sama-01/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/20/sunu-wibirama-winner-nampak-beda-nyata-sama-01/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 00:21:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[The most creative comments for NBNS01 came from :
1. Juan F Anto (via Facebook), said:
sama2 isinya penjahat
sama2 bertembok putih
sama2 ber kasur
sama2 ber sellimut
sama2 ada di posting ini
2. Todi Adiatmo (via Facebook) said:
sama-sama nyaman buat tawanan yang satu standar internasional yang satu standar bintang 5&#8230;
sama-sama berkasur empuk, yang satu standard size yang satu king size&#8230;
sama-sama layak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>The most creative comments for <a href="http://wibirama.com/2010/01/13/sunu-wibirama-nampak-beda-nyata-sama-e01/">NBNS01</a> came from :</p>
<p>1. <a href="http://poetramaloe.web.id">Juan F Anto</a> (via Facebook), said:</p>
<blockquote><p>sama2 isinya penjahat<br />
sama2 bertembok putih<br />
sama2 ber kasur<br />
sama2 ber sellimut<br />
sama2 ada di posting ini</p></blockquote>
<p>2. <a href="http://sebutsajatodi.co.cc/">Todi Adiatmo</a> (via Facebook) said:</p>
<blockquote><p>sama-sama nyaman buat tawanan yang satu standar internasional yang satu standar bintang 5&#8230;</p>
<p>sama-sama berkasur empuk, yang satu standard size yang satu king size&#8230;</p>
<p>sama-sama layak huni dan bersih, bedanya yang satu pake karpet yang satu beralaskan semen <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /><span class="text_exposed_hide">&#8230; </span></p>
<p>sama-sama bercat putih, yang satu polos, yang satu full hiasan <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>sama-sama ada kamar mandinya, bedanya yang satu pake hot shower yang satu wc duduk doank</p></blockquote>
<p>3. Gina (via blog) said :</p>
<blockquote><p>Sama-sama (1)putih cat temboknya,(2)ada pintunya,(3)tempat tidur yg nyaman,(4)tempat ngobrol yg nyaman,(5)tempat leyeh-leyeh yg nyaman juga!Heu!</p></blockquote>
<p>Congratz, bro and sis! You&#8217;ve been blogrolled  <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /><br />
(i&#8217;m waiting for the 3rd winner&#8217;s blog URL)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/20/sunu-wibirama-winner-nampak-beda-nyata-sama-01/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Inside Steve&#8217;s Brain: Review</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/16/sunu-wibirama-inside-steves-brain-review/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/16/sunu-wibirama-inside-steves-brain-review/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 05:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Macintosh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=876</guid>
		<description><![CDATA[

&#8220;Once you get into the problem, you see that it&#8217;s complicated, and you come up with all these convoluted solutions. That&#8217;s where most people stop, and the solutions tend to work for a while. But the really great person will keep going, find the underlying problem, and come up with an elegant solution that works [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/inside-steve-brain.jpg" rel="lightbox[876]"><img class="alignnone size-medium wp-image-877" title="inside-steve-brain" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/inside-steve-brain-211x300.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Once you get into the problem, you see that it&#8217;s complicated, and you come up with all these convoluted solutions. That&#8217;s where most people stop, and the solutions tend to work for a while. But the really great person will keep going, find the underlying problem, and come up with an elegant solution that works on every level. That&#8217;s what we wanted to do with Mac&#8221; (Steve Jobs,<em> &#8220;Inside Steve&#8217;s Brain&#8221;</em>, 2008).</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Well, MasDab. Mungkin Sampeyan yang telah mengenal saya sejak lama mengerti benar bahwa saya adalah seorang Apple user yang sedang tertawan dengan Windows, setidaknya untuk dua tahun (academic reason, of course). Namun demikian, ini tidak lantas menghilangkan kecintaan saya kepada mesin yang sudah membantu saya mencari duit plus menyelesaikan skripsi S1 saya, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/IBook">iBook G4</a> (yang kini dipekerjakan oleh adik perempuan saya).<span id="more-876"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/sunu-ibook2.jpg" rel="lightbox[876]"><img class="alignnone size-medium wp-image-878" title="sunu-ibook2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/sunu-ibook2.jpg" alt="" width="155" height="159" /><br />
</a></p>
<p style="text-align: center;"><em>Melamuni ex-soulmate</em></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kali ini, saya akan sedikit membahas sebuah buku kecil, yang mengupas tentang dibalik sukses Apple, Inc. (dulu Apple Computer, Inc.) menguasai dunia pemasaran mp3 player, personal computer dan laptop, sampai gadget. Buku yang berjudul &#8220;<a href="http://www.amazon.com/Inside-Steves-Brain-Leander-Kahney/dp/1591841984">Inside Steve&#8217;s Brain</a>&#8221; ini ditulis oleh Leader Kahney, seorang editor di <a href="http://www.wired.com/">Wired.Com</a> dan penulis di blog <a href="http://www.cultofmac.com/">Cult of Mac</a>. Ia telah bertahun-tahun menjadi pengguna dan pengamat produk-produk Apple. Buku kecil yang ia tulis ini bercerita tentang bagaimana Steve Jobs mempengaruhi seluruh sisi bisnis dan kultur kerja di Apple Inc. yang ia mulai dari idenya tentang sebuah produk : <strong>Simpel dan Elegan</strong>. Namun untuk mendapatkan dua kesan itu pada semua produk Apple bukanlah pekerjaan yang mudah. Steve Jobs adalah orang yang mampu menduplikasi kultur kerjanya kepada semua orang yang ia pekerjakan. Terlebih lagi, ia adalah orang yang benar-benar fokus pada satu pekerjaan yang ia tekuni. Ia adalah salah satu CEO kelas dunia yang berani berkata &#8220;tidak&#8221; pada ide diversifikasi produk yang memiliki efek samping menghancurkan pasar produk utama perusahaan. Sebuah ide &#8220;aneh&#8221; yang belakangan justru membuat iPod menjadi satu-satunya mp3 player dengan market share terbesar di dunia, dengan 73.8 persen per September 2009 [1].</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini juga mengupas isu-isu terkini seputar MacBook Pro, iPhone, sampai dengan gosip <a href="http://www.answers.com/topic/options-backdating">backdating scandal</a> yang menimpa Apple Computer, Inc. (1997-2002) [2]. Alih-alih menjelaskan sukses Apple, Inc. dari segi pengamat luar, buku ini justru menjelaskan bagaimana Steve Jobs berpikir dan menuangkan gagasannya dalam semua produk Apple.  Kahney mencoba menjelaskan bagaimana Steve Jobs berpikir dari beberapa komentar rekan kerja Jobs, mantan karyawan Apple, maupun beberapa engineer di Apple yang saat ini masih aktif bekerja. Salah satu yang menarik adalah munculnya rumor istilah &#8220;Getting Steved&#8221; di antara karyawan Apple saat Jobs diangkat sebagai interim CEO di Apple Computer, Inc. tahun 1997. Istilah yang diartikan secara literal &#8220;dipotong&#8221; atau &#8220;dipecat tanpa seremoni&#8221; ini biasa digunakan untuk menyebut para karyawan yang dipecat di tempat karena ia tak bisa menjawab pertanyaan Steve Jobs saat itu juga [3].  Meskipun  gosip ini tidak pernah terbukti, cerita-cerita tentang &#8220;dipecat tanpa seremoni&#8221; menjadi sebuah hal yang biasa di Apple, Inc. Selain itu, pada setiap akhir bab, Kahney menyertakan poin-poin penting pelajaran yang bisa diambil dari Steve Jobs. Hal ini sangat bermanfaat bagi mereka yang menjadi leader di sebuah institusi atau para pengambil kebijakan di dunia bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelemahan buku ini adalah, Kahney tidak menyertakan wawancara dan partisipasi langsung dari tokoh yang menjadi sentral buku ini, Steve Jobs. Namun hal ini justru membuat pemaparan cara berpikir Jobs menjadi semakin menantang. Kahney menyertakan beberapa perkataan resmi Steve Jobs dari hasil wawancara langsung berbagai media massa terhadap Steve Jobs. Hasil wawancara ini kemudian diramu dengan hasil wawancara langsung dari beberapa mantan karyawan dan karyawan Apple, serta beberapa referensi dari buku tentang Apple yang telah terjamin keabsahannya. Kelemahan lain buku ini adalah alur yang kurang tertata. Penjelasan Kahney tentang pribadi dan cara berpikir Steve Jobs membuat Kahney mencomot berbagai macam kejadian yang berhubungan dengan narasinya, tanpa mengatur urutan peristiwa tersebut. Sampeyan akan menemui cerita Kahney akan sebuah peristiwa pada tahun 2004, dan meloncat ke tahun 1997, kemudian tahun 2002.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Sampeyan yang penasaran dengan bagaimana Apple, Inc. menuai sukses, buku ini menjadi jaminan yang bermutu. Tapi bagi Sampeyan yang ingin tahu bagaimana proses berdirinya Apple, Inc., proses hampir bangkrutnya (tahun 1996), sampai menuai sukses di tahun 2000-an, buku ini bukanlah titik tolak yang tepat buat Sampeyan. Saya sarankan untuk memulainya dengan menengok buku lain semacam <a href="http://www.amazon.com/Apple-Confidential-2-0-Definitive-Colorful/dp/1593270100">Apple Confidential 2.0</a> yang lebih terstruktur secara historis.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Reference:</p>
<p style="text-align: justify;">[1] <a href="http://www.afterdawn.com/news/archive/19294.cfm">http://www.afterdawn.com/news/archive/19294.cfm</a></p>
<p style="text-align: justify;">[2] <a href="http://money.cnn.com/2006/12/29/technology/apple_jobs/index.htm">http://money.cnn.com/2006/12/29/technology/apple_jobs/index.htm</a></p>
<p style="text-align: justify;">[3] L. Kahney, &#8220;Inside Steve&#8217;s Brain&#8221;, Portfolio: New York, 2008, p. 33-35.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/16/sunu-wibirama-inside-steves-brain-review/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Download Presentasi Pelatihan EndNote X3</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/14/sunu-wibirama-download-presentasi-pelatihan-endnote-x3/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/14/sunu-wibirama-download-presentasi-pelatihan-endnote-x3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 05:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[EndNote]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[
Bulan Agustus 2009 yang lalu, mahasiswa Indonesia di Thailand mengadakan pelatihan bersama tentang software EndNote X3, sebuah software manajemen database referensi yang berjalan di atas sistem operasi Windows dan Macintosh. Software ini sangat membantu penulis untuk mengolah referensi dan mencantumkannya pada makalah atau disertasi. Kami, selaku salah satu pengisi acara dengan segala kerendahan hati mempersilahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/ed-ppt.png" rel="lightbox[873]"><img class="alignnone size-medium wp-image-874" title="ed-ppt" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/ed-ppt-300x213.png" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p>Bulan Agustus 2009 yang lalu, mahasiswa Indonesia di Thailand mengadakan pelatihan bersama tentang software EndNote X3, sebuah software manajemen database referensi yang berjalan di atas sistem operasi Windows dan Macintosh. Software ini sangat membantu penulis untuk mengolah referensi dan mencantumkannya pada makalah atau disertasi. Kami, selaku salah satu pengisi acara dengan segala kerendahan hati mempersilahkan rekan-rekan blogger yang berkenan untuk mengetahui isi training tersebut mengunduh presentasi pelatihan di link :</p>
<blockquote><p>4shared :</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/196547804/8ee50029/EndNote_X3_for_Student.html">http://www.4shared.com/file/196547804/8ee50029/EndNote_X3_for_Student.html</a></p>
<p>Rapidshare:</p>
<p><a title="EndNoteX3 Presentasi" href="http://rapidshare.com/files/335003827/EndNote_X3_for_Student.zip">http://rapidshare.com/files/335003827/EndNote_X3_for_Student.zip</a></p></blockquote>
<p><img src="file:///C:/DOCUME~1/sunu/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="file:///C:/DOCUME~1/sunu/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/14/sunu-wibirama-download-presentasi-pelatihan-endnote-x3/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nampak Beda Nyata Sama E01</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/13/sunu-wibirama-nampak-beda-nyata-sama-e01/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/13/sunu-wibirama-nampak-beda-nyata-sama-e01/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 05:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[
Nampak Beda Nyata Sama Edisi Perdana
Dua buah gambar di atas adalah ruangan penjara. Benarkah? Ya, saya tidak bohong, MasDab. Gambar pertama adalah ruangan penjara di Amerika dengan standard internasional. Ruangan kedua adalah penjara di negara kita INDONESIA, dengan standard non-internasional.
PERTANYAAN : carilah 5 persamaan (selain kalimat &#8220;sama-sama penjara&#8221; ) dari dua gambar di atas
HADIAH : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/nbns-21.jpg" rel="lightbox[869]"><img class="alignnone size-full wp-image-871" title="nbns-21" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/nbns-21.jpg" alt="" width="300" height="500" /></a></p>
<p><strong>Nampak Beda Nyata Sama Edisi Perdana</strong></p>
<p>Dua buah gambar di atas adalah ruangan penjara. Benarkah? Ya, saya tidak bohong, MasDab. Gambar pertama adalah <a href="http://brotherpeacemaker.wordpress.com/2009/02/28/doing-my-part-to-protect-the-black-community/">ruangan penjara di Amerika</a> dengan standard internasional. Ruangan kedua adalah <a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/01/11/03314011/arthalyta.sedang.dirawat.wajahnya.oleh.dokter.spesialis">penjara di negara kita INDONESIA</a>, dengan standard non-internasional.</p>
<p>PERTANYAAN : carilah 5 persamaan (selain kalimat &#8220;<strong>sama-sama penjara</strong>&#8221; ) dari dua gambar di atas</p>
<p>HADIAH : link exchange di blog saya, untuk tiga orang blogger yang kreatif.<br />
(Lumayan lho, <a href="http://www.sitemeter.com/?a=stats&amp;s=s21wibirama&amp;r=15">rata-rata visitor blog ini 70 orang per hari</a>).</p>
<blockquote><p>Ditunggu komentarnya, MasDab! <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/13/sunu-wibirama-nampak-beda-nyata-sama-e01/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencari Paper Conference dan Journal Gratis</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/03/sunu-wibirama-tips-mencari-paper-conference-dan-journal-gratis/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/03/sunu-wibirama-tips-mencari-paper-conference-dan-journal-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jan 2010 06:05:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[
Pernahkah Sampeyan merasa begitu tertekan saat mencari referensi berbahasa Inggris berupa paper atau makalah lainnya? Apakah Sampeyan menyerah dengan kondisi perpustakaan universitas Sampeyan yang langganan jurnalnya tak pernah up to date? Kalau jawabannya iya, kondisi yang sama juga pernah saya rasakan. Nah, di artikel ini saya akan menjelaskan beberapa cara untuk mendapatkan referensi berupa paper [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">Pernahkah Sampeyan merasa begitu tertekan saat mencari referensi berbahasa Inggris berupa paper atau makalah lainnya? Apakah Sampeyan menyerah dengan kondisi perpustakaan universitas Sampeyan yang langganan jurnalnya tak pernah <em>up to date</em>? Kalau jawabannya iya, kondisi yang sama juga pernah saya rasakan. Nah, di artikel ini saya akan menjelaskan beberapa cara untuk mendapatkan referensi berupa paper conference dan journal secara gratis. Namun, tentu ada ikhtiar yang perlu Sampeyan lakukan untuk mendapatkannya. Tenang saja, tidak berbahaya bagi kesehatan kok.</p>
</blockquote>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #003366;"><strong>INTRO</strong></span></span></p>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">Untuk mahasiswa Master atau Doktor, referensi berupa paper atau jurnal sangatlah penting. Namun sayang, tidak semua universitas mampu berlangganan jurnal-jurnal ilmiah yang harganya selangit itu. Bahkan untuk mendownload satu buah full paper berupa file PDF saja, saya pernah menjumpai sebuah electronic journal library memasang harga sebesar 150 USD. Hanya beberapa lembar saja dan kita harus membayar kurang lebih 1,5 juta rupiah. Itu belum termasuk harga langganan account untuk satu tahun. Lain cerita jika Sampeyan kuliah di universitas yang memperhatikan &#8220;hak&#8221; mahasiswanya. Sampeyan bisa meninggalkan artikel ini segera <img src='http://wibirama.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />.</p>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">Pada artikel kali ini, saya akan sedikit berbagi bagaimana cara mendapatkan &#8220;full paper&#8221; berupa file PDF secara gratis, untuk kita manfaatkan dalam kepentingan penelitian kita.  Tentu hal ini adalah pengecualian dari hasil pencarian langsung menggunakan Google Scholar. Ada tiga buah cara yang akan saya kupas di sini. Cara yang pertama dan kedua rating keberhasilannya cukup tinggi (*saya sudah berkali-kali mencoba dan tingkat keberhasilan mencapai 90%). Cara yang ketiga, sangat tergantung dari keluwesan Sampeyan bergaul dengan teman-teman Sampeyan.</p>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #000080;"><strong>METODE</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%;"><strong>1. HUBUNGI PENGARANGNYA LANGSUNG!</strong></p>
<p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Jurus andalan ini sudah terbukti lancar dan legal. &#8220;Legal&#8221; di sini perlu kita garis bawahi karena kita tidak menyalahi kesepakatan apapun. Selain itu, pengarang paper akan sangat senang mengirimkan papernya karena menjadi referensi untuk peneliti lain. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan email dan perlu &#8220;sopan santun&#8221; tertentu supaya pengarang paper tersebut mau memberikan paper-nya ke kita. Di bawah ini adalah contoh email yang bisa kita kirimkan kepada author paper saat kita melakukan request paper tersebut . Saya ambilkan dari salah satu email saya yang berhasil di-reply plus mendapatkan attachment berupa paper gratis dari sang penulis.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; line-height: 150%;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/12/paper.png" rel="lightbox[865]"><img class="alignnone size-full wp-image-855 aligncenter" title="paper" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/12/paper.png" alt="" width="510" height="489" /></a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: -18pt; line-height: 150%; text-align: justify;"><!--[if !supportLists]--></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">Bagian (1) adalah basa-basi kita untuk memperkenalkan diri. Sebutkan nama, asal institusi, dan tema penelitian yang sedang kita kerjakan. Jangan lupa sebutkan pula nama dosen pembimbing. Jika Sampeyan beruntung, mungkin saja penulis mengenal dosen pembimbing Sampeyan dan ini menjadi nilai tambah untuk email Sampeyan.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: 150%; text-align: justify;">Bagian (2), sebutkan paper yang Sampeyan inginkan. Pastikan judul dan tahun publikasi tertulis dengan jelas. Dua hal ini bisa Sampeyan cari di Google. Gampang kok.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagian (3), supaya sedikit ilmiah, sebutkan dari mana Sampeyan tahu judul paper itu. Bisa saja Sampeyan merujuk ke paper karya profesor lain atau karya dosen sampeyan sendiri untuk &#8220;mengangkat&#8221; nama pengarang paper tersebut. Sampaikan juga bahwa Sampeyan akan menjadikannya sebagai salah satu referensi untuk paper Sampeyan. Tujuannya, memberikan informasi kepada pengarang paper tersebut bahwa Sampeyan tidak sembarangan meminta paper itu (untuk kepentingan penelitian saja). Kalau Sampeyan beruntung, tentu paper yang Sampeyan inginkan akan dikirimkan langsung. Tapi tidak semua peneliti selalu rajin melihat emailnya. Berdoa saja, semoga urusan Sampeyan dimudahkan Yang Kuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>2. REQUEST MELALUI FORUM Myescience.Com</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Apa itu <a title="myescience.com" href="http://myescience.com">myescience.com</a> ? Forum ini adalah forum diskusi internasional berbahasa Inggris tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia akademis. Isinya tak jauh dari sharing cara mencari referensi ilmiah yang baik, mendownload ebook dari Google Book, menulis ilmiah (scientific writing), dan masih banyak lagi. Perlu dicatat, forum ini adalah forum yang &#8220;cukup serius&#8221; dan mensyaratkan anggotanya untuk ikut berkontribusi pula di forum. Mereka juga memberlakukan aturan yang cukup ketat untuk mengakses konten forum. Hanya member forum dengan poin lebih dari 100 yang bisa mengakses konten forum. Selain itu, beberapa konten memerlukan poin yang lebih tinggi. Lalu bagaimana cara mendapatkan paper gratis di forum ini ? Ini dia langkah-langkahnya :</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">a. Daftar sebagai member forum. Sampeyan memerlukan alamat email valid untuk konfirmasi aktivasi member.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">b. Perkenalkan diri Sampeyan di thread &#8220;<a href="http://www.myescience.com/showthread.php?t=34100">Get your first 100 credits by introducing yourself</a>&#8220;. Sampeyan perlu me-reply posting di thread ini, lalu perkenalkan jati diri sampeyan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan. Setelah memperkenalkan diri, Sampeyan akan mendapatkan 100 poin/kredit sebagai modal untuk mengakses konten forum, termasuk melakukan request paper di forum ini (untuk request paper, poin Sampeyan harus di atas 100).</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">c. Menambah poin dengan 2 kali login pada hari yang sama, atau memposting artikel di forum ini. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan perlu membaca <a href="http://myescience.com/showthread.php?t=37092">halaman ini</a>.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">d. Oke. Saya asumsikan poin Sampeyan sudah lebih dari 100 (karena Sampeyan sudah memperkenalkan diri dan sudah menambah poin dengan memposting artikel atau login 2 kali di forum ini pada hari yang sama). Kini Sampeyan bisa melakukan request jurnal di forum &#8220;Request&#8221;, sub-forum &#8220;E-Journal&#8221; (lihat gambar di bawah ini). Sebelumnya, saya sarankan membaca tata tertib forum dan cara me-request di forum ini, atau account Sampeyan akan di-banned oleh admin. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan bisa melihat sendiri halaman sub-forum &#8220;E-Journal&#8221; <a href="http://myescience.com/forumdisplay.php?f=20">di sini</a>. Tergantung request Sampeyan, tapi biasanya dalam waktu 2 hari sudah ada anggota forum yang membantu Sampeyan dan memberi apa yang Sampeyan minta : file PDF dari paper yang Sampeyan request.</p>
<p>*Catatan: jika Sampeyan juga membantu anggota lain menemukan paper yang mereka minta, poin Sampeyan pun akan bertambah cukup tinggi.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/myescience.png" rel="lightbox[865]"><img class="alignnone size-full wp-image-866" title="myescience" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2010/01/myescience.png" alt="" width="500" height="301" />a</a></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>3. DOWNLOAD VIA REKAN DI UNIVERSITAS LAIN</strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Kalau Sampeyan tidak berhasil melalui cara pertama dan kedua, mari lakukan cara ketiga. Syaratnya, Sampeyan harus banyak relasi di universitas lain. Sebutkan saja judul, nama pengarang, nama jurnal yang memuat dan link dari paper tersebut. Semoga Sampeyan memiliki rekan yang baik hati.</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">Semoga membantu dan sukses selalu,</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><em>Sunu Wibirama</em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">
<blockquote>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">NB : Artikel ini saya dedikasikan kepada seluruh rekan-rekan yang telah membantu saya dalam penelitian saya selama ini (maaf sudah merepotkan bapak dan ibu sekalian, dan terima kasih atas bantuannya. Khorb Khun Maak, Arigato Gozaimasu!).</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">1. Mas Szeifoul Afadlal, Pak Tunggul Adi Purwonugroho, Ibu Yuyun Yuniar (Mahidol University, Thailand)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">2  Mas Fikri Waskito (Chulalongkorn University, Thailand)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">3. Mas Adhika Widya Paraga, Mas TItis Wijayanto (Kyushu University, Japan)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">4. Pak Nur Rohman Rosyid (Tokai University, Japan)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">5. Mas Gunawan Dewantoro (NTUST, Taiwan)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">6. Mas Rommy Tosana Yuliawan (MITIJA, Jakarta)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">7. Mas Andi Hakim Kusuma (King Saud University, Saudi Arabia)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">8. Tyas Ikhsan Hikmawan (King Abdullah University, Saudi Arabia)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">9. Pak Agus BJ (Tokyo Institute of Technology, Japan)</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">10. Seluruh staf pengajar dan karyawan di Teknik Elektro UGM</p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">dan semua rekan-rekan yang telah memberi doa, saran, dan masukkan atas proses belajar saya selama ini. Wish you all the best, guys.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/03/sunu-wibirama-tips-mencari-paper-conference-dan-journal-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Imaginary dialogue between Thais and Indonesians : ISLAM</title>
		<link>http://wibirama.com/2010/01/02/sunu-wibirama-imaginary-dialogue-between-thais-and-indonesians-islam/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2010/01/02/sunu-wibirama-imaginary-dialogue-between-thais-and-indonesians-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 02:35:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Religious]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[ 


Life as a moslem student in a non-moslem majority country is not-so-easy thing that arises huge interesting experiences. Meanwhile, a lot of moslem people in moslem majority country never (*or yet?) really want to understand about their religion, and how to explain another people about what they belive in. Cross-cultural and cross-religion experiences will [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   X-NONE                                                         MicrosoftInternetExplorer4 </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml>< ![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0in;
	mso-para-margin-right:0in;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0in;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
</style>
<p>< ![endif]--></p>
<p style="text-align: justify;"><img src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/02/masjid-indonesia-224x300.jpg" alt="" width="186" height="250" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Life as a moslem student in a non-moslem majority country is not-so-easy thing that arises huge interesting experiences. Meanwhile, a lot of moslem people in moslem majority country never (*or yet?) really want to understand about their religion, and how to explain another people about what they belive in. Cross-cultural and cross-religion experiences will be more attractive to read by presenting it as an imaginary dialogue. By talking each other, we will understand how other people think about us and how we think about them. Some parts of the dialogue are real questions and answer happened between us, a foreign Indonesian student and Thais student. Either Indonesians or Thais study in the same institutions. Yet, they have different way to express their believe in God.</p>
<p style="text-align: justify;">
</blockquote>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">Thai (T)</span></strong> : <em>Sawasdee khrap, hi &#8230;.peng ngai</em>, Sunu ? (Hello&#8230;.hi&#8230;how are you, Sunu?)</p>
<p><strong>Indonesians (I)</strong> : <em>Auw, sawasdee khrap, Pi. Dee khrab, khorb khun na khrab..</em>(Hi&#8230;hello, Brother. Fine, thanks!)</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">T</span></strong> : Have a class today ?</p>
<p><strong>I</strong> : Nope. Done it last semester. Just writing thesis now&#8230;</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">T</span></strong> : Nice. Mm&#8230;&#8230;Last night, I saw in the television about some moslem people go to Mecca and do some special praying there. Do you have to go there too?</p>
<p><strong>I </strong>: Yep. We call it Hajj. Depends on our condition. But we should make an effort to go there, by saving money of course. You know, it costs quite expensive to go there, especially for me (*laughing).</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">T</span></strong> : (*laughing) Ah, I see&#8230;Good ! But, I think that, why moslem should worship the big black cube there?<br />
I don&#8217;t know how to call it&#8230;but, it should be easy to you to remember, right?</p>
<p><strong>I</strong> : Ah, Yes. It&#8217;s called Ka&#8217;bah.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Kaba? Ka&#8217;bah? &#8230;.Ok, I know it now.</p>
<p><strong>I</strong> : Actually, we don&#8217;t worship it. It&#8217;s just a mark of direction when we do praying. Have you ever seen me praying in lab ?</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">T</span></strong> : Yes&#8230;.yes! You move your hand like this, and like this (*he tried to imitate &#8220;takbiratul ihram&#8221;).</p>
<p><strong>I</strong> : Yes&#8230;called Sholat. We don&#8217;t worship Ka&#8217;bah, actually. We worship our God, Allah. We never mention &#8220;Ka&#8217;bah&#8221; in our praying but &#8220;Allah&#8221;. So, it&#8217;s just a direction where we have to pray in a mosque, or in our room. But if we have to pray on the car, we can pray to any direction.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">T</span></strong> : I see. Yes, you ever prayed on the car when we went to Srinakarinvirooj University.</p>
<p><strong>I </strong>: Yes, you&#8217;re right! It was difficult to find a mosque there. So, I had to pray on the car when we went there.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : How many times you have to pray in one day?</p>
<p><strong>I </strong>: Five times. First, in the beginning of the morning, after we wake up. Approximately 5 o&#8217;clock a.m. Second, in the afternoon, start from lunch time until 4 o&#8217;clock in the evening. Third, in the evening, start from 4 o&#8217;clock until 6 o&#8217;clock. Fourth, in the beginning of night, start from 6 o&#8217;clock untill 7 o&#8217;clock p.m. And finally, before we sleep, start from 7 o&#8217;clock untill before the dawn.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Wow! Every day?</p>
<p><strong>I</strong> : Yes&#8230;.of course.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Why so many? I mean, is it enough if we pray only once or twice per days? Five times are too many, I think.</p>
<p><strong>I </strong>: (*laughing&#8230;.) It worth to do, friend. Just like, why you have to eat three times per day?</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Feed your body?</p>
<p><strong>I </strong>: Yes right! Then praying feeds my soul.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : I see. It makes sense. Mmm, what about food? You can not eat pork, right?</p>
<p><strong>I </strong>: Yes, actually not only pork. Blood, dog, several animals with canine tooth like tiger, or animals which stay in two different natures, like frog and several animals with uneven nails.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Hey..what about meat? I mean like cow or chicken?</p>
<p><strong>I</strong> : Mm&#8230;&#8230;actually we have special way to kill animal. We should respect the animal, then we have to pray in the names of Allah before we kill them. We also have special ways to kill, which are not to torture them and cut their neck using the sharpest knife. We must not torture animal and have to respect them, that&#8217;s the point. That&#8217;s why &#8230;.you know, moslem people should eat only the Halal meat which comes from proper way to serve. But for seafood, we can eat all you can eat.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Sounds not so easy for me. So, it&#8217;s okay if you eat seafood ?</p>
<p><strong>I</strong> : Yes, of course&#8230;..no problem. But don&#8217;t put any pork oil into that food. I can not eat them, then&#8230;.hahaha&#8230;&#8230;.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : I see&#8230;</p>
<p><strong>I</strong> : But if you can find any halal shop for me, that&#8217;s better.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : I think, I&#8217;ve ever seen halal logo in some moslem shops. But there aren&#8217;t lot in Bangkok. You have to seek them in some big department stores like Platinum, Siam Paragon, or MBK.</p>
<p><strong>I</strong> : No problem, friend. I&#8217;ve gotten some info from my friends. There&#8217;re lot at Soi 7, Petchburi Road.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : Yes. Do you know, if we also have moslem food shop in the front of our campus?</p>
<p><strong>I</strong> : Yes, I have gone there several times. Thanks, anyway!</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>T</strong></span> : So&#8230;..would you like to have lunch, now?  <em>Py kin kauw hreu pow</em>? (Should we go to eat or not?)</p>
<p><strong>I </strong>: Okay, let&#8217;s go. <em>Py leei&#8230;.</em>(Go!)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2010/01/02/sunu-wibirama-imaginary-dialogue-between-thais-and-indonesians-islam/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Scholarship Hunter Guide</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-scholarship-hunter-guide/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-scholarship-hunter-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 16:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Scholarship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, setelah tertunda hampir setahun setengah, akhirnya saya bisa merilis bentuk elektronik dari pengalaman saya sebagai seorang &#8220;Scholarship Hunter&#8221; selama hampir 6 bulan lamanya. Sejak tahun 2007, sebelum saya lulus kuliah, saya terobsesi untuk bisa merasakan nikmatnya menimba ilmu di negeri orang. Bukan karena semata-mata aspek pendidikan yang lebih baik, akan tetapi pengalaman berinteraksi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/double-cover2.jpg" rel="lightbox[850]"><img class="alignnone size-full wp-image-851" title="double-cover2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/double-cover2.jpg" alt="" width="520" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, setelah tertunda hampir setahun setengah, akhirnya saya bisa merilis bentuk elektronik dari pengalaman saya sebagai seorang &#8220;Scholarship Hunter&#8221; selama hampir 6 bulan lamanya. Sejak tahun 2007, sebelum saya lulus kuliah, saya terobsesi untuk bisa merasakan nikmatnya menimba ilmu di negeri orang. Bukan karena semata-mata aspek pendidikan yang lebih baik, akan tetapi pengalaman berinteraksi dengan komunitas internasional serta mengusahakan alih teknologi yang rasional adalah sebuah hal yang harus kita persiapkan karena kemajuan bangsa bukanlah jasa perorangan, tapi usaha seluruh komponen masyarakatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh rekan-rekan &#8220;Hunter&#8221; dan penghuni &#8220;Bilik Perdjoeangan&#8221; di Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada yang pernah berjuang bersama-sama: Dhomas Hatta Fudholi, Ahmad M. Raf&#8217;ie, Gentur Widyaputra, Nicholas Mario Wardhana, Fikri Waskito, Aloysius Prihartanto, Roni Irnawan, Catur Triwibowo, Rommy Tosana, Juan Fitrianto, Candra Santosa, Nanang S.W., Adityo ‘Komo&#8217; Ari, Bayu Suardi, Atik ‘Ao&#8217; Pilihanto, Cyrillus Ekana, serta rekan-rekan lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Tak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas dukungan rekan-rekan Nightlogin 2001-2005. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu staf pengajar dan karyawan Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada atas bimbingan dan nasihatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga yang sedikit ini bisa menjadi ‘amunisi&#8217; yang bermanfaat untuk berburu beasiswa. Jangan patah semangat, kawan. Perjuangan baru saja dimulai. Pendidikan bukanlah segala-galanya, tapi segalanya bisa dimulai dari pendidikan.</p>
<p align="right">Bangkok 26 November 2009,</p>
<p style="text-align: right;"><em>Sunu Wibirama</em></p>
<p style="text-align: left;">Unduh Buku Elektronik di sini :</p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://rapidshare.com/files/313598073/chicken-soup-scholarship.pdf">Chicken Soup for Scholarship Applicants</a> (PDF / English Language / 2007)</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong><a href="http://rapidshare.com/files/313598344/scholarship-hunter-guide.pdf">Scholarship Hunter Guide</a> (PDF / Indonesian Language / 2009)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-scholarship-hunter-guide/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>3000 Hits for OpenCV Tutorial</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-3000-hits-for-opencv-tutorial/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-3000-hits-for-opencv-tutorial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 14:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[
Terima kasih saya sampaikan kepada rekan Rommy Tosana, yang secara tak terduga mengirimkan email ke saya tentang traffic download selama 11 bulan di tahun 2009. Alhamdulillah MasDab, setelah selama setahun lebih saya mengelola dua buah blog secara bersamaan, ada rekan-rekan yang menganggap apa yang saya tulis bermanfaat untuk mereka. Sampeyan bisa melihat sekilas di screenshot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/report09nov2.png" rel="lightbox[847]"><img class="alignnone size-full wp-image-849" title="report09nov2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/report09nov2.png" alt="" width="499" height="305" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih saya sampaikan kepada rekan <a href="http://loommy.com">Rommy Tosana</a>, yang secara tak terduga mengirimkan email ke saya tentang traffic download selama 11 bulan di tahun 2009. Alhamdulillah MasDab, setelah selama setahun lebih saya mengelola dua buah blog secara bersamaan, ada rekan-rekan yang menganggap apa yang saya tulis bermanfaat untuk mereka. Sampeyan bisa melihat sekilas di screenshot di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">Traffic situs ini berada di urutan pertama dari situs lain yang berada di server yang sama, dan mendominasi beberapa peringkat karena file-file yang saya upload di blog ini. Tutorial OpenCV, Buku Panduan Tes TOEFL Asyamil (Free), Buku CakePHP (draft yang belum terselesaikan), serta beberapa makalah lain diminati rekan-rekan blogger dan netter sekalian. Untuk tutorial OpenCV, hits yang diperoleh selama 11 bulan cukup tinggi, di atas 3500 hits.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berharap, yang sedikit ini bisa menjadi amal jariyah saya Sebab untuk berkontribusi besar bagi bangsa ini, saya masih perlu belajar dari penggiat-penggiat dunia pendidikan di Indonesia. Semoga Sampeyan semua bisa merasakan manfaat dari keberadaan saya di dunia maya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sunu .W</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/26/sunu-wibirama-3000-hits-for-opencv-tutorial/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Antara &#8220;Yin&#8221; dan &#8220;Fang&#8221;</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/24/sunu-wibirama-antara-yin-dan-fang/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/24/sunu-wibirama-antara-yin-dan-fang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=846</guid>
		<description><![CDATA[
MasDab, sudah beberapa bulan ini saya cukup penasaran dengan penggunaan istilah &#8220;Yin&#8221; dan &#8220;Fang&#8221; dalam bahasa Thai. Istilah ini berseliweran begitu saja dan cukup sering saya dengarkan melalui celotehan anak-anak Thai, sehingga saya pun penasaran untuk mengetahui konteks penggunaan dua kata itu.
&#8220;Yin&#8221; atau dalam bahasa Thai ditulis dengan &#8220;ยิน&#8221; yang berarti &#8220;hear&#8221; atau &#8220;dengar&#8221; digunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/taksi-271x300.png" alt="" width="212" height="235" /></p>
<p style="text-align: justify;">MasDab, sudah beberapa bulan ini saya cukup penasaran dengan penggunaan istilah &#8220;Yin&#8221; dan &#8220;Fang&#8221; dalam bahasa Thai. Istilah ini berseliweran begitu saja dan cukup sering saya dengarkan melalui celotehan anak-anak Thai, sehingga saya pun penasaran untuk mengetahui konteks penggunaan dua kata itu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Yin&#8221; atau dalam bahasa Thai ditulis dengan &#8220;ยิน&#8221; yang berarti &#8220;hear&#8221; atau &#8220;dengar&#8221; digunakan jika kita mendengar berbagai macam suara, yang terjadi dalam tempo singkat. Penggunaannya mirip dengan kata &#8220;hear&#8221; dalam bahasa Inggris. Kalimat &#8220;Saya tidak mendengar ledakan itu&#8221;, bisa menggunakan kata &#8220;yin&#8221; dalam bahasa thai.</p>
<p>Nah, kata bentuk negatif dari kata Yin ini ternyata memiliki pengecualian :</p>
<p>1. Saya tidak mendengar : &#8220;Phom mai dai yin&#8221;.</p>
<p>2. Saya tidak bisa mendengar (karena tuli) : &#8220;Phom yin mai dai&#8221;. Akan tetapi akan lebih baik menggunakan kalimat ini : &#8220;mai saamaat dai yin&#8221; &#8220;ไม่สามารถได้ยิน&#8221; (tidak mampu mendengar, entah karena unsur umur atau penyakit, dsb).</p>
<p>Bagi rekan-rekan yang baru belajar bahasa Thai, mungkin akan menggunakan &#8220;Phom yin mai dai&#8221; untuk mengungkapkan &#8220;Saya tidak bisa mendengar&#8221; atau &#8220;Saya tidak dengar&#8221;. Namun rekan Thai kita akan tertawa dan menangkap &#8220;makna lain&#8221; dari kata-kata itu.</p>
<p>Kata kedua, &#8220;Fang&#8221; atau &#8220;ฟัง&#8221; bisa berarti &#8220;listen&#8221; atau &#8220;mendengarkan&#8221;. Kata ini digunakan jika kita ingin mengungkapkan bahwa kita sedang menyimak sesuatu dengan indera pendengaran kita. Penggunaannya mirip kata &#8220;listen&#8221; dalam bahasa Inggris. Kalimat &#8220;Saya mendengarkan televisi&#8221;, bisa menggunakan kata &#8220;Fang&#8221; dalam bahasa Thai.</p>
<p>Bentuk positif yang muncul dalam percakapan :</p>
<p>1. ฟังรู้เรื่อง , &#8220;fang ruu ruang&#8221; , atau  ฟังออก , &#8220;fang ook&#8221; yang berarti : &#8220;Saya paham dengan mendengar&#8221;.</p>
<p>2. ฟังทัน, &#8220;fang than&#8221; : &#8220;Saya paham dengan ucapan (Anda)&#8221;.</p>
<p>Bentuk negatif, yang sangat sering muncul dalam bahasa percakapan adalah :</p>
<p>1. ฟังไม่รู้เรื่อง , &#8220;fang mai ruu ruang&#8221; , atau  ฟังไม่ออก , &#8220;fang mai ook&#8221; yang berarti : &#8220;Saya tidak paham (dengan mendengarkan ucapan itu)&#8221;.</p>
<p>2. ไม่ยอมฟัง, &#8220;mai yoom fang&#8221; yang berarti  &#8220;Saya tidak ingin mendengarkan&#8221;.</p>
<p>3.  ฟังไม่ทัน atau  ฟังไม่ค่อยทัน , &#8220;fang mai than&#8221;  atau &#8220;fang mai khoy than&#8221; : &#8220;Saya tidak paham&#8221;</p>
<p>4.    ฟังไม่ได้, &#8220;fang mai dai&#8221;,  &#8220;(Ini) tidak bisa didengarkan&#8221; (karena sebuah lagu yang tidak bisa dibuka dengan player, dsb).</p>
<p>5. ฟังไม่ขึ้น, &#8220;fang mai khuen&#8221;,  &#8220;Kedengarannya tidak masuk akal&#8221;</p>
<blockquote><p>OK. Sekian dulu share dari saya, MasDab. Hanya berdasar pengalaman di lapangan saja alias &#8220;bahasa pasar&#8221;. Untuk lebih jelasnya, Sampeyan bisa kontak rekan-rekan Thai yang Sampeyan kenal. Semoga berguna.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/24/sunu-wibirama-antara-yin-dan-fang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Video Lomba Pidato Bahasa Indonesia 2009</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-video-lomba-pidato-bahasa-indonesia-2009/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-video-lomba-pidato-bahasa-indonesia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 04:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[
คุณ Khobtam Nilaphaichit และ คุณ Wansiri  ให้พูดเกี่ยวกับ &#8220;Indonesia and Thailand Relationship&#8221; ใช้ ภาษาอินโดนีเซีย. เก่งจริงๆ ! (Mr. Khobtam Nilaphaichit and Miss Wansiri give speech about &#8220;Indonesia and Thailand Relationship&#8221; using Indonesian Language. Really smart !)
Khobtam (2nd Winner)

Wansiri (6th Winner)

 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/winner-300x225.jpg" alt="" /></p>
<p>คุณ Khobtam Nilaphaichit และ คุณ Wansiri  ให้พูดเกี่ยวกับ &#8220;Indonesia and Thailand Relationship&#8221; ใช้ ภาษาอินโดนีเซีย. เก่งจริงๆ ! (Mr. Khobtam Nilaphaichit and Miss Wansiri give speech about &#8220;Indonesia and Thailand Relationship&#8221; using Indonesian Language. Really smart !)</p>
<h3>Khobtam (2nd Winner)</h3>
<p><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/F5wrRfhIIgo&amp;rel=1"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/F5wrRfhIIgo&amp;rel=1" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="quality" value="high" /></object></p>
<h3>Wansiri (6th Winner)</h3>
<p><object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" data="http://www.youtube.com/v/3d_Rp7UTRvk&amp;rel=1"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3d_Rp7UTRvk&amp;rel=1" /><param name="wmode" value="transparent" /><param name="quality" value="high" /></object></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> Normal   0               false   false   false      EN-US   X-NONE   TH                                                         MicrosoftInternetExplorer4 </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml>< ![endif]--> <!--[if gte mso 10]></p>
<style>
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
	{mso-style-name:"Table Normal";
	mso-tstyle-rowband-size:0;
	mso-tstyle-colband-size:0;
	mso-style-noshow:yes;
	mso-style-priority:99;
	mso-style-qformat:yes;
	mso-style-parent:"";
	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
	mso-para-margin-top:0cm;
	mso-para-margin-right:0cm;
	mso-para-margin-bottom:10.0pt;
	mso-para-margin-left:0cm;
	line-height:115%;
	mso-pagination:widow-orphan;
	font-size:11.0pt;
	mso-bidi-font-size:14.0pt;
	font-family:"Calibri","sans-serif";
	mso-ascii-font-family:Calibri;
	mso-ascii-theme-font:minor-latin;
	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
	mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
	mso-hansi-font-family:Calibri;
	mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
</style>
<p>< ![endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-video-lomba-pidato-bahasa-indonesia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>[Kliping] : Republika Online</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-kliping-republika-online/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-kliping-republika-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 02:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Religious]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=844</guid>
		<description><![CDATA[
Puasa di Thailand, Makanan Halal Mudah Didapat

By Republika Newsroom
Rabu, 02 September 2009 pukul 09:22:00

Di Bangkok ada tempat ibadah bernama Masjid Indonesia yang ramai dikunjungi orang.
Ramadhan menjadi terasa istimewa kala ia dihidupkan di negeri non-Muslim. Hal tersebut yang dirasakan Sunu Wibirama, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh S2 di King Mongkuts Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="title">
<h1><a href="http://www.republika.co.id/berita/73475/Puasa_di_Thailand_Makanan_Halal_Mudah_Didapat">Puasa di Thailand, Makanan Halal Mudah Didapat</a></h1>
</div>
<p><!-- reporter start-->By Republika Newsroom<br />
Rabu, 02 September 2009 pukul 09:22:00</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.republika.co.id/images/news/2009/09/20090902092339.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Di Bangkok ada tempat ibadah bernama Masjid Indonesia yang ramai dikunjungi orang.</strong></p>
<p>Ramadhan menjadi terasa istimewa kala ia dihidupkan di negeri non-Muslim. Hal tersebut yang dirasakan Sunu Wibirama, mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh S2 di King Mongkuts Institute of Technology Ladkrabang (KMITL), Thailand. Tahun ini, Sunu menjalani Ramadhan kali kedua di negeri Gajah Putih tersebut.</p>
<p>Bagi Sunu, menjalankan ibadah puasa di Thailand disebut dengan <em>lomdhon</em>, tahun ini sangat menantang karena cuaca di Bangkok dan sekitarnya sangat panas. &#8221;Tapi, saya yakin Allah SWT akan memberikan kekuatan bagi kaum Muslimin yang menjalankan puasa hanya untuk mengharapkan rida-Nya,&#8221; kata pemuda asal Yogyakarta itu.</p>
<p>Jumlah penduduk Muslim di Thailand memang tidak lebih dari 10 persen total populasi. Namun, Islam menjadi agama mayoritas kedua setelah Buddha. Penduduk Muslim di Thailand sebagian besar berdomisili di bagian selatan Thailand, yaitu daerah Yala, Narathiwat, dan sekitarnya yang dalam sejarahnya adalah bagian dari Daulah Islamiyyah Pattani. Banyaknya masjid di wilayah selatan Thailand, kata Sunu, membuat suasana Ramadhan sangat terasa di sana.</p>
<p>Sementara itu, di Bangkok suasana Ramadhan tidak berbeda jauh dengan hari-hari biasa. &#8221;Tidak ada pernak-pernik lampion, apalagi ketupat Lebaran,&#8221; paparnya. Meskipun demikian, beberapa masjid di Bangkok tetap menyelenggarakan buka bersama dan shalat Tarawih berjamaah.</p>
<p>Sunu mengungkapkan, ada sebuah masjid di Bangkok yang sangat istimewa bernama Masjid Indonesia. Bangunan itu adalah masjid pertama yang berdiri atas prakarsa warga Indonesia yang menjadi penduduk Thailand.</p>
<p>Masjid ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena menyimpan dua buah kenang-kenangan berupa jam klasik peninggalan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Sampai saat ini, warga sekitar masih menggunakan Masjid Indonesia untuk ibadah dan penyaluran zakat fitrah, infak, dan sedekah. Pada bulan puasa ini, masjid tersebut tiap hari menyelenggarakan buka puasa bersama bagi warga Muslim di Thailand.</p>
<p>Selain itu, ujar Sunu, pusat keramaian umat Islam di Bangkok adalah Islamic Centre Ramkhaeng yang terletak di wilayah Khlong Tan. &#8221;Ramkhaeng memang merupakan napas keislaman di Bangkok, Islami Center-nya adalah yang terbesar di Bangkok,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Islamic Center tersebut juga menyelenggarakan buka puasa bersama, shalat Tarawih berjamaah, dan iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. &#8221;Pada Ramadhan tahun ini, keramaian Islamic Center melebihi hari-hari biasa karena banyaknya umat Islam yang singgah dan beribadah di sini.&#8221;</p>
<p>Suasana Ramadhan juga terasa di Ladkrabang, kota kecil tempat tinggal Sunu, yang terletak 40 kilometer di sebelah timur Bangkok. Kota ini menjadi kota Muslim di Bangkok karena jumlah umat Islam yang cukup signifikan. Aktivitas Ramadhan berpusat di masjid dan di Moslem Club yang dibentuk oleh mahasiswa Thailand.</p>
<p>&#8221;Jumlah mahasiswa Muslim di kampus saya tahun ini meningkat tajam hingga sekitar 150 orang. Padahal, tahun sebelumnya tidak lebih dari 50 mahasiswa Muslim,&#8221; kata staf akademik Teknik Elektro UGM tersebut.</p>
<p>Aktivitas para pelajar ini, menurut Sunu, tidak kalah dari mahasiswa di Indonesia. Mereka menggalang solidaritas dari kalangan penduduk dan pelajar Muslim untuk menyelenggarakan <em>ifthor jamai</em> (buka puasa bersama) setiap hari dan shalat Tarawih. &#8221;Hal ini tentu bukan perkara mudah, mengingat jumlah  Muslimin yang tidak terlalu banyak dan didominasi oleh para pelajar,&#8221; kata Sunu.</p>
<p>Masyarakat Indonesia di sana memiliki banyak kegiatan pada bulan Ramadhan ini. Untuk anak-anak, ada acara pesantren kilat yang diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Bangkok dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok. Buka bersama dan tarawih berjamaah juga digelar secara rutin oleh Majelis Taklim KBRI. Di akhir Ramadhan, iktikaf dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah juga diadakan, seperti tahun sebelumnya.</p>
<p>Bagi Widyasari Her Nugrahandika, mahasiswa Asian Institute of Technology (AIT) yang bermukim di Pathumthani, cuaca merupakan tantangan terbesar dalam berpuasa di Thailand. &#8221;Cuaca sering berubah-ubah drastis. Pagi sampai sore cuaca bisa sangat panas, namun tiba-tiba malam hari bisa hujan deras dan dingin,&#8221; kata alumnus Hubungan Internasional (HI) UGM ini.</p>
<p>Mengenai makanan halal, Widya mengaku bisa mendapatkannya dengan mudah di Thaladtai, sejenis pasar induk. &#8221;Di situ terdapat semacam pusat kulakan dari sayur, buah, dan alat-alat rumah tangga,&#8221; paparnya. Di Thaladtai, kata Widya, orang Indonesia juga bisa mendapatkan semua makanan halal yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/15/sunu-wibirama-kliping-republika-online/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa dan Persahabatan</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/09/sunu-wibirama-bahasa-dan-persahabatan/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/09/sunu-wibirama-bahasa-dan-persahabatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 16:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=842</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Wah, susah Pak. Saya sudah mencoba belajar, tapi susah sekali bahasanya. Nggak ada gunanya belajar bahasa ini&#8221;
Itulah jawaban yang mengemuka dari seorang senior saat saya tanya bagaimana proses beliau mempelajari bahasa Thai. Ada &#8220;traumatic experience&#8221; saat beliau mengungkapkannya kepada saya. Saat itu, setahun yang lalu, saya hanya bisa diam. Tak bisa berkomentar banyak, karena saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/winner.jpg" rel="lightbox[842]"><img class="alignnone size-medium wp-image-843" title="winner" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/winner-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<blockquote><p>&#8220;Wah, susah Pak. Saya sudah mencoba belajar, tapi susah sekali bahasanya. Nggak ada gunanya belajar bahasa ini&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah jawaban yang mengemuka dari seorang senior saat saya tanya bagaimana proses beliau mempelajari bahasa Thai. Ada &#8220;traumatic experience&#8221; saat beliau mengungkapkannya kepada saya. Saat itu, setahun yang lalu, saya hanya bisa diam. Tak bisa berkomentar banyak, karena saya pun belum merasakan manfaat belajar bahasa Thai secara langsung.</p>
<p style="text-align: justify;">Sadar atau tidak, kita sering merasa malu saat kita salah berbicara menggunakan bahasa asing. Ekspresi lawan bicara kita, yang mengerenyitkan dahi atau tersentak kaget saat mendengar kita berbicara dalam bahasa mereka, membuat kita merasa takut untuk mencobanya kembali. Efek ini sering terjadi pada anak-anak saat ia mengalami sesuatu yang amat buruk. Bisa jadi, ia akan terus mengingat hal buruk yang menimpanya sampai saat ia menginjak dewasa. Namun kita bukan lagi anak-anak, atau setidaknya kita sedang tidak bertumbuh menjadi anak-anak. Ada kekuatan dalam hati kita untuk meyakinkan diri kita bahwa <span style="text-decoration: underline;">&#8220;salah itu lumrah, berkali-kali salah itu payah&#8221;</span>. Maka sejak senior saya berbicara &#8220;belajar bahasa itu susah&#8221;, saya tak pernah yakin dengan kata-katanya. Saya hanya berpegang pada prinsip di atas, bahwa salah ucap menjadi suatu hal yang normal karena kita bukanlah penutur asli dari bahasa asing yang kita pelajari.</p>
<p style="text-align: justify;">Efek samping dari traumatic experience itu mungkin tidak kita rasakan sebagai suatu hal yang besar. Tapi bagi saya, seorang pelajar atau bahkan seorang profesor sekalipun, saat ia tak bisa berkomunitas dan berkomunikasi dengan baik bersama timnya, <em>he is just a can</em> &#8212; hanya akan nyaring kalo &#8220;dipukul kalengnya&#8221;, alias menjadi sangat pasif dan egois. Ia tak akan pernah mendapatkan bagaimana manisnya persahabatan dan pahitnya pengalaman hidup, saat ia tak lagi mau sedikit memahami bagaimana ia berkomunikasi dengan orang asing. Bahasa adalah salah satu sarananya. Mempelajari <em>local language </em> membawa manfaat yang tak sedikit. Setidaknya, Sampeyan tidak tertipu dengan sopir taksi yang membawa Sampeyan muter-muter dan menghabiskan uang Sampeyan hanya karena Sampeyan tidak tahu sama sekali bagaimana <em>ngomong</em> dengan sopir taksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, saya membuktikan dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana usaha anak-anak Thailand untuk berbicara dengan bahasa Indonesia dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia. Meskipun bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu saya, tapi saya cukup mengerti bagaimana menggunakannya dengan baik. Saat melihat anak-anak Thai terbata-bata mengucapkan bahasa Indonesia, di dalam hati saya kadang timbul rasa sedih, tapi kadang juga muncul sebuah kebanggaan. Sedih muncul karena ternyata bahasa Indonesia (yang bukan bahasa tone) cukup sulit dipelajari oleh orang asing karena kata-kata yang cukup panjang (satu kata terdiri dari beberapa suku kata). Rasa bangga muncul karena seandainya kita diberi &#8220;treatment&#8221; yang benar untuk belajar bahasa Thai, mungkin hasilnya lebih baik dibanding pelajar Thai yang belajar bahasa Indonesia. Terlepas dari itu semua, saya merasakan ada satu manfaat yang mereka peroleh dengan belajar bahasa Indonesia. Mereka lebih mudah untuk &#8220;bersahabat&#8221; dengan komunitas Indonesia dan tak lagi canggung bertegur sapa dengan orang-orang Indonesia. Bahkan beberapa peserta sudah kami kenal sebelumnya karena mereka pernah terlibat dan membantu kegiatan mahasiswa Indonesia di Thailand. Selain itu, mereka juga mengenal sisi positif dan negatif kehidupan masyarakat Indonesia. Dua hal itu mereka sampaikan di naskah pidato mereka dan sesekali mendapat sambutan hangat atau tepuk tangan dari para hadirin dan dewan juri. Selebihnya, keinginan mereka untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia di tanah air menjadi keinginan mereka yang terpendam.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Nah, MasDab. Menurut Sampeyan, apa manfaat bahasa asing? Apakah ia hanya sebagai &#8220;technical language&#8221; dan prasyarat lulus untuk mendapatkan gelar? Kalau memang iya, sayang sekali. Lewatkan ribuan pengalaman hidup, Sampeyan akan menyesal kemudian.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/09/sunu-wibirama-bahasa-dan-persahabatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dzaghridi Ya Samaa&#8217;</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/06/sunu-wibirama-dzaghridi-ya-samaa/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/06/sunu-wibirama-dzaghridi-ya-samaa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 15:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[AntiZionisme]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=839</guid>
		<description><![CDATA[

 


 
Another old poem for my lovely Al Aqsho
Dzaghridi Ya Samaa’
rearranged by : Izzatul Islam
Album : Pewaris Negeri
Listen this song here
زغردي يا سماء &#8230;.. و اصدحي بالنشيد
Dzaghridi Ya Samaa&#8217; &#8230;&#8230;&#8230;Wasdakhi bil nasyid
Wahai langit, bersenandunglah&#8230; Laungkanlah nasyidmu
حان وقت الوفاء &#8230;.. للعلا والخـلود
Haa na waqtul wafaa&#8217;&#8230;lil ulaa&#8217; wal khulud
Telah tiba saat menepati janji&#8230;&#8230;.. Demi kemuliaan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-family: "><br />
</span></strong><span style="font-family: "><a href="http://rapidshare.com/files/303226205/Dzaghridi_Yaa_Samaa_.mp3"></a></span></p>
<address> </address>
<address></address>
<blockquote><address><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/800px-al_aqsa_moschee_2.jpg" rel="lightbox[839]"><img class="alignnone size-medium wp-image-840" title="800px-al_aqsa_moschee_2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/800px-al_aqsa_moschee_2-300x196.jpg" alt="" width="300" height="196" /></a></address>
<address> </address>
<p>Another old poem for my lovely Al Aqsho</p></blockquote>
<p><strong><span style="font-family: ">Dzaghridi Ya Samaa’</span></strong><span style="font-family: "><br />
rearranged by : Izzatul Islam<br />
Album : Pewaris Negeri<br />
Listen this song <a href="http://rapidshare.com/files/303226205/Dzaghridi_Yaa_Samaa_.mp3">here</a></span></p>
<p>زغردي يا سماء &#8230;.. و اصدحي بالنشيد</p>
<p>Dzaghridi Ya Samaa&#8217; &#8230;&#8230;&#8230;Wasdakhi bil nasyid<br />
Wahai langit, bersenandunglah&#8230; Laungkanlah nasyidmu</p>
<p>حان وقت الوفاء &#8230;.. للعلا والخـلود</p>
<p>Haa na waqtul wafaa&#8217;&#8230;lil ulaa&#8217; wal khulud<br />
Telah tiba saat menepati janji&#8230;&#8230;.. Demi kemuliaan dan keabadian.<br />
عصبة من شباب &#8230;.. اقبلوا من بعيـد</p>
<p>Usbatu min syabaab&#8230;&#8230;.aqbaluu min baiid<br />
Pasukan penuh keharuman &#8230;&#8230;.. datang dari jauh</p>
<p>يعرضون الوفاء &#8230;.. للإله المجيـــد</p>
<p>Ya&#8217; riduunal wafaa&#8217; &#8230;.li ilaahil majiid<br />
Menunjukkan kesetiaan&#8230;&#8230;. Di hadapan Allah yang Agung</p>
<p>يبذلون الدماء &#8230;.. في وفاء فريـــد</p>
<p>Yabduluunal dimaa&#8217;&#8230;..fii wafaa&#8217;in fariid<br />
Mereka korbankan darah&#8230;&#8230;.. Dalam kesetiaan yang unik</p>
<p>كي تضئ الشموع &#8230;.. للطريق الجديد</p>
<p>Kaitudhi assyumuu&#8230;.lit thoriqil jadid<br />
Agar lilin-lilin itu &#8230;&#8230; Menerangi jalan yang baru</p>
<p>في دماء الوفاء &#8230;.. وبعزم أكـيــد</p>
<p>Fii dimaa&#8217;il wafaa&#8217;&#8230;.wa bi azmin akiid<br />
Dengan darah kesetiaan&#8230;&#8230;..Dengan tekad membaja</p>
<p>لن يكون السجود &#8230;.. لإله جديــد</p>
<p>Lan yakunassujuud&#8230;.li ilahin jadiid<br />
Tak kan pernah ada sujud &#8230;&#8230;&#8230;Kepada tuhan yang baru.</p>
<p>وغداً لن يكون &#8230;.. غير مجد تليــد</p>
<p>Wa ghadan lan yakuun &#8230;.ghairu majdin taliid<br />
Esok tidak ada apapun&#8230;&#8230;&#8230;Kecuali keagungan yang kembali seperti dulu</p>
<p>فافرحي يا سماء &#8230;.. واصدحي بالنشيد</p>
<p>Fafrahii yaa samaa&#8230;..wasdahi bil nasyid<br />
Maka bersenandunglah wahai langit&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Dan laungkanlah nasyidmu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/06/sunu-wibirama-dzaghridi-ya-samaa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rekaman KPK : Kasus Korupsi Departemen Kehutanan</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/11/05/sunu-wibirama-rekaman-kpk-kasus-korupsi-departemen-kehutanan/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/11/05/sunu-wibirama-rekaman-kpk-kasus-korupsi-departemen-kehutanan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=837</guid>
		<description><![CDATA[
Silahkan download file-file AUDIO (MP3) percakapan antara Anggodo Widjaja, Yulianan dan beberapa pejabat penting di Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung di sini :
http://rapidshare.com/files/302366767/Rekaman_KPK_Polri.rar
NB : Kasus ini masih berjalan. Kami akan meng-upload file-file lain, terkait dengn kasus KPK dan Polri. Rekaman di atas terdiri dari 10 file terpisah yang sudah diurutkan berdasarkan pemutaran rekaman penyadapan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/polisi-vs-kpk.jpg" rel="lightbox[837]"><img class="alignnone size-full wp-image-838" title="polisi-vs-kpk" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/11/polisi-vs-kpk.jpg" alt="" width="214" height="214" /></a></p>
<p>Silahkan download file-file AUDIO (MP3) percakapan antara Anggodo Widjaja, Yulianan dan beberapa pejabat penting di Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung di sini :</p>
<p><a href="http://rapidshare.com/files/302366767/Rekaman_KPK_Polri.rar">http://rapidshare.com/files/302366767/Rekaman_KPK_Polri.rar</a></p>
<blockquote><p>NB : Kasus ini masih berjalan. Kami akan meng-upload file-file lain, terkait dengn kasus KPK dan Polri. Rekaman di atas terdiri dari 10 file terpisah yang sudah diurutkan berdasarkan pemutaran rekaman penyadapan oleh Mahkamah Konstitusi.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/11/05/sunu-wibirama-rekaman-kpk-kasus-korupsi-departemen-kehutanan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Guide To New Immigration Office District I / Bangkok Office</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/29/sunu-wibirama-guide-to-new-immigration-office-district-i-bangkok-office/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/29/sunu-wibirama-guide-to-new-immigration-office-district-i-bangkok-office/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[
Location : Chaeng Wattana Road, Soi 7, Pathumtani Thailand
(Click the Map to see in detail)

1. Go to Victory Monument and take bus number 29. There are three kinds of bus here, normally the red colour, blue-white colour, and yellow (express) colour. If you are hurry, take the express one, 20 bath fee for each passenger. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/imigrasi-thailand.png" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-medium wp-image-830" title="imigrasi-thailand" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/imigrasi-thailand-300x205.png" alt="" width="300" height="205" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Location : Chaeng Wattana Road, Soi 7, Pathumtani Thailand<br />
(Click the Map to see in detail)<br />
</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Go to Victory Monument and take bus number 29. There are three kinds of bus here, normally the red colour, blue-white colour, and yellow (express) colour. If you are hurry, take the express one, 20 bath fee for each passenger. Make sure that you ask the direction to the driver (if you&#8217;re not sure, let the driver read the Thai Name) :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>IT SQUARE Lak Si</strong> (ไอทีสแควร์หล้กสี่)</p>
</blockquote>
<p>2.  Keep watching the left side. You should go down at small bus stop at the front of IT Square Lak Si.</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/itsquare.jpg" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-medium wp-image-831" title="itsquare" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/itsquare-300x134.jpg" alt="" width="306" height="135" /></a></p>
<p>3.  Cross the Chaeng Wattana Road and walk at the left side. If you want to take a local bus, you can take number 150 or 356. Watchout, the first bus stop a little bit far from the Lak Si intersection!</p>
<p>4.  Keep walking, until you pass CAT office. The Immigration Bueraue is nearly closed to you.</p>
<p>5.  If you see this building, you have already ended up at your destination<br />
<a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/immigration.jpg" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-full wp-image-832" title="immigration" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/immigration.jpg" alt="" width="332" height="248" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">6.  Find a shuttle bus. There are at least two shuttle buses at the front gate of Thai&#8217;s Government Building. The bus will take you to the main immigration building.</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/bus.jpg" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-full wp-image-833" title="bus" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/bus.jpg" alt="" width="193" height="258" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">7.  You should stop here. This is one of several Thai&#8217;s Government magnificent buildings there. The immigration office is located at the 2<sup>nd</sup> floor.</p>
<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/office.jpg" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-full wp-image-834" title="office" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/office.jpg" alt="" width="314" height="235" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">8.  The office provides prayer rooms for Moslem and also Halal Food in the west Food Corner. You should ask the information desk about this. Not all prayer rooms are open at the same time. You can find Food Center at the 1<sup>st</sup> floor. Just walk to the west, approximately 90 degree from immigration office and enter the Food Center. The food shop name is YUSUF (ยุซุฟ) .  Find a &#8220;basmalah&#8221; sign here.  Unfortunately, all menus are in Thai. But of course they can speak English, <em>nit noy</em>!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/yusuf2.jpg" rel="lightbox[829]"><img class="alignnone size-full wp-image-835" title="yusuf2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/yusuf2.jpg" alt="" width="448" height="225" /></a></p>
<blockquote><p>Try to save this page ? Why don&#8217;t you download this guide <a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/guide-to-new-immigration-office-district-i.pdf">here</a> ?<br />
Doesn&#8217;t works ? It&#8217;s not your bad, try <a href="http://groups.yahoo.com/group/permitha/files/Guide%20To%20New%20Immigration%20Office%20District%20I.pdf">this one</a>.</p></blockquote>
<p><!--[if gte vml 1]> < ![endif]--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/29/sunu-wibirama-guide-to-new-immigration-office-district-i-bangkok-office/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memoar Seorang Peneliti</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/23/sunu-wibirama-memoar-seorang-peneliti/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/23/sunu-wibirama-memoar-seorang-peneliti/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 16:25:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya&#8221; (Shahabat Ali bin Abi Thalib r.a).

Memoar atau Memoir bisa bermakna sebuah otobiografi. Beberapa buku yang sudah saya baca, seperti buku ini dan buku ini berisi pengalaman dan kisah perjalanan hidup penulisnya yang didokumentasikan dengan rapi, menjadi sebuah kisah yang enak dibaca. Artikel ini bukan ingin membahas apa itu makna memoar. Bukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/log-riset.jpg" alt="" width="356" height="218" /></p>
<blockquote><p>&#8220;Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya&#8221; (Shahabat Ali bin Abi Thalib r.a).</p></blockquote>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Memoar atau <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Memoir">Memoir</a> bisa bermakna sebuah otobiografi. Beberapa buku yang sudah saya baca, seperti <a href="http://www.goodreads.com/book/show/1521744.Memoar_Hasan_Al_Banna">buku ini</a> dan <a href="http://www.goodreads.com/book/show/2213125.Memoar_Cinta_di_Medan_Dakwah">buku ini</a> berisi pengalaman dan kisah perjalanan hidup penulisnya yang didokumentasikan dengan rapi, menjadi sebuah kisah yang enak dibaca. Artikel ini bukan ingin membahas apa itu makna memoar. Bukan sama sekali.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal menarik yang saya dapatkan saat menjalani kehidupan sebagai master student di Thailand adalah perlunya seorang calon peneliti mempersiapkan dirinya dengan <strong>cara dokumentasi yang baik</strong> terhadap apa yang ia lakukan. Ini bermula saat semester kedua di Thailand, di mana saat itu kami berencana memberikan hadiah kepada para pembimbing akademik masing-masing sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah memberikan waktu dan tenaganya untuk membimbing kami selama 1 tahun. Saat itu, yang terpikir di benak saya adalah memberikan hadiah yang mewah dengan harga murah. Akhirnya pilihan jatuh pada sebuah buku agenda. Buku agenda tersebut, selain menjadi milik advisor saya, juga menjadi milik saya sendiri. Artinya, kami memiliki dua buah buku yang sama dengan warna yang sama (buku yang paling kiri pada foto di atas).</p>
<p style="text-align: justify;">Buku itu berisi coretan-coretan perkembangan riset saya, pada awalnya. Selain itu, beberapa agenda lab dan tugas dari advisor ikut menghiasi lembaran-lembaran putih itu. Tak lupa tanggal-tanggal penting kegiatan kampus, ulang tahun handai taulan, serta agenda pertemuan student Indonesia di Thailand juga mengisi buku itu. Namun, seiring dengan waktu, banyak hal yang harus ditulis untuk mendokumentasikan perjalanan riset saya. Akhirnya saya memilih untuk &#8220;menyapihnya&#8221; di tempat baru, buku hitam legam di tengah. Buku sederhana yang akhirnya menjadi ajang luapan ide dan muntahan rumus-rumus tak karuan yang sering berputar-putar di kepala. Hanya satu tujuan saya, menuliskan ide-ide baru yang muncul tak kenal waktu dan menuliskan ide lama yang telah diwujudkan menjadi sesuatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku itu rupanya tak cukup tangguh dengan keperkasaan saya menulis secara tradisional. Setelah  buku hitam legam itu babak belur dengan pensil dan pena, saya memutuskan untuk membeli satu buah buku lagi, dengan warna yang berbeda,  khusus untuk merangkum semua jurnal dan buku engineering yang berkaitan dengan riset saya. Entah kenapa, saya merasa lebih lincah menulis dengan pena dibandingkan mengetik di atas keyboard komputer. Meskipun berbagai software mind mapping beredar luas, rasanya menulis dengan tangan lebih favorit untuk saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada cara berbeda yang dilakukan oleh Sampeyan semua, yang kebetulan memiliki profesi sebagai mahasiswa. It&#8217;s OK dan sah-sah saja. Namun, bagi Sampeyan yang masih pemula, saya sarankan untuk mencobanya sebelum terlambat. Setidaknya, Sampeyan akan terbantu saat tiba-tiba advisor Sampeyan datang dan berkata,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>&#8220;Hello, can you write a paper for this conference ?<br />
Make it quick, because our topic is running fast&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">NAH LO !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/23/sunu-wibirama-memoar-seorang-peneliti/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ngobrol Seputar Peluang Ph.D di Thailand</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/14/sunu-wibirama-ngobrol-seputar-peluang-phd-di-thailand/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/14/sunu-wibirama-ngobrol-seputar-peluang-phd-di-thailand/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 12:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Campus Life]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[
&#8220;Studi di Thailand? Emang studi apaan di sini?&#8221;
Begitulah, MasDab. Saat saya cerita bahwa saya studi engineering di sini ke beberapa karyawan perusahaan Thailand yang masih berstatus WNI, mereka bertanya demikian. Mereka berhak dan patut merasa heran, sebab Thailand bukanlah negara yang &#8220;famous&#8221; untuk studi di bidang engineering. Saya pun maklum adanya. Namun demikian, kita tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/phd2.gif" rel="lightbox[822]"><img class="alignnone size-full wp-image-824" title="phd2" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/phd2.gif" alt="" width="527" height="227" /></a></p>
<blockquote><p>&#8220;Studi di Thailand? Emang studi apaan di sini?&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Begitulah, MasDab. Saat saya cerita bahwa saya studi engineering di sini ke beberapa karyawan perusahaan Thailand yang masih berstatus WNI, mereka bertanya demikian. Mereka berhak dan patut merasa heran, sebab Thailand bukanlah negara yang &#8220;famous&#8221; untuk studi di bidang engineering. Saya pun maklum adanya. Namun demikian, kita tidak boleh memandang sebelah mata tentang pendidikan di Thailand. Belum tentu negeri kita mampu menyainginya. Maka, saya pun menjawab enteng pertanyaan di atas, &#8220;Ya studi engineering, lah. Tapi Thailand better dari Indonesia, kok&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore ini, saya sempat berbincang dengan mahasiswa Ph.D asal Laos dan mahasiswa Ph.D asal Thailand. Mereka berdua memang rekan lab yang cukup dekat dengan saya. Kami berbincang cukup lama tentang aturan baru untuk mahasiswa doktor di Thailand. Aturan itu cukup berat (bagi saya), yakni untuk mencari gelar Ph.D di Thailand, mahasiswa program doktor diharuskan submit <strong>full journal paper</strong> <strong>minimal dua buah</strong> dalam waktu tiga tahun. Sebelumnya adalah satu journal paper dan 2 conference paper.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa bedanya journal dengan conference paper? Untuk conference paper, Sampeyan bisa melongok tulisan lama saya <a href="http://wibirama.com/2009/01/08/sunu-wibirama-tips-memilih-conference/">di sini</a> dan <a href="http://wibirama.com/2008/11/26/sunu-wibirama-sebelas-alasan-mengapa-paper-tertolak/">di sini</a>. Sampeyan merasa bahwa submit ke conference internasional cukup sulit? Hohoho&#8230;.itu belum ada apa-apanya, MasDab. Journal paper lebih sulit 5 kali lipat dibandingkan conference paper. Journal paper mensyaratkan, setidaknya tiga hal ini :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">1. <span style="text-decoration: underline;">Novel Idea</span> : sebuah ide penelitian / topik baru yang belum pernah dibahas sebelumnya. Ide ini, tentu harus memiliki keunggulan yang signifikan apabila dibandingkan dengan ide sebelumnya. Istilah marketingnya : SELLING POINT harus jelas. Jika Sampeyan jeli, maka sebelum meneruskan Ph.D sampeyan harus sudah memiliki SELLING POINT itu di tangan Sampeyan. Alias, Sampeyan harus review banyak jurnal terlebih dulu, lalu menentukan : topik apakah yang belum pernah dibahas / sama sekali tidak pernah disinggung dalam bidang penelitian sampeyan. Itu bukan perkara mudah, MasDab. Saya sudah membuktikannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <span style="text-decoration: underline;">Strictly formatting paper</span> : journal paper jelas lebih tegas bila dibandingkan dengan conference paper. Saringan pertama mereka untuk keputusan ACCEPT dan REJECT adalah format paper yang dikirim. Sekali Sampeyan salah format dan melanggar ketentuan pengiriman, jangan harap para reviewer itu membaca hasil penelitian Sampeyan. Sadis memang. Tapi begitulah peraturan. Jangan harap Sampeyan bisa nyogok reviewer jurnal sekelas Elsevier atau IEEE Transaction. Pendapatan mereka sebagai reviewer jauh lebih gedhe daripada gaji dosen di Indonesia sebulan. Percayalah.</p>
<p style="text-align: justify;">3. <span style="text-decoration: underline;">Correct Scientific English</span> : ini juga masalah besar, MasDab. Apalagi kalau seperti saya yang &#8220;grotal-gratul&#8221; berbahasa Inggris. Bisa-bisa beku otak ini kalau tidak dibantu oleh advisor / dosen pembimbing. Journal paper sangat ketat dalam masalah ini. Penggunaan grammar harus sesuai dengan cara native speaker menerapkannya. Istilahnya, kalau Sampeyan bukan orang yang lahir dengan bahasa ibu adalah bahasa Inggris, Sampeyan harus konsultasi kepada ahli bahasa di bidang engineering untuk mengoreksi naskah sampeyan. Dan ini memakan biaya cukup besar. Saya sendiri, pernah kena semprot seorang komite conference, gara-gara bahasa Inggris saya amburadul. Padahal naskah itu sudah dikoreksi berkali-kali oleh advisor saya (beliau S1 sampai S3 di Wisconsin University, USA).</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Oke, kembali ke perbincangan seputar peluang Ph.D di Thailand. Peluang Ph.D ini sebenarnya cukup besar, mengingat Thailand adalah negara yang sedang berkompetisi dengan Singapura untuk masalah taraf pendidikan. Namun demikian, masalah bahasa mungkin menjadi kendala yang cukup serius bila Sampeyan tidak memiliki rekan Thai yang baik hati. Masalah iklim penelitian, tak jauh berbeda dengan iklim penelitian di Jepang karena rata-rata universitas di Thailand mengadopsi sistem Jepang. Di Universitas saya sendiri, seorang Ph.D di bidang Electrical Engineering harus melalui persyaratan berikut :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">1. Lolos ujian Seminar I, II dan III (presentasi mini Thesis-Defend).</p>
<p style="text-align: justify;">2. Lolos Qualifying Examination (QE) dengan mempresentasikan 5 topik penelitian yang berhubungan dengan topik disertasi.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Memiliki 2 buah journal internasional. Journal internasional yang masuk dalam kriteria kelulusan sudah ditentukan oleh <a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/conferencelist-september2008.pdf">conference list KMITL.</a></p>
<p style="text-align: justify;">4. Lolos ujian Disertasi Doktoral.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Syarat-syarat di atas bukan tanpa alasan. Saat saya melakukan diskusi dengan rekan Ph.D asal Thailand, mereka mengatakan bahwa Thailand harus memiliki standard yang jelas saat memberikan gelar Ph.D kepada seseorang. Sebagaimana perlu kita ketahui, penyerahan gelar akademik di Thailand benar-benar sesuatu yang sakral karena dalam hal ini &#8220;negara Thailand mengakui kapabilitas kita dan menyerahkan gelar akademik melalui perwakilan Keluarga Kerajaan Thailand&#8221;. Maka, supaya alumni Thailand tidak memalukan dan dipandang sebelah mata, berlakulah aturan yang cukup ketat. Tentu, aturan ini &#8220;cukup ketat&#8221; apabila kita membandingkannya dengan Indonesia. Di Eropa atau Amerika, sudah barang tentu aturan seperti ini &#8220;tidak ada apa-apanya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah, MasDab. Intisari pembicaraan saya dengan rekan-rekan Ph.D di sore hari yang bebas hujan ini. Artikel ini, sekaligus sebagai dokumentasi dan bahan pertimbangan untuk diri saya pribadi. Sebab, bukan tidak mungkin kelak saya akan kembali menuntut ilmu di negeri Tom Yam ini. Tapi selama ada peluang yang lebih baik, bukan tidak mungkin saya menjadikan Thailand sebagai kenangan indah kelak.</p>
<p style="text-align: justify;">14 Oktober 2009,<br />
BIOSIS LAB : Me,  Mr. Arthorn and Mr. Somsanouk.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/14/sunu-wibirama-ngobrol-seputar-peluang-phd-di-thailand/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Just post your links to your own page</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/11/sunu-wibirama-just-post-your-links-to-your-own-page/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/11/sunu-wibirama-just-post-your-links-to-your-own-page/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 14:23:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General Thought]]></category>

		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[
Baru saja menemukan sebuah plugin yang menarik, plugin praktis untuk menampilkan link-link/blogroll pada sebuah halaman tersendiri. Kata seorang pakar Search Engine Optimization, hal ini akan menambah point pada halaman blog kita. Tapi saya sendiri tak terlalu peduli dengan saran pakar SEO itu. Apa yang saya inginkan adalah membagi apa yang sering saya kunjungi kepada Sampeyan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/chain.jpg" rel="lightbox[820]"><img class="alignnone size-medium wp-image-821" title="chain" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/chain-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Baru saja menemukan sebuah <a href="http://www.websitehostingiq.net/blogroll-page-plugin/">plugin yang menarik</a>, plugin praktis untuk menampilkan link-link/blogroll pada sebuah halaman tersendiri. Kata seorang pakar Search Engine Optimization, hal ini akan menambah point pada halaman blog kita. Tapi saya sendiri tak terlalu peduli dengan saran pakar SEO itu. Apa yang saya inginkan adalah membagi apa yang sering saya kunjungi kepada Sampeyan semua. Dan inilah link-link itu :</p>
<p><a href=http://codex.wordpress.org/ target="_blank">Documentation</a><br/><br/><a href=http://blogs.indonesiamatters.com/ target="_blank">100 Blog Indonesia</a><br/><br/><a href=http://wibirama.com/sitemap.xml target="_blank">Peta Situs</a><br/><br/><a href=http://wibirama.com/dip/index.php target="_blank">Catatan Riset Saya</a><br/><br/><a href=http://wordpress.org/extend/plugins/ target="_blank">Plugins</a><br/><br/><a href=http://wordpress.org/extend/themes/ target="_blank">Themes</a><br/><br/><a href=http://wibirama.com/p/index.php target="_blank">Biodata dan Profil Resmi</a><br/><br/><a href=http://co.nr target="_blank">Domain Gratisan</a><br/><br/><a href=http://wibirama.com/2008/07/05/sunu-wibirama-kajian-dan-hiburan-streaming-radio/ target="_blank">Daftar Radio Streaming</a><br/><br/><a href=http://sebutsajatodi.co.cc/ target="_blank">Todi Adiatmo</a><br/><br/><a href=http://poetramaloe.web.id target="_blank">Juan F Anto</a><br/><br/><a href=http://www.kmitl.ac.th/electronics/english/ target="_blank">Electronics Dept. KMITL</a><br/><br/><a href=http://te.ugm.ac.id target="_blank">Electrical Engineering Dept. UGM</a><br/><br/><a href=http://www.phdcomics.com/comics.php target="_blank">PHD Comics (Humor)</a><br/><br/><a href=http://ugm.academia.edu/sunuwibirama target="_blank">Profile @ Academia.Edu</a><br/><br/><a href=http://www.nabimuhammad.info target="_blank">All About Rasulullah</a><br/><br/><a href=http://dekaha.blogspot.com/ target="_blank">DeKaHa (*younger sister)</a><br/><br/><a href=http://mutarabby.wordpress.com/ target="_blank">Catatan Harian Seorang Binaan</a><br/><br/><a href=http://kampung-ugm.org/ target="_blank">Blog Alumni UGM</a><br/><br/><a href=http://romisatriawahono.net/ target="_blank">Romi Satria Wahono</a><br/><br/><a href=http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/~made/ target="_blank">I Made Wiryana</a><br/><br/><a href=http://mti.ugm.ac.id/~lukito/ target="_blank">Lukito Edi Nugroho</a><br/><br/><a href=http://onno.vlsm.org/ target="_blank">Onno W. Purbo</a><br/><br/><a href=http://rahard.wordpress.com/ target="_blank">Budi Rahardjo</a><br/><br/><a href=http://michael.sunggiardi.com/ target="_blank">Michael Sunggiardi</a><br/><br/><a href=http://www.indrajit.org/ target="_blank">R. Eko Indrajit</a><br/><br/><a href=http://www.kenrockwell.com/index.htm target="_blank">Ken Rockwell&#8217;s</a><br/><br/><a href=http://fotografiponsel.com/ target="_blank">Fotografi Ponsel</a><br/><br/><a href=http://digital-photography-school.com/ target="_blank">Digital Photography School</a><br/><br/><a href=http://photographycourse.net/ target="_blank">Photography Course</a><br/><br/><a href=http://www.schoolofphotography.com/ target="_blank">School of Photography</a><br/><br/><a href=http://photography.doitproperly.co.uk/ target="_blank">Photography Tips For All</a><br/><br/><a href=http://www.geofflawrence.com/ target="_blank">Free Digital Photography Tutorial</a><br/><br/><a href=http://www.sjphoto.com/ target="_blank">Stephen Johnson&#8217;s</a><br/><br/><a href=http://edukasi.kompas.com/ target="_blank">Kompas Education Page</a><br/><br/><a href=http://bmekmitl.org/ target="_blank">BMEKMITL</a> - Biomedical Engineering KMITL<br/><br/><a href=http://dm10hama.dt.u-tokai.ac.jp/ target="_blank">Hamamoto Lab, Tokai</a><br/><br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/11/sunu-wibirama-just-post-your-links-to-your-own-page/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sombongnya Birokrasi Indonesia</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/09/sunu-wibirama-sombongnya-birokrasi-indonesia/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/09/sunu-wibirama-sombongnya-birokrasi-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 17:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[
(Image © of Bapak Wayan Warmada (UGM - Indonesia) )
&#8220;What do you think about Indonesia?&#8221;, tanya si A yang asal Indonesia
&#8220;Beautiful country with stupid birocrate&#8221;, jawab si B yang bukan orang Indonesia
&#8220;Oh, sh*t&#8230;&#8221;, ujar si A dalam hati (maaf, kami sensor untuk kebaikan kita semua).
Tapi jawaban itu sungguh benar, MasDab. Negara yang indah, tapi dihiasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/berlin06.jpg" rel="lightbox[816]"><img class="alignnone size-medium wp-image-817" title="berlin06" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/10/berlin06-300x202.jpg" alt="" width="300" height="202" /></a><br />
(Image © of <a href="18-41519-34649-39940-00621-01988-02577-01245-51575-44112-12966-44686-37374-43430-36283-64095-18584-34803-54175-05965-54469-56859-47170-56703-00300-00857-63903-48349-07297-57752-37962-48933-62342-43508-41646-31266-38461-54713-50260-57403-18654-13756-59612-18880">Bapak Wayan Warmada (UGM - Indonesia)</a> )</p>
<blockquote><p>&#8220;What do you think about Indonesia?&#8221;, tanya si A yang asal Indonesia</p>
<p>&#8220;Beautiful country with stupid birocrate&#8221;, jawab si B yang bukan orang Indonesia</p>
<p>&#8220;Oh, sh*t&#8230;&#8221;, ujar si A dalam hati (maaf, kami sensor untuk kebaikan kita semua).</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tapi jawaban itu sungguh benar, MasDab. Negara yang indah, tapi dihiasi oleh para birokrat yang bodoh. Bahkan tak hanya bodoh, sombong pula. Semboyan yang kita kenal &#8220;Kalau bisa dipermudah, mengapa dipersulit?&#8221; Semboyan ini dibalik menjadi, &#8220;Kalau bisa dipersulit, mengapa dipermudah?&#8221; Itulah wajah buruk birokrasi negeri ini yang meski terus diperbaiki, namun tak kunjung memberi kepuasan yang berarti.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkah Sampeyan dengan gempa Jogja tahun 2006 yang lalu ? Bagaimanakah pengalaman pencairan bantuan dari pemerintah? Amburadul! Masing-masing merasa lebih perlu menerima bagian yang lebih besar, apalagi jika ia adalah ketua RT atau ketua RW. Belum lagi aparat di tingkat kota dan propinsi. Kasus ini membuat para auditor negara menjadi lebih waspada, apalagi negeri ini baru saja diguncang musibah gempa yang cukup dahsyat. <a href="http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2009/10/03/awas-bantuan-gempa-dikorupsi">Bantuan Gempa di Padang, akan diawasi lebih ketat</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Masih ingatkah Sampeyan, dengan beasiswa DIKTI? Beasiswa yang diberikan oleh lembaga pendidikan di negeri ini untuk anak-anak bangsa terbaik ? Mungkin Anda belum tahu, tapi Anda harus mengerti jika beasiswa DIKTI ini sering ngaret pula. Apa buktinya ? <a href="http://www.gatra.com/2009-03-25/artikel.php?id=124349">Ini buktinya</a> !</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, saya akan cerita sedikit tentang masalah beasiswa ini. Beberapa rekan mahasiswa Indonesia yang belajar di Thailand suatu saat pernah curhat kepada saya. Rekan saya ini, Alhamdulillah kini sudah lulus, pernah berniat menjual kamera-nya kepada rekan mahasiswa yang lain, termasuk saya. Saya pun terhenyak saat dia menawarkan kameranya. Pelan-pelan saya bertanya, &#8220;Ada apa tho mas? Kok kameranya mau dijual?&#8221; Ia pun menjawab lirih, &#8220;Anu mas, beasiswa saya belum turun. Dua bulan mas&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">DUA BULAN. Bukan DUA HARI. Lalu dia harus makan apa? Mbuh. Mungkin &#8220;mati&#8221; dulu, baru beasiswa turun. Saat itu saya seperti tidak percaya, tapi begitulah realita. Saya sendiri bukan seorang scholar yang dibiayai oleh duit negara. Tapi saya merasa sangat sedih dengan kondisi ini. Apalagi sampai saat ini, beberapa rekan yang belajar di luar Thailand juga mengalami hal yang sama. Anda tidak percaya ? It&#8217;s OK. Tapi realitas di lapangan seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Lain cerita, seorang dosen UGM membeli sebuah alat melalui internet. Tentu, ia percaya &#8220;internet banking&#8221; akan lebih menguntungkan karena memudahkan proses jual beli. Alat ini untuk keperluan edukasi, bukan bisnis. Sudah barang tentu seharusnya &#8220;diberi kemudahan&#8221; oleh para birokrat imigrasi. Tapi simak apa yang mereka perbuat. Biaya ongkos (entah pajak-lah, biaya imigrasi-lah, biaya A, B&#8230;whatever) adalah 25% dari harga barang. &#8220;Neraka apa yang telah mereka perbuat?&#8221;, begitu lelucon ala mahasiswa saat menerjemahkan ungkapan kemarahan ala bule Amerika. Anda bisa bayangkan, jika harga barang itu 10 juta, pajaknya adalah 2,5 juta. Inilah Indonesia bung. Mereka mengira, pembeli via internet adalah orang kaya.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bodoh dan sombong.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Pernah saya berbincang dengan seorang TKI Malaysia yang sedang vacation ke Thailand. Kami ngobrol panjang lebar, sampai kemudian ia bercerita, &#8220;Kadang kita perlu balik ke Indonesia via Jogja, mas.  Nanti dari Jogja bisa lewat jalan darat. Sebab kalau langsung ke Jakarta, pasti kena biaya A,B,C oleh oknum PJTKI&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Oke. Inilah sebab mengapa negeri ini sempat ditertawakan habis-habisan oleh negeri tetangga saat mencoba membela diri karena lagu Rasa Sayange diklaim oleh negara tetangga itu. Mereka hanya berkata, &#8220;Pakcik ni, mengurus budak-budak negeri sendiri tak mampu, mau mengurus awak di negeri jauh&#8221;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saya hanya ingin menyampaikan, &#8220;Plis deh, bila Anda jadi birokrat, Anda boleh berbuat curang apapun kalau memang Anda nggak takut dosa. Tapi tolong, urusan rakyat dipermudah dan jangan ambil hak-hak masyarakat. Itu sudah cukup membantu mengatasi 50% masalah negeri ini.&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/09/sunu-wibirama-sombongnya-birokrasi-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keep your proposal in a strong way!</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/10/07/sunu-wibirama-keep-your-proposal-in-a-strong-way/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/10/07/sunu-wibirama-keep-your-proposal-in-a-strong-way/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 12:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[AUN/Seed-Net]]></category>

		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Research]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, salah seorang rekan scholar Seed-Net yang berasal dari Kamboja menunaikan kewajibannya yang terakhir selaku seorang pelajar Master. Ya, ia harus melalui ujian akhir untuk thesis yang selama ini sudah ia kerjakan. Sebuah ujian yang barangkali cukup berat dilalui apabila secara mental tidak dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.
Berbeda dengan peraturan di tanah air, di Thailand [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hari ini, salah seorang rekan scholar Seed-Net yang berasal dari Kamboja menunaikan kewajibannya yang terakhir selaku seorang pelajar Master. Ya, ia harus melalui ujian akhir untuk thesis yang selama ini sudah ia kerjakan. Sebuah ujian yang barangkali cukup berat dilalui apabila secara mental tidak dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.</p>
<p>Berbeda dengan peraturan di tanah air, di Thailand ujian thesis untuk Master bisa dilaksanakan secara terbuka, dengan artian mahasiswa Master atau Doktoral bisa ikut menyaksikan secara langsung jalannya ujian tersebut. Saya sendiri, sampai saat ini sudah 2 kali menyaksikan ujian thesis Master. Satu diantaranya dalam bahasa Thai, dan tentu saya tidak begitu mendapatkan &#8220;hikmah&#8221; dari ujian itu. Namun hari ini, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga.</p>
<p style="text-align: justify;">Ujian berlangsung hening. Ia mempresentasikan semua hasil penelitiannya yang telah menghasilkan lima buah paper. Sebuah prestasi yang cukup &#8220;outstanding&#8221; untuk seorang pelajar Master. Kami berdecak kagum karena ia mempresentasikan cukup banyak metode. Membuat semua hadirin yang terpana melongo, termasuk seorang pelajar doktoral yang ikut menyaksikan ujian tersebut. Presentasi berjalan satu jam penuh. Jam kedua, diskusi pun dimulai. Salah seorang dosen menanyakan, &#8220;What is your objective of your research?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Rekan saya menjawab dengan lancar, &#8220;Improving accuracy of &#8230;&#8230;&#8221;. Ya. Ia bermaksud meningkatkan akurasi algoritma yang sebelumnya sudah ada. Pertanyaan kedua, simpel tapi sangat tajam. &#8220;What happened, if the center of centroid is outside the shape? Does your method work?&#8221;. Selama ini, rekan saya menggunakan berbagai macam metode  percobaan dengan HANYA MEMPERTIMBANGKAN SATU KONDISI saja. Rupanya, pertanyaan sederhana ini membuat ia kelimpungan. Berkeringatlah ia perlahan-lahan. Ia berusaha mempertahankan apa yang sudah ia kerjakan selama dua tahun ini. Ia jawab pertanyaan komite itu dengan setengah yakin, setelah ia merasa bingung untuk beberapa saat.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya, jawabannya tidak memuaskan dosen yang selama ini menjadi pembimbingnya. Dosen itu berkata, &#8220;I have told you, you must explain more about your method, because you proposed your method by yourself. Keep your proposal in a strong way. Be confident for your thesis!&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">GLEK. Saya menelan ludah. Apa yang selama ini sudah memukau kami selama 1 jam telah terbantahkan hanya dalam waktu 30 menit. Diskusi panjang itu berakhir dengan digantinya judul thesis dari rekan saya dan beberapa perbaikan yang harus ia lakukan. Banyak dan tidaknya revisi, mungkin hanya dia yang bisa mengukurnya. Memang bukan sesuatu yang menggembirakan, meskipun beberapa dari kami sudah berusaha menghiburnya saat ia melangkah gontai keluar ruangan. Tapi begitulah, setiap manusia pasti memiliki kenangan tersendiri dalam hidupnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa pelajaran berharga saya dapatkan hari ini. Luar biasa berharga, bagi mereka yang akan mempersiapkan diri menuju &#8220;pembantaian&#8221; berikutnya :</p>
<p style="text-align: justify;">1. Obyektif / Tujuan penelitian harus disesuaikan dengan kemampuan kita &#8220;menyediakan bukti&#8221; bahwa penelitian kita memilki nilai tambah bila dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Jangan terlalu &#8220;pede&#8221; menjawab pertanyaan, sebab para komite ujian adalah pakar yang berpengalaman dan mereka sebenarnya mengerti jawaban seharusnya dari pertanyaan yang mereka lontarkan. Menjawab &#8220;tidak tahu&#8221; lebih baik, jika memang kita tidak bisa menyediakan bukti-bukti yang cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Berlatih dan berlatih. Cek dan ricek naskah tesis. Judul, obyektif dan fakta pendukung harus match.</p>
<p style="text-align: justify;">4. Mencoba mencari advantage dari hasil penelitian bukan hal yang mudah. Terkadang kita terbentur dengan fakta bahwa &#8220;sudah banyak orang yang melakukan hal serupa&#8221;. Namun demikian, para komite bukanlah orang yang &#8220;bermain di lapangan&#8221;. Kita tentu lebih tahu dan lebih mengerti &#8220;selling point&#8221; dari thesis kita. Menunjukkan banyaknya metode / algoritma yang kita gunakan tidak selalu menjadikan obyektif dari tesis tercapai.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">That&#8217;s the way how we should think. Adjust your thesis and your result in the way that you can say clearly, &#8220;It&#8217;s obviously works!&#8221;</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/10/07/sunu-wibirama-keep-your-proposal-in-a-strong-way/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wai Khru : Cara Thailand Menghargai Guru</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/09/27/sunu-wibirama-wai-khru-cara-thailand-menghargai-guru/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/09/27/sunu-wibirama-wai-khru-cara-thailand-menghargai-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 04:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[General Thought]]></category>

		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=813</guid>
		<description><![CDATA[
Guru -  digugu lan ditiru - dituruti dan diikuti (Indonesia tahun 1960 - 1980)
Guru - Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Indonesia tahun 1980 - 1990)
Guru - riwayatmu kini (Indonesia pasca Reformasi)
Tiga ungkapan di atas adalah cerminan perlakuan masyarakat Indonesia terhadap profesi guru. Di awal-awal masa bangsa ini membangun dirinya, profesi guru sangatlah dihormati. Demikian hormatnya masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/wai-khru.jpg" rel="lightbox[813]"><img class="alignnone size-medium wp-image-814" title="wai-khru" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/wai-khru-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<blockquote><p>Guru -  digugu lan ditiru - dituruti dan diikuti (Indonesia tahun 1960 - 1980)<br />
Guru - Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Indonesia tahun 1980 - 1990)<br />
Guru - riwayatmu kini (Indonesia pasca Reformasi)</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tiga ungkapan di atas adalah cerminan perlakuan masyarakat Indonesia terhadap profesi guru. Di awal-awal masa bangsa ini membangun dirinya, profesi guru sangatlah dihormati. Demikian hormatnya masyarakat Indonesia pada waktu itu, sehingga lahirlah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru">hari guru pada tanggal 25 November</a>. Hari guru tetaplah hari guru, namun penghargaan terhadap profesinya belumlah semeriah perayaan harinya. Di Indonesia, gaji guru terutama Guru Tidak Tetap (GTT) sangat-sangat memprihatinkan. Coba bandingkan dengan gaji para petinggi BUMN negeri ini yang kadang otaknya tak lebih dewasa dari kelakuan anak-anak SMP yang suka ribut dengan rekan kerjanya sendiri.  Saya tak cukup berani menuliskannya, tapi Anda bisa melongoknya <a href="http://negogaji.wordpress.com/2008/09/18/mengintip-gaji-petinggi-bumn-bag-1/">di situs ini</a> dan <a href="http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=195794&amp;actmenu=43">di website resmi Harian Kedaulatan Rakyat</a>. Coba Anda hitung, dengan gaji tak lebih dari <strong>500 ribu rupiah per bulan</strong>, bagaimana mereka bisa mendidik anak-anak mereka ? Harus mereka kemanakan anak-anak mereka, sementara tugas mereka adalah mendidik anak-anak orang lain ?</p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu kala, guru di Indonesia terlihat sangat terhormat di mata negeri tetangga. Beberapa guru Malaysia berbondong-bondong untuk belajar ke Indonesia. Termasuk mempelajari <a href="http://angklung-web-institute.com/content/view/646/2/lang,en/">cara bermain angklung</a>,  dan cara membuat batik tulis (yang belakangan justru di klaim oleh negeri tetangga itu). Beberapa guru seni dari Amerika berbondong-bondong <a href="http://www.antara.co.id/view/?i=1165725362&amp;c=SBH&amp;s=">belajar seni gamelan di Indonesia</a>. Namun, pasca reformasi berdengung, nilai-nilai itu tergeser sedikit demi sedikit. Tak berlebihan, bila <a href="http://www.atmajaya.ac.id/content.asp?f=0&amp;id=2370">minat anak-anak bangsa  menjadi guru sempat menurun saat awal-awal tahun 2000</a>, meskipun kini berbagai usaha perbaikan dan tunjangan guru telah diupayakan oleh pemerintah.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada baiknya kita melihat budaya masyarakat Thailand dan bagaimana masyarakat Thailand memperlakukan seorang warga negara yang berprofesi guru di tengah masyarakat. Di Thailand, dikenal sebuah budaya yang dinamakan dengan &#8220;Wai Khru&#8221; atau &#8220;Menghormati Guru&#8221;. &#8220;Wai&#8221; sendiri memiliki makna &#8220;memberi salam&#8221; / menghormati lawan bicara mereka. Biasanya, mereka melakukannya dengan mengatupkan dua telapak tangan mereka untuk memberi hormat kepada lawan bicara mereka. Acara ini biasanya dilaksanakan di awal tahun akademik. Biasanya <a href="http://www.sriwittayapaknam.ac.th/waikru.html">Wai Khru dilaksanakan pada hari Kamis di bulan Juni</a>. Budaya ini terus dilaksanakan dan dimasukkan dalam kultur pendidikan dasar sampai dengan menengah atas. Selain karena alasan religi, menghormati guru adalah hal yang lumrah dan sudah seharusnya karena guru adalah salah satu unsur yang memberi warna dan arah dalam kehidupan masyarakat Thai. Demikian mereka memberi alasan, mengapa profesi guru sangat mereka hormati.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam kehidupan sehari-hari pun, masyarakat umum sangat menghormati guru, bahkan saat mereka berada di luar sekolah. Saya sendiri, pernah disangka seorang &#8220;ajarn&#8221; / guru Thailand, gara-gara mengenakan kaus universitas saat pulang ke Indonesia dengan Air Asia Thailand. Akibatnya sang pramugari terlihat agak berlebihan memberikan salam / &#8220;wai&#8221;. Hanya gara-gara kaos saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Penghormatan ini bukan hanya omong kosong karena cerita berlanjut ke pandangan masyarakat Thai akan keluarga seorang guru (dalam bahasa Thai : khru atau ajarn). Menurut kultur masyarakat Thai, entah resmi atau tidak resmi, seorang laki-laki yang berprofesi  sebagai guru sudah semestinya memiliki istri dengan profesi yang &#8220;sederajat&#8221; status sosialnya di masyarakat. Meski barangkali terlihat sangat naif, tapi di balik itu semua masyarakat Thailand sebenarnya ingin menyandangkan status &#8220;kepantasan&#8221; dan &#8220;penghormatan&#8221; kepada seorang guru.</p>
<p style="text-align: justify;">Masalah kesejahteraan ?  Sebenarnya sangat relatif untuk hal yang satu ini. Namun sejauh yang saya ketahui, belum pernah ada guru-guru di Thailand yang berbuat anarkis atau melakukan demonstrasi untuk menuntut kenaikan gaji. Artinya, se-korup apapun pemerintahan Thailand, mereka masih memiliki malu jika sampai menyia-nyiakan guru. Tak seperti para pejabat dan wakil rakyat Indonesia yang tak tahu malu. Di tengah-tengah gaji yang terus mereka naikkan sendiri dengan aturan mereka sendiri, mereka tega melihat <a href="http://osolihin.wordpress.com/2007/03/11/guru-demo-murid-melongo/">para guru berdemonstrasi menuntut kenaikan gaji</a>.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, kembali lagi ke masalah moral masing-masing pribadi kita. Benarkah bangsa ini adalah bangsa yang besar? Sudahkah Sampeyan (sekuat tenaga) membayangkan wajah-wajah guru Sampeyan di TK, SD, SMP, SMA dan dosen sampeyan di Universitas. Sudahkah sampeyan bersilaturrahim ke mereka di suasana lebaran ini? Tak perlu jauh-jauh studi banding ke Amerika atau Jepang. Lihatlah negara tetangga kalau ingin memunculkan rasa malu yang telah hilang entah ke mana.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Lebaran, MasDab. Semoga kita masih memiliki rasa hormat kepada guru !</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/09/27/sunu-wibirama-wai-khru-cara-thailand-menghargai-guru/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>My Ebook was cited !</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/09/23/sunu-wibirama-my-ebook-was-cited/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/09/23/sunu-wibirama-my-ebook-was-cited/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 09:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Having Fun]]></category>

		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<category><![CDATA[Silaturrahim]]></category>

		<category><![CDATA[Tulis Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[

Yeah&#8230;thanks buat Mario yang udah memberitahu diriku di YM bahwa ada seorang pengarang yang men-cite sebuah ebook jadul saya yang sempat beredar luas di milis beasiswa. Ebook yang membuat saya mendapatkan tawaran dari sebuah penerbit yang telah menerbitkan buku-buku Andrea Hirata, namun belum sempat saya tindak lanjuti tawaran itu (Buat Nadia dan Mas Imam &#8220;Bentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/cited-ebook-sunu.png" rel="lightbox[811]"><img class="alignnone size-full wp-image-812" title="cited-ebook-sunu" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/cited-ebook-sunu.png" alt="" width="500" height="204" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Yeah&#8230;thanks buat <a href="http://lambrtz.wordpress.com/">Mario</a> yang udah memberitahu diriku di YM bahwa ada seorang pengarang yang men-cite sebuah <a href="http://wibirama.com/2008/03/25/sunu-wibirama-chicken-soup-for-scholarship-applicant/">ebook jadul saya</a> yang sempat beredar luas di milis beasiswa. Ebook yang membuat saya mendapatkan tawaran dari sebuah penerbit yang telah menerbitkan buku-buku Andrea Hirata, namun belum sempat saya tindak lanjuti tawaran itu (Buat Nadia dan Mas Imam &#8220;Bentang Pustaka&#8221;, hehe..sori mas. Durung kelakon-kelakon nulis, kiye)&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Dan seseorang telah mengambil kesempatan itu, dengan menuliskan tips dan trik, serta pengalamannya menembus beasiswa. Dialah Dina Mardiana, dan bukunya bisa Anda lihat <a href="http://books.google.com.sg/books?id=D8CNgj95slsC&amp;printsec=frontcover&amp;source=gbs_v2_summary_r&amp;cad=0#v=onepage&amp;q=&amp;f=false">di sini</a>.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Hopefully, semoga suatu saat nama saya bisa nongkrong di Google Books, MasDab. Sebagai Main Author tentunya.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/09/23/sunu-wibirama-my-ebook-was-cited/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Fang Ru&#8217;&#8230;Dte Pood Nit Noy</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/09/05/sunu-wibirama-fang-rudte-pood-nit-noy/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/09/05/sunu-wibirama-fang-rudte-pood-nit-noy/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 04:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adventure]]></category>

		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=806</guid>
		<description><![CDATA[
Saya memiliki sebuah tekad sejak tahun lalu yang sampai hari ini belum tercapai : berpura-pura menjadi orang Thai saat diajak ngomong oleh sopir taksi. Hmm&#8230;maksudnya? Ya, sopir taksi termasuk orang yang pendengarannya cukup &#8220;peka&#8221; dibandingkan dengan para penjual di toko atau pasar. Mereka akan sangat mudah mengenali penumpangnya dari logat dan cara pengucapan dalam bahasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/taksi.png" rel="lightbox[806]"><img class="alignnone size-medium wp-image-807" title="taksi" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/09/taksi-271x300.png" alt="" width="271" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya memiliki sebuah tekad sejak tahun lalu yang sampai hari ini belum tercapai : berpura-pura menjadi orang Thai saat diajak ngomong oleh sopir taksi. Hmm&#8230;maksudnya? Ya, sopir taksi termasuk orang yang pendengarannya cukup &#8220;peka&#8221; dibandingkan dengan para penjual di toko atau pasar. Mereka akan sangat mudah mengenali penumpangnya dari logat dan cara pengucapan dalam bahasa Thai. Dan untuk &#8220;pretend to be a Thai people&#8221; itu sangat sulit. Terus, mengapa saya ingin berpura-pura menjadi orang Thai? Yaa&#8230;ini masalah &#8220;personal aim&#8221; aja. Sekedar untuk kepuasan. Jika seseorang tidak mengenali kita sebagai &#8220;farang&#8221; (orang asing - dalam bahasa Thai), maka orang itu akan memperlakukan kita sebagaimana ia memperlakukan orang Thai. Tidak ada perlakuan khusus, seperti menaikkan harga atau berupaya menggunakan cara-cara lain yang &#8220;kurang baik&#8221; untuk mendapatkan bayaran lebih dari kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir pekan ini, saya naik taksi sendirian, tidak ada teman Indonesia lainnya. Ini menjadi start yang bagus, karena sopir taksi tidak memiliki asumsi apapun tentang diri kita dan akan memperlakukan kita sebagaimana orang Thai. Awal perjalanan sudah OK, setidaknya karena saya berhasil mengucapkan nama tempat tujuan dengan cara pengucapan yang benar. Si sopir melajukan taksinya dengan kecepatan sedang dan mengeluh tentang pendapatannya yang tidak bisa banyak, apalagi jika hari hujan. &#8220;<em>Cuman dapet 400 bath mas, nyopir dari jam 6 pagi sampai tengah malam. Apalagi kalau hujan kayak kemarin, wah orang yang naik taksi cuman dikit&#8221;</em>, kata si sopir taksi. Ngobrol-ngobrol dilanjut dengan mengeluhkan kondisi hidup yang makin sulit. <em>&#8220;Hidup harus gimana ya mas? Mosok duit nyupir taksi cuman bisa buat beli pepsi atau bir?&#8221; </em>Saya pun hanya ketawa sambil senyam-senyum saja. Di dalam hati cuman bisa ngomong, &#8220;<em>Dah tau hidup susah, kok duitnya masih dipakai minum bir. Bodoh banget orang ini&#8221;</em>. Dia pun melanjutkan ceritanya, <em>&#8220;Kemarin enak mas, ada dua orang dari Amerika sama Inggris. Pendapatan bisa gedhe kalo sama orang asing, tapi sayangnya mereka dah pulang&#8221;</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berusaha keras untuk menghemat kata-kata dengan hanya mengucapkan <em>&#8220;Chai&#8221;</em> atau <em>&#8220;Krap&#8221;</em> jika ia meminta persetujuan dari saya. Sampai di sini, misi menjaga identitas diri masih bisa dilaksanakan. Saat ditanya cara menuju tempat tujuan pun, saya masih bisa menjelaskan dengan jelas. Setidaknya ia belum menyadari jika saya adalah seorang farang. Nah, masalah mulai muncul saat ia bertanya macam-macam dan mulai memancing saya dengan beberapa pertanyaan yang &#8220;cukup sulit untuk dijawab&#8221;. Vocab saya yang masih sangat terbatas ini membuat jawaban saya menjadi kedengaran &#8220;aneh&#8221;. Saya pun paham dengan hal itu, tapi si sopir hanya ketawa dan ngomong, <em>&#8220;Wah&#8230;.saya pikir orang Thai. Dari tadi aku ceritaa teruss&#8230;.kamu hanya dengerin aja nggak ngomong apa-apa.  Kamu dari mana sih? Malaysia yah?&#8221;</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ah&#8230;sial. Terbongkar juga penyamarannya. Disangka dari negeri jiran pulak. Saya pun hanya ketawa dan ngomong, <em>&#8220;Mai chai krap, jak Indonesia. Fang ru&#8217;&#8230;dte pood nit noy&#8221; </em>(Bukan, dari Indonesia. Ndengerin paham, tapi ngomong cuman bisa dikit aja). Saya berusaha membela diri karena kecewa ikhtiar saya setelah 30 menit ini kandas dan terpaksa menyebutkan bahwa saya bukan orang Thai. Acara ngobrol-ngobrol pun dilanjut dengan bertanya seputar diri saya. Yah, pertanyaan standar-lah&#8230;sekolah di mana, sekolah master atau doktor, tinggal berapa tahun di Thailand, punya pacar atau nggak di Thailand, belajar bahasa Thai dari mana, dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan yang persis seperti yang ada di buku kursus bahasa Thai untuk pemula. Dan 45 menit pun berlalu, saat saya mengakhiri perjalanan dengan mengucap &#8220;<em>Jod ti pratu nii ko dai, Phi!&#8221; </em>(berhenti di pintu ini juga bisa, Mas), sambil menunjuk pintu masuk asrama yang dijaga Pak Satpam berseragam biru tua.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mission is not accomphlised, MasDab.<br />
Phasa Thai yaak maak (Bahasa Thai emang sulit banget)&#8230;&#8230;..</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/09/05/sunu-wibirama-fang-rudte-pood-nit-noy/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>DIBAYAR UNTUK MEMBOLOS</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/08/28/sunu-wibirama-dibayar-untuk-membolos/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/08/28/sunu-wibirama-dibayar-untuk-membolos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 04:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[
Inilah hasil sistem demokrasi barat yang diterapkan pada bangsa bermental &#8220;sak penake wudel-e dhewe&#8221;. Ini pula hasil PEMILU milyaran rupiah yang menghasilkan para pemakan gaji buta, meski sekarang bulan puasa. Bahkan untuk sekedar DATANG saja enggan, bagaimana mau MIKIR?
Naudzubillah, MasDab. Kerjanya aja begini kok ngomong ingin bersaing di dunia.
Bersaing dari Hong Kong?
Link : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/28/10083736/Tamu.dari.Luar.Negeri.Datang..Kursi.Paripurna.DPR.Kosong
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/dpr-bolos.png" rel="lightbox[803]"><img class="alignnone size-full wp-image-804" title="dpr-bolos" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/dpr-bolos.png" alt="" width="500" height="291" /></a></p>
<blockquote><p>Inilah hasil sistem demokrasi barat yang diterapkan pada bangsa bermental &#8220;sak penake wudel-e dhewe&#8221;. Ini pula hasil PEMILU milyaran rupiah yang menghasilkan para pemakan gaji buta, meski sekarang bulan puasa. Bahkan untuk sekedar DATANG saja enggan, bagaimana mau MIKIR?</p>
<p>Naudzubillah, MasDab. Kerjanya aja begini kok ngomong ingin bersaing di dunia.</p>
<p><strong>Bersaing dari Hong Kong?</strong></p>
<p>Link : <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/28/10083736/Tamu.dari.Luar.Negeri.Datang..Kursi.Paripurna.DPR.Kosong">http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/28/10083736/Tamu.dari.Luar.Negeri.Datang..Kursi.Paripurna.DPR.Kosong</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/08/28/sunu-wibirama-dibayar-untuk-membolos/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Ramadhan</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/08/20/sunu-wibirama-kajian-ramadhan/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/08/20/sunu-wibirama-kajian-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 01:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=801</guid>
		<description><![CDATA[
MasDab, malam ini warga muslim di Thailand berdebar-debar untuk menanti pengumuman awal Ramadhan. Ada baiknya, kita juga meng-ilmu-i Ramadhan kali ini, sehingga menjadi lebih akurat fiqih-fiqih yang terkait dengannya. Ada sebuah link menarik yang bisa Sampeyan tengok :
Kajian Untuk Bekal Ramadhan
Semoga bermanfaat, MasDab.
Mohon maaf bila ada salah kata dan perbuatan.
Selamat menjalankan ibadah Puasa di bulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/kajian-net.png" rel="lightbox[801]"><img class="alignnone size-medium wp-image-800" title="kajian-net" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/kajian-net-300x106.png" alt="" width="300" height="106" /></a></p>
<p>MasDab, malam ini warga muslim di Thailand berdebar-debar untuk menanti pengumuman awal Ramadhan. Ada baiknya, kita juga meng-ilmu-i Ramadhan kali ini, sehingga menjadi lebih akurat fiqih-fiqih yang terkait dengannya. Ada sebuah link menarik yang bisa Sampeyan tengok :</p>
<p><a title="Kajian Ramadhan" href="http://www.kajian.net/bagian/1-kajian/14-kajian-untuk-bekal-ramadhan.html">Kajian Untuk Bekal Ramadhan</a></p>
<blockquote><p>Semoga bermanfaat, MasDab.<br />
Mohon maaf bila ada salah kata dan perbuatan.<br />
Selamat menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadhan</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/08/20/sunu-wibirama-kajian-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan, Mbah. Pertanyaanmu Terjawab Sudah&#8230;</title>
		<link>http://wibirama.com/2009/08/04/sunu-wibirama-selamat-jalan-mbah-surip/</link>
		<comments>http://wibirama.com/2009/08/04/sunu-wibirama-selamat-jalan-mbah-surip/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 16:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sunu wibirama</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<category><![CDATA[qalbu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wibirama.com/?p=798</guid>
		<description><![CDATA[
Kontan saja halaman &#8220;Home&#8221; Facebook saya penuh. Tak lain dan tak bukan, kabar duka tentang kematian seorang penyanyi reggae yang sudah &#8220;sepuh&#8221;. Ya, simbah ini selalu tertawa, walau kata orang ia adalah gendruwo berjalan. Emha Ainun Najib mengomentarinya, &#8220;Ia adalah cermin manusia Indonesia sejati. Walau dilanda banyak bencana, manusia Indonesia hendaknya selalu menghibur diri. Tertawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah-surip.png" rel="lightbox[798]"><img class="alignnone size-full wp-image-799" title="mbah-surip" src="http://wibirama.com/wp-content/uploads/2009/08/mbah-surip.png" alt="" width="360" height="453" /></a></p>
<blockquote><p>Kontan saja halaman &#8220;Home&#8221; Facebook saya penuh. Tak lain dan tak bukan, kabar duka tentang kematian seorang penyanyi reggae yang sudah &#8220;sepuh&#8221;. Ya, simbah ini selalu tertawa, walau kata orang ia adalah gendruwo berjalan. Emha Ainun Najib mengomentarinya, &#8220;Ia adalah cermin manusia Indonesia sejati. Walau dilanda banyak bencana, manusia Indonesia hendaknya selalu menghibur diri. Tertawa dan bersyukur dengan kondisi yang ada&#8221;.</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Berita duka tentang kematian Mbah Surip bisa Sampeyan baca dimana-mana, MasDab. Hampir semua media massa memberitakan peristiwa ini besar-besaran. Tak ada ruang untuk Pakdhe Noordin lagi hari ini. Mbah Surip (Alm) sudah mem-boking semua berita. Semua status situs pertemanan mencantumkan ucapan bela sungkawa untuk si Embah yang gaek ini. Si Embah yang hanya dengan melihat wajahnya saja, mampu membuat kita tersenyum.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun seyogyanya, ini juga menjadi pengingat bagi kita, MasDab. Apapun yang terjadi, se-happy atau sesedih apapun kondisi hari ini, hendaknya kita selalu ingat dengan &#8220;Sangkan Paraning Dumadi&#8221;, Alloh SWT. Mbah Surip, mungkin mendadak happy karena mendapat royalti yang belum tentu seumur hidupnya pernah ia rasakan. Ia pun bercita-cita membeli helikopter. Ia juga bercita-cita menyumbang anak yatim. Namun, Yang Maha Memiliki keburu menjawab pertanyaannya. &#8220;Werrrr&#8230;..A Yu Gowing?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Jawabannya, &#8220;Akhirat, Mbah&#8221;.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sesungguhnya kita semua akan kembali. Hanya Sang Pencipta saja yang tahu, kapan saatnya kita kembali. Maka, menabung-nabunglah. Walau kecil dan remeh, semoga bisa kita gendong ke akhirat, MasDab.</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wibirama.com/2009/08/04/sunu-wibirama-selamat-jalan-mbah-surip/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
